Showing posts with label aburizal bakrie. Show all posts
Showing posts with label aburizal bakrie. Show all posts

Tantowi Yahya : Golkar Bidik Cawapres Potensial

Tantowi Yahya : Golkar Bidik Cawapres Potensial

Tantowi Yahya, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar menyebutkan jika partai Golkar akan membidik figur potensial yang akan diangkat dan ditunjuk untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) dan mendampingi Ketua Umum DPP Partai Golkar, yakni Aburizal Bakrie dalam Pemilihan Umum Presiden tahun mendatang. Kelak, cawapres Golkar tersebutdiharuskan mempunyai latar belakang Jawa yang dianggap menjadi salah satu kekurangan Ical, sapaan akrab Bakrie yang dikarenakan berasal dari Sumatera.
tantowi-yahya-image-11-09-2013
Tantowi Yahya berpendapat jika pihaknya tidak bermaksud mendikotomi pada saat menunjukkan cawapres dari suku Jawa. Namun, hal itu juga bisa dikatakan terpaksa karena banyak pembicaraan bahwa Ical tidak memiliki latar belakang Jawa. Seperti yang diungkapkannya pada wartawan di hari Selasa, 10 September 2013 lalu Tantowi mengatakan bahwa yang banyak diguncingkan orang bahwa Ical bukan termasuk orang Jawa. Akan tetapi, partainya tidak mau dikotomi Jawa, Sumatera atau apa pun juga, sebab menurut pendapatnya semua suku berhak menjadi seorang presiden.


Tantowi Yahya menambahkan, akan tetapi rupanya diskusi itu akan terus berkembang di masyarakat sekitar. Maka dari itu, salah satu anggota komisi I DPR ini menyampaikan, bahwa dirinya berharap jika cawapres yang bakal diusung oleh Golkar nantinya mempunyai keunggulan untuk menutup segala kekurangan Ical tersebut. Hal ini adalah bentuk antisipasi, daripada nantinya justru menjadi sebuah kendala dan batu sandungan dalam perhelatan pilpres di tahun depan. Oleh sebab itu, rakyat harus melihat capres dan cawapresnya menjadi satu kesatuan utuh.


Seperti yang diketahui, Partai Golkar sempat menyatakan niatnya untuk berkoalisi dengan Partai Demokrat terkait dengan pilpres. Keinginan koalisi itu pun didasari benar karena Golkar tertarik untuk meminang anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo sebagai cawapres mendampingi Ical. Di samping Pramono, Golkar juga tertarik untuk mempelajari dua tokoh lainnya yang mereka anggap potensial, seperti Meneg BUMN Dahlan Iskan, dan juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.



Source: Tantowi Yahya : Golkar Bidik Cawapres Potensial
Selengkapnya Tantowi Yahya : Golkar Bidik Cawapres Potensial

Partai Golkar Alami Badai Lagi

Partai Golkar Alami Badai Lagi

Partai Golkar alami badai lagi. Ya, perpecahan di dalam tubuh partai tengah membayang-bayangi partai dengan lambang pohon beringin itu, karena ketua umumnya yakni Aburizal Bakrie dinilai sudah melanggar anggaran dasar atau anggaran rumah tangga (AD/ART) partai. Seperti yang diketahui, masa bakti Ical yang merupakan sapaan akrab dari Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Golkar sesuai dengan AD/ART harusnya hanya bertahan selamalima tahun saja. Akan tetapi, faktanya masa jabatan Ical menjadi enam tahun.


partai-golkar-image-04-09-2013


Hal itu disebabkan, Munas Golkar bakal bergeser ke bulan Februari 2015 mendatang. Sementara itu, pada Munas Golkar yang digelar pada 5-7 Oktober 2009 lalu di Pekanbaru, sudah ditetapkan jika munas berikutnya akan digelar pada Februari 2015. Padahal menurut logika, Munas Golkar yang akan datang harusnya diselenggarakan pada 5-7 Oktober 2014, sesuai dengan siklus lima tahunan yang telah diatur rapi dalam AD/ART. Hal itulah yang membuat sejumlah pihak ikut berkomentar.


Partai Golkar melalui salah satu politikus senior, yakni Zainal Bintang berpendapat bahwa persoalan masa bakti Ical tersebut sekarang ini sudah menjadi pemicu timbulnya perpecahan di dalam kubu Golkar sendiri. Ia menjelaskan, terdapat gerakan yang sudah lama dirancang oleh Agung Laksono dan rekan-rekannya untuk menolak keputusan Munas Golkar Pekanbaru. Yang ditolak tersebut ialah penetapan Munas Golkar yang digeser menjadi Februari 2015


Menurut Zainal Bintang, hal itulah yang menjadi titik krusial perang saudara di internal Golkar. Sementara itu, ia pun mengaku akan memberi dukungan kepada gerakan Agung Laksono yang mengambil sikap untuk menegakkan konstitusi partai. Selain itu, Zainal juga mengatakan, masalah ini kembali mengemuka ke media lantaran terdapat sejumlah faktor yang melatar belakangi.


Sekarang ini, daftar caleg sudah rampung. Maka dari itu, mereka tidak lagi membutuhkan tanda tangan Ical, sehingga kini mulai kembali bermunculan perlawanan demi perlawanan yang diarahkan kepada Ical. Ya, sekarang Agung Laksono sudah mulai melawan. Selain itu Bintang juga menambahkan, semenjak awal memimpin Golkar Ical sudah salah kaprah.



Source: Partai Golkar Alami Badai Lagi
Selengkapnya Partai Golkar Alami Badai Lagi