Showing posts with label hadiyandra. Show all posts
Showing posts with label hadiyandra. Show all posts

PSSI Menunggu Laporan PSMS Medan

PSSI Menunggu Laporan PSMS Medan

PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) menyatakan baru bisa menindak lanjuti kasus dugaan match fixing atau pengaturan hasil pertandingan yang terjadi dalam Divisi Utama (PT Liga Indonesia) usai menerima laporan tertulis dari para pemain di klub PSMS Medan. Hadiyandra selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI mengatakan, sepanjang ada bukti yang sesuai dengan fakta, maka para pemain dapat membuat laporan secara tertulis. Dan tentu saja pihak federasi akan segera menindaklanjutinya.


pssi-image-19-06-2013


PSSI juga menilai, dalam pertemuan yang digelar antara PSSI dan kesebelas orang pemain PSMS Medan di kantor PSSI, di Jakarta beberapa hari yang lalu, para pemain PSMS datang untuk melaporkan tindakan pihak manajamen klubnya yang tidak membayar gaji mereka selama 10 bulan belakangan ini. Pada kesempatan itu, para pemain PSMS menyatakan, CEO PSMS Heru Purnomo pernah menginstruksikan pemain supaya dapat mengalah pada saat melawan klub Persisko Tanjabbar dan Persih Tembilahan dalam lanjutan Divisi Utama (PT Liga Indonesia) beberapa waktu yang lalu.


Heru yang merupakan salah satu pemain PSMS Medan mengaku, jika pihak klub terus berjanji ingin melunasi gaji pemain selama sepuluh bulan tersebut apabila mematuhi perintah yang diberikannya. Tawaran itupun pada akhirnya tidak membuat para pemain PSMS gelap mata. Mereka pun tetap bermain dengan serius sehingga akhirnya berhasil mengalahkan kedua tim yang menjadi lawannya tersebut.


Valentino Simanjuntak selaku CEO dari Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) yang mendampingi para pemain PSMS dalam pertemuan tersebut pun meminta agar kasus ini segera diusut. Valentino juga menyatakan, kasus ini harus ditangani secara tegas karena Indonesia termasuk ke dalam salah satu negara yang tengah mengibarkan bendera perang terhadap pengaturan hasil pertandingan.


Selain itu ia juga menilai, apabila kejadian itu adalah sebuah fakta dan kebenaran yang terjadi, maka kejadian itu merupakan pukulan terberat bagi kita semua dan bisa mencoreng wajah persepakbolaan di negara Indonesia sendiri.



Source: PSSI Menunggu Laporan PSMS Medan
Selengkapnya PSSI Menunggu Laporan PSMS Medan

Isi Surat FIFA Masih Tanda Tanya ?

Isi Surat FIFA Masih Tanda Tanya ?

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Hadiyandra, membantah pernyataan yang dilontarkan oleh Bob Hippy dan Sihar Sitorus, dua anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang diskorsing dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI tanggal 17 Maret 2013 yang lalu.


Keduanya mengklaim surat FIFA tertanggal 22 Maret menyatakan jika FIFA hanya mengakui penetapan 3 (tiga) poin. Tiga poin yang dimaksud Bob dan Sihar adalah unifikasi liga, revisi statuta, dan pengembalian empat Exco terhukum (La Nyalla M Mattalitti, Tony Apriliani, Roberto Rouw, dan Erwin Dwi Budiawan). Menurut Bob dan Sihar, FIFA tidak mengakui beberapa ketetapan di dalam KLB yang dinilai FIFA berjalan sukses.


Hadiyandra selaku Sekretaris Jendral PSSI


Ketetapan yang tidak diakui FIFA, kata Bob-Sihar, adalah penetapan La Nyalla sebagai wakil ketua umum (waketum) PSSI, masuknya empat Exco baru seperti Lasiya, Zulfadli, Hardi Hasan, dan Djamal Aziz. Penetapan digelarnya Kongres Biasa (KB) dan diskorsnya enam Exco karena walk-out dalam KLB seperti Sihar, Bob, Farid Rahman, Widodo Santoso, Mawardi Nurdin, dan Tuti Dau.


Satu hal yang ingin disampaikan Hadiyandra adalah agar tidak ada salah persepsi. FIFA memang menekankan agar isi MoU diselesaikan terlebih dahulu. Namun, jika ada hal-hal lain yang diputuskan atas permintaan voters, itu adalah mekanisme organisasi. Di luar MoU, mekanisme organisasi harus berjalan, di mana voters meminta agar diambil keputusan terkait aksi walk-out mereka. Jadi, tidak ada masalah, karena di luar agenda tersebut merupakan mekanisme organisasi yang harus berjalan.


Sebelumnya, di waktu yang berbeda, Senin (25/3), Bob menjelaskan jika FIFA hanya menyetujui tiga poin penting di dalam MoU. Seperti unifikasi liga, evaluasi statuta, dan pengembalian empat Exco yang terhukum. Sementara keputusan-keputusan lain seperti skorsing keenam Exco dinilainya cacat hukum. Surat itu menyatakan bahwa FIFA hanya menyetujui tiga poin penting. Artinya, keputusan yang dihasilkan di luar ketiga poin tersebut bisa dibilang cacat hukum, termasuk hukuman kepada enam Exco yang melakukan walk out pada KLB kemarin.



Source: Isi Surat FIFA Masih Tanda Tanya ?
Selengkapnya Isi Surat FIFA Masih Tanda Tanya ?