Showing posts with label josep guardiola. Show all posts
Showing posts with label josep guardiola. Show all posts

Xavi Hernandez Komentari Pep Guardiola dan Iker Casillas

Xavi Hernandez Komentari Pep Guardiola dan Iker Casillas

Agen bola sbobet mewartakan Xavi Hernandez angkat bicara untuk memberikan komentar kepada Josep Guardiola dan Iker Cassilas. Xavi sendiri memang sudah jauh dari tempat kelahirannya di Spanyol dan ingin mencoba pertualangan baru lagi di Doha, Qatar dengan bergabung bersama Al Sadd. Walaupun demikian, dirinya tetap melakukan pengamatan pada sejumlah insan sepak bola asal Negeri Matador, seperti di antaranya adalah Pep Guardiola dan Iker Casillas. Xavi mengklaim, kepergian Casillas dari Real Madrid ke Porto dilalui dengan cara menyedihkan. Hal itu disebabkan karena pihak manajemen El Real terlihat begitu saja menendang Casillas yang telah mengabdikan totalitasnya selama 25 tahun terakhir di Santiago Bernabeu. iker-casillas


Agen bola sbobet mengklaim, Iker Casillas adalah teman baiknya dan salah satu raksasa berperan penting di dalam sebuah pertandingan. Xavi benar-benar merasa kecewa dengan cara Iker angkat koper dari Madrid seperti dibuang begitu saja. Padahal menurut penilaiannya, Casillas layak untuk mendapat penghormatan terakhir yang lebih baik lagi dari para fans Madrid. Eks gelandang tim nasional Spanyol itu pun menyampaikan komentarnya terkait Pep Guardiola, mantan pelatih di Camp Nou. Xavi pun merasa optimis jika suatu saat Pep bakal kembali melatih tim Blaugrana. Seperti diberitakan oleh agen bola terpercaya Master Agen Bola, Xavi mengaku sudah menikmati periode tersukses di Barcelona bersama dengan Pep.


Agen Bola SBOBEt Yakin Real Madrid Akan Menyesal Telah Mengusir Iker Casillas.


Agen bola sbobet mewartakan Xavi Hernandez tahu benar jika Pep dapat memilih waktu tepat untuk kembali ke sana. Adalah sebuah impian besar untuk bermain membela Barcelona dan dirinya ingin mewujudkan hal tersebut. Xavi sudah berhasil memenangkan segala targetnya. Dirinya bangga dengan apa yang sudah diberikan kepada tm dan para penggemar telah memberikan dukungan penuh terhadap El Barca. Di samping itu, pria berumur 35 tahun itu juga menuturkan, tim asal Katalan jauh lebih besar dari pemain manapun juga di dunia. Seorang pemain pergi dan pemain lebih baik pasti akan datang. Itu menjadi kunci rahasia dari sebuah kesuksesan.


Xavi Hernandez menegaskan bahwa sepakbola sudah menjadi hidup dan dirinya tidak akan meninggalkan kehidupannya sampai kapan pu juga. Mungkin saja pria dengan nama lengkap Xavier Hernandez I Creus itu mengaku untuk ke depannya bisa menjalani profesi baru dengan banting setir menjadi pelatih atau pun direktur olahraga, dan hal itu baru akan ditentukan oleh pria bertinggi badan 1,7 meter itu setelah resmi memilih keputusan untuk gantung sepatu alias pensiun nanti. Sementara itu bersama dengan Al-Sadd, Xavi pun bercita-cita ingin mengangkat banyak trofi di musim depan.



Source: Xavi Hernandez Komentari Pep Guardiola dan Iker Casillas
Selengkapnya Xavi Hernandez Komentari Pep Guardiola dan Iker Casillas

Thomas Muller Ingin Lepas Status

Thomas Muller Ingin Lepas Status

Thomas Muller mengaku sudah siap untuk melepas statusnya sebagai algojo penalty dari klub Bayern Munich. Terlebih lagi, ia juga mempunyai nama pemain yang dinilainya cocok untuk menggantikan posisinya tersebut untuk mengeksekusi tendangan 12 pas. Muller memang diplot sebagai algojo penalti Bayern untuk menggantikan tugas Arjen Robben yang tidak berhasil melakukan eksekusi penalty pada pertandingan final Liga Champions 2011/2012 kemarin melawan Chelsea. Akan tetapi sekarang ini, ia justru terancam kehilangan posisinya, menyusul kemenangan 3-1 yang berhasil diraih oleh FC Hollywood atas Borussia Moenchegladbah pada laga pembuka Bundesliga di akhir minggu lalu.
thomas-muller-image-15-08-2013
Thomas Muller pun tidak berhasil menjalankan tugas dan kewajibannya di pertandingan tersebut dengan baik pada saat Bayern Munich mendapatkan hadiah penalti dari sang pengadil di tengah lapangan hijau. Tendangannya itu masih berhasil dihalau dengan optimal oleh penjaga gawang Gladbach, yakni Marc Andre Ter Stegen. Sementara itu di kesempatan penalty yang kedua, Muller pun mempercayakan sebuah kesempatan kepada David Alaba untuk mengeksekusi bola. Hasilnya adalah gelandang internasional asal Austria tersebut berhasil menjalankan tugasnya dengan maksimal.


Thomas Muller mengungkapkan, dirinya sudah menerapkan sebuah strategi yang tidak tepat pada saat pertandingan itu. Ia pun menjelaskan, biasanya ia hanya melihat bagaimana reaksi kiper terlebih dulu, baru kemudian mencari jalan untuk menendang bola ke arah yang benar. Seperti yang dikutip dari MasterAgenBola pada hari Selasa, 13 Agustus 2013 kemarin, dengan kegagalannya plus keberhasilan Alaba yang dipercaya menjadi algojo penalti, sangat besar kemungkinan untuk seterusnya pelatih Josep Guardiola yang akrab disapa Pep ini akan menunjuk Alaba sebagai pilihan utama.


Thomas Muller menyatakan, ia masih merasa senang dan siap untuk melakukan eksekusi penalti, tetapi ia berpikiran bahwa David Alaba adalah orang yang sangat tepat untuk mengambil tendangan penalti untuk sekarang ini. Seperti yang diketahui, Alaba sendiri sudah berhasil mencetak lima gol pada kompetisi yang digelar musim lalu, di mana kedua diantaranya lahir lewat titik putih, pada saat Muller tampil dari bangku cadangan.



Source: Thomas Muller Ingin Lepas Status
Selengkapnya Thomas Muller Ingin Lepas Status

Mario Goetze Mengerti Kekesalan Dortmund

Mario Goetze Mengerti Kekesalan Dortmund

Mario Goetze yang merupakan gelandang tim nasional Jerman mengaku mengerti atas kekesalan mantan klubnya, Borussia Dortmund lantaran keputusannya untuk hijrah ke Bayern Munchen. Akan tetapi, pemain muda yang baru memasuki usia 21 tahun ini juga meminta agar semua pihak dapat memandang persoalan yang terjadi ini dari sudut pandangnya sebagai seorang pemain. Di samping itu, ia juga mengerti alasan dari sikap mereka yang sudah merasa kesal, terlebih lagi karena ia sudah bermain cukup lama untuk membela Dortmund.


Mario Goetze mengungkapkan, tentu saja para pendukung klubnya merasa tidak suka. Akan tetapi, orang-orang sebaiknya juga harus bisa dortmund-kesalmemahami dari sudut pandangnya. Ia ingin berkembang sebagai seorang pemain yang berbakat. Menurutnya, terdapat banyak hal yang membuat dirinya ingin hengkang ke Bayern. Baik dari pelatih maupun klub nya ingin mencoba hal yang baru lagi. Pemain yang pada pertandingan menghadapi Gyor ini langsung memborong dua gol hijrah ke Bayern Munchen usai klub kebanggaan dari Bavaria itu setuju untuk membayar buy-out clause Goetze senilai 37 juta Euro.


Mario Goetze hijrah ke Bayern Munchen setelah enam tahun bermain bersama dengan klub berjuluk Die Borussen. Kepindahan Goetze ini memang cukup mengejutkan untuk banyak pihak. Hal itu disebabkan Dortmund dan Bayern sudah bersaing dengan sangat ketat selama tiga musim terakhir ini. Maka dari itu, tidak sedikit jumlah penggemar Dortmund yang kemudian menempelkan label pengkhianat ke punggung Goetze, serta menganggap Goetze sebagai sosok yang mata duitan.


Rasa kesal pihak manajemen Borussia Dortmund pun menjadi semakin besar lantaran Bayern mengumumkan keberhasilan mereka memboyong Goetze satu hari sebelum Dortmund menjamu Real Madrid untuk melakoni pertandingan leg pertama di babak semifinal Liga Champions. Sementara itu di Bayern, Goetze memang tidak bisa langsung menunjukkan talentanya kepada pelatih Josep Guardiola.


Pada saat bergabung bersama dengan skuad Bayern, ia masih menjalani proses penyembuhan cederanya selama 10 minggu. Laga kontra Gyor pun menjadi pertandingan pertamanya mengenakan seragam merah khas Bayern.


 



Source: Mario Goetze Mengerti Kekesalan Dortmund
Selengkapnya Mario Goetze Mengerti Kekesalan Dortmund

Siapa Kampiun Bundesliga 2013/2014?

Siapa Kampiun Bundesliga 2013/2014?

Siapa kampiun Bundesliga 2013/2014 mendatang? Ya, mungkin saja pertanyaan itu sedang mengudara sekarang ini mengingat beberapa hari ke depan, genderang perang kompetisi bergengsi Bundesliga musim 2013/2014 ini resmiakan ditabuh. Seperti yang diketahui, sepanjang bursa transfer di musim panas ini, banyak sekali terjadi perputaran pemain dari satu klub ke klub lainnya. Terdapat sejumlah nama besar yang datang dan pergi. Akan tetapi,memang tidak seperti biasanya, kali ini ketenaran bursa transfer pemain hampir dikalahkan dengan bursa transfer pelatih.


Siapa lagi kalau pemicunya bukan kedatangan Josep Guardiola yang akrab disapa dengan sebutan Pep di Allianz Arena. Sebagai salah satu guardiola-kampiunpelatih yang terbilang jenius, Pep mendapatkan atensi besar dari sejumlah media ketika memutuskan ingin mengakhiri masa pengasingannya selama satu tahun belakangan ini, dan kemudian langsung turun gunung untuk menukangi Bayern Munchen. Pada awalnya, keputusan pelatih yang sukses mempersembahkan 14 trofi juara bagi Barca selama empat tahun di periode 2008-2012 ini dicibir oleh banyak kalangan.


Banyak dari mereka yang menilai jika Pep lebih memilih Bayern lantaran mempunyai peluang yang jauh lebih besar untuk sukses daripada hanya memilih untuk melatih di Inggris ataupun Italia saja. Seperti yang diketahui, peta kekuatan Bundesliga Jerman dalam beberapa musim terakhir ini hanya melibatkan dua tim, yaitu Bayern Munchen dan Borussia Dortmund.Akan tetapi sekarang ini seakan semuanya sudah berbalik drastis 180 derajat. Kesuksesan Jupp Heynckes menghasilkan trofi Bundesliga, DFB Pokal, dan Liga Champions di musim kemarin membuat pekerjaan Pep semakin sulit saja.


Sekarang ini, ia juga ditantang untuk bisa meneruskan suksesor sang predesesor. Untuk bisa mewujudkan hal tersebut, Pep pun harus melakukan sejumlah perubahan. Salah satunya ialah dengan menjaga kondusivitas tim. Di musim kemarin, Heyckness berhasil membatasi ego yang dimiliki oleh para pemain bintangnya, meskipun tidak melulu berjalan dengan mulus.Maka dari itu di musim ini, kedalaman skuad Bayern bisa semakin mantap saja, terlebih lagi dengan kehadiran Thiago Alcantara sekarang ini.



Source: Siapa Kampiun Bundesliga 2013/2014?
Selengkapnya Siapa Kampiun Bundesliga 2013/2014?

Josep Guardiola Masih Membutuhkan Waktu

Josep Guardiola Masih Membutuhkan Waktu

Josep Guardiola mengaku masih membutuhkan waktu untuk menunjukkan kemampuan Bayern Munich yang sesungguhnya. Beberapa pertandingan pra musim yang dijalani Bayern Munich memang sudah terbilang cukup impresif, apabila berkaca dari skor-skor akhir yang diperoleh. Akan tetapi, pelatih teranyar ini mengaku masih belum merasa puas, terkait dengan bagaimana cara bermain Bayern yang dianggap belum sesuai dengan keinginannya.


Seperti yang diketahui sebelumnya, klub berjuluk Die Roten sudah menjalani kelima laga pemanasan. Bayern berhasil menang dengan skor 4-0 munchen-waktudan 5-1 atas dua rivalnya, yaitu Hamburg SV dan juga Borussia Monchengladbach, menang tiga gol dan empat gol tanpa balas atas Brescia dan Hansa Rostock. Dan terakhir kalinya, Bayern sukses mengungguli Barcelona 2-0.


Josep Guardiola mengungkapkan, ia memang sudah cukup senang dengan sejumlah hasil yang diperoleh anak asuhnya selama ini, tetapi ia mengaku masih membutuhkan sedikit waktu. Ia ingin meningkatkan cara bermain dan finishing timnya. Guardiola pun berharap supaya timnya sudah bisa tampil sesuai dengan arahannya pada saat menghadapi klub Borussia Dortmund pada clash Piala Super. Ia mengatakan akan selalu menghadiri pertandingan dengan membawa persiapan matang untuk menampilkan performa yang terbaik.


Josep Guardiola memang mempunyai masalah lainnya meskipun tidak terlalu berat.Timnya sekarang ini terbilang gemuk di lini tengah, terlebih lagi dengan kehadiran kedua gelandang barunya, yaitu Mario Gotze dan Thiago Alcantara. Alhasil, sejumlah pilar sudah pasti akan tergusur, seperti di antaranya adalah Toni Kroos. Akan tetapi, keadaan Bayern sekarang ini masih memungkinan Kroos untuk unjuk kemampuan pada saat Javi Martínez masih absen setelah diberi jatah libur usai Piala Konfederasi 2013 kemarin.


Toni Kroos menilai, semua orang sudah tentu ingin bermain secara reguler, tetapi secara matematis memang mustahil. Maka dari itu, pertandingan-pertandingan seperti ini merupakankans untuk para pemain menunjukkan dirinya supaya pelatih bisa mendapatkan bayangan untuk memilih tim utama. Akan tetapi, itu bukan berarti para pemain yang sudah tampil akan terus bermain di setiap laga musim ini yang pastinya akan sangat panjang untuk dijalani.



Source: Josep Guardiola Masih Membutuhkan Waktu
Selengkapnya Josep Guardiola Masih Membutuhkan Waktu

Jose Mourinho Curigai FIFA

Jose Mourinho Curigai FIFA

Pelatih ternama Real Madrid, Jose Mourinho, baru-baru ini kembali melontarkan komentar kontroversial di mana dirinya mencurigai FIFA berbuat kecurangan dalam pemilihan Pelatih Terbaik Dunia tahun 2012. Pelatih yang akrab dipanggil “Mou” ini, mencurigai FIFA yang dinilainya membuat suatu kecurangan dan itulah sebabnya dirinya tidak hadir dalam acara gala FIFA Ballon d’Or 2012 yang berlangsung Januari lalu.

Mourinho saat meraih gelar Pelatih Terbaik Dunia 2010

Bukan Jose Mourinho namanya jika tidak melontarkan komentar sensasional dan sarat kontroversi. Beberapa hari lalu, pelatih Real Madrid itu mengungkapkan alasan ketidakhadiran dirinya di gala FIFA Ballon d’Or 2012 yang berlangsung Januari lalu karena dirinya mencurigai FIFA sebagai otoritas tertinggi sepakbola dunia, melakukan kecurangan dalam pemilihan pelatih terbaik tahun 2012.

Mantan pelatih Inter Milan yang meraih trofi bergengsi tersebut pada tahun 2010, mengaku telah mencium aroma kecurangan di balik perhelatan akbar tersebut. Mourinho termasuk dalam nominasi untuk meraih gelar sebagai pelatih terbaik tahun 2012, bersama nama-nama tenar lainnya macam Vicente del Bosque (Spanyol) dan Josep Guardiola (mantan pelatih Barcelona). Namun, pada akhirnya Vicente del Bosque yang berhasil menyabet gelar bergengsi sebagai Pelatih Terbaik Dunia 2012.

Del Bosque yang berhasil membawa Spanyol menjuarai Piala Eropa 2012, meraih nilai tertinggi dan menyingkirkan dua kandidat lainnya, termasuk Mourinho. Bagi Spanyol, itu merupakan gelar utama ketiga yang diraih secara beruntun setelah merebut Trofi Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010. Mourinho tidak menyesal absen di acara tersebut, mantan pelatih FC Porto dan Chelsea itu justru membeberkan fakta yang sangat mengejutkan sehingga dirinya memutuskan absen.

Mourinho mengungkapkan, sebelum acara tersebut digelar, dirinya telah merasakan ada kejanggalan. Mourinho mengaku dihubungi tiga orang yang mengatakan mereka memberikan hak suara untuknya. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, ketiga orang tersebut ternyata memberikan suaranya kepada kandidat lain. Ia menyatakan bahwa keputusannya tidak menghadiri acara penganugerahan pemain terbaik serta pelatih terbaik dunia itu sangat tepat dan apakah ia menyesal karena tidak datang ke acara tersebut? Jawabannya adalah tidak sama sekali.

Musim lalu, Mourinho membawa Madrid merebut Trofi La Liga Spanyol untuk pertama kalinya sejak 4 tahun sebelumnya gagal bersaing dengan Barcelona. Selain itu, “The Special One” juga mencatat 100 poin dari 38 pertandingan di Primera Liga. Kendati Mourinho menuding ada sesuatu yang aneh pada mekanisme pemilihan, FIFA selaku penyelenggara membantah dengan keras semua anggapan pelatih kelahiran Setubal, Portugal, tersebut.

FIFA menegaskan semua rangkaian pemungutan suara untuk memilih kandidat pelatih terbaik dunia yang dipublikasikan lewat FIFA.com sangat akurat dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.


Source: Jose Mourinho Curigai FIFA
Selengkapnya Jose Mourinho Curigai FIFA