Showing posts with label olympique marseille. Show all posts
Showing posts with label olympique marseille. Show all posts

Lucas Silva Siap Bemain Maksimal Bersama Marseille

Lucas Silva Siap Bemain Maksimal Bersama Marseille

Agen bola terpercaya mendapat informasi bahwa salah satu gelandang Olympique Marseille Lucas Silva sudah menyusun target tertentu yang ingin segera dicapainya bersama klub barunya itu. Pemain berdarah Brazil tersebut menyatakan secara tegas kepada agen SBOBet online bahwa dirinya bakal unjuk gigi menampilkan permainan terbaik bersama Les Olympiens di musim baru 2015-2016. Sebagaimana pemberitaan bandar taruhan bola, karier pria bernama lengkap Lucas Silva Borges itu mengalami peningkatan signifikan setelah berhasil mengantarkan Cruzeiro meraih gelar juara Liga Brazil 2014. Setelah itu, ia direkrut oleh tim raksasa Liga Spanyol Real Madid pada bursa transfer pemain musim dingin 2015.


lucas_silvaAgen bola terpercaya paham tentunya Lucas Silva menghadapi banyak saingan di Santiago Bernabeu. Namun bersama Los Blancos ia justru jarang diberikan kesempatan oleh pelatih Carlo Ancelotti di skuad inti klub besutannya. Sampai akhirnya gelandang berumur 22 tahun tersebut dipinjamkan ke Marseille musim panas lalu. Ia mengatakan kepada agen SBOBet online bakak mengerahkan seluruh kemampuan maksimal di Marseille supaya tidak mengecewakan para fans. Seperti pemberitaan bandar taruhan bola, pria kelahiran 16 Febuari 1993 itu menyatakan setelah memutuskan bergabung tentunya kesempatan sudah mulai terbuka baginya dan ia harus memanfaatkannya sebaik mungkin.


Agen bola terpercaya mencatat, Silva memang kehilangan tempat di skuad utama Real Madrid namun hal ini bisa terjadi lebih disebabkan oleh keputusan berada di tangan sang manajer.


Agen bola terpercaya juga mendapat informasi bahwa Silva baru saja bergabung dari Brazil dan belum menjalani liga pra-musim. Dengan demikian wajar kiranya jika ia harus beradaptasi terlebih dahulu dengan gaya sepakbola serta lingkungan negara baru. Namun agen SBOBet online menilai keputusan menerima pinangan Real Madrid merupakan satu langkah positif baginya mengingat waktu selama enam bulan yang ia habiskan bersama kubu Santiago Bernabeu pastinya membuatnya lebih kaya akan penghalaman dibandingkan sebelumnya.


Agen bola terpercaya juga melaporkan, mantan gelandang tengah Selecao u-21 tersebut sempat menjelaskan kepada agen SBOBet online bahwa pelatih Rafael Benitez datang menggantikan Carlo Ancelotti. Ketika itu ia bisa saja bertahan tetapi sayangnya dirinya tidak mempunyai paspor Spanyol. Oleh karenanya pria berperawakan tinggi badan 1.82m tersebut mengharapkan dirinya bisa meraih hasil positif bersama Marseille. Kesempatan hebat kini sudah terbuka lebar baginya jadi yang perlu dilakukannya adalah unjuk kebolehan saja.



Source: Lucas Silva Siap Bemain Maksimal Bersama Marseille
Selengkapnya Lucas Silva Siap Bemain Maksimal Bersama Marseille

Olympique Marseille Membungkam Evian Thonon Gaillard

Olympique Marseille Membungkam Evian Thonon Gaillard

Olympique Marseille sukses meraih poin penuh pada saat menjamu Evian Thonon Gaillard dalam laga lanjutan di Ligue 1 pada hari Sabtu 17 Agustus 2013 lalu, waktu setempat. Gol yang disumbangkan oleh Andre Pierre Gignac dan juga Dimitri Payet itu berhasil membawa tim tuan rumah memenangkan pertandingan dengan perolehan skor akhir 2-0. Dengan hasil yang diperoleh ini, Marseille untuk sementara waktu mempertahankan tren kemenangan dalam dua laga perdana Liga Perancis.


Olympique Marseille seperti yang diketahui sebelumnya juga memenangkan pertandingan ketika menghadapi Guingamp. Tim raksasa Ligue 1 ini pun menghasilkan skor 3-1. Gignac, yang membuka gol kemenangan pada menit ke 2pada saat Marseille menaklukkan Guingamp memaksimalkan umpan yang diberikanoleh Rod Fanni pada menit ke 16. Ketika menerimanya ,ia pun melesakkan tembakan yang tidak dapat dihalau dengan baik oleh penjaga gawang Evian, yaitu Bertrand Laquait.


olympique-marseilleSetelah itu, Marseille pun harus menerima sejumlah ancaman dari tim tamu. Untung saja, penjaga gawang Steve Mandanda tampil dengan sangat impresif sehingga bisa menggagalkan sejumlah peluang yang didapatkan, yang membuat gawang runner-up Ligue 1 musim lalu ini tidak kebobolan. Sementara pada menit ke 67, Marseille menggandakan keunggulannya lewat pemain teranyar Dimitri Payet, yang mencetak dua gol ke dalam gawang milik Gingamp pada pekan lalu.


Skor keunggulan 2-0 ini pun terus bertahan hingga laga berakhir, yang membawa Marseille berada di tingkatan puncak klasemen bersama dengan Olympique Lyon, yang pada hari Jumat, 16 Agustus 2013 lalu menang 3-1 atas Sochaux. Mereka pun sama-sama mengumpulkan enam poin. Sementara itu, sang juara bertahan Paris Saint Germain, yang pada pekan lalu bermain imbang dengan skor 1-1 melawan Montpellier, baru akan bermain pada hari Minggu 18 Agustus 2013. Tim ibu kota itu pun menjamu Ajaccio. Sedangkan tim favorit lainnya, seperti AS Monaco juga baru akan bermain pada saat menjamu Montpellier.



Source: Olympique Marseille Membungkam Evian Thonon Gaillard
Selengkapnya Olympique Marseille Membungkam Evian Thonon Gaillard

Paris Saint Germain Grogi Menuju Gelar Ligue 1

Paris Saint Germain Grogi Menuju Gelar Ligue 1

Paris Saint Germain kelihatan sangat tegang semalam, walaupun mereka sesungguhnya hanya butuh kemenangan atas Valenciennes di Stade Parc des Princes, Les Parisiens justru bermain sangat buruk untuk menghasilkan pertandingan berakhir seri 1-1. Bintang-bintang mahal kelas dunia milik PSG seperti Zlatan Ibrahimovic, Thiago Silva, Ezequiel Lavezzi, Jeremy Menez, Javier Partore, Kevin Gameiro, Blaise Matuidi, hingga Gregory van der Wiel terlihat sangat gugup dan tegang.


zlatan-ibrahimovicKetegangan juga terlihat di wajah Pelatih Carlo Ancelotti. Akibatnya, PSG nyaris kalah 0-1 jika Alex da Costa, yang menggantikan Menez di babak kedua, tak mencetak gol saat waktu normal menyisakan tujuh menit. Tidak hanya itu, kekecewaan juga masih ditunjukkan Ibrahimovic seusai pengadil Alexandre Castro meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Bukannya berjabat tangan dengan sang pengadil, Ibrahimovic justru mengajak debat.


Pengadil yang merasa terusik dengan argumentasi-argumentasi penyerang asal Sweden keturunan Bosnia-Herzegovina itu pun langsung memberi hadiah berupa kartu kuning. Pemain PSG terlihat tegang. Mereka tidak sabar untuk menjadi juara Ligue 1. Harus diingat, Paris Saint Germain sudah menanti hal itu dengan waktu yang sangat lama. Musim inilah yang menjadi peluang besar mereka untuk menamatkan penantian panjang tersebut. Catatan sejarah menunjukkan, kali terakhir PSG sukses menjadi yang terbaik di Negeri Prancis adalah pada musim 1993/1994.


Ketika itu, David Ginola dkk berjaya mengungguli Olympique Marseille di klasemen akhir Ligue 1. Itu adalah gelar kedua PSG selepas yang pertama dihasilkan pada musim 1985/1986. Selain dua gelar juara, PSG juga pernah tujuh kali menjadi runner-up, yaitu 1988/1989, 1992/1993, 1995/1996, 1996/1997, 1999/2000, 2003/2004, 2011/2012. Jadi, dengan keputusan seri atas Valenciennes, gelar PSG baru boleh ditentukan minggu depan. Syaratnya, mereka berjaya mengalahkan Olympique Lyon di Stade Gerland.


Jika menang, poin yang dimiliki PSG (77) tidak akan mungkin terkejar Marseille di sisa dua pertandingan terakhir. Sebaliknya, bila kembali kalah atau seri, persaingan akan semakin ketat. Sebab, satu hari sebelum PSG melawan Lyon, Marseille akan menjamu Toulouse.


 



Source: Paris Saint Germain Grogi Menuju Gelar Ligue 1
Selengkapnya Paris Saint Germain Grogi Menuju Gelar Ligue 1

Nasri Isyaratkan Hengkang Dari City

Nasri Isyaratkan Hengkang Dari City

Samir Nasri kemungkinan hengkang dari Manchester City (Man City) akhir musim nanti. Perpisahan di depan mata lantaran relasi gelandang serang asal Prancis tersebut dengan Pelatih Roberto Mancini semakin buruk.


Nasri terang-terangan mengkritik Mancini di media massa. Dia menyatakan arsitek asal Italia itu bukanlah pelatih terbaik yang pernah membimbingnya. Nasri dengan tegas menyatakan Mancio, sapaan Mancini, masih kalah kualitas dari Nakhoda Arsenal Arsene Wenger. Menurut dia, cuma Wenger yang ada dalam hatinya, bukan Mancini. Wenger adalah pelatih terhebat yang pernah membina Nasri.


Wenger merupakan sosok pelatih yang paling mengerti Nasri dan membuatnya menyadari potensi diri. Pemain kelahiran Marseille, Prancis, 26 Juni 1987, itu pernah dalam naungan Wenger selama tiga musim (2008-2011) di Arsenal. Selama membela klub London Utara itu, dia mengaku tidak pernah merasakan masalah serius. Pasalnya, Wenger selalu membantu mencari solusi jika ada pemainnya yang mengalami kendala. Antara pelatih dan pemain terjalin saling pengertian. Hal itu tidak terjadi ketika berlabuh di Etihad Stadium.


Nasri membeberkan tidak pernah mengerti apa yang dipikirkan Mancini. Sepertinya Mancini kurang fasih dengan bahasa Inggris. mancini-mcMungkin karena itu pula apa yang diucapkannya sulit dimengerti oleh para pemain menurut Nasri. Sindiran itu merupakan bentuk pembalasan Nasri kepada Mancini. Pasalnya, mantan nakhoda Inter Milan itu pernah mengeluarkan kritik menyakitkan.


Mancini sempat menyebut Nasri tidak profesional lantaran hanya mengeluarkan 50% kemampuannya untuk Man City. Lebih lanjut Mancini pernah berceloteh ingin memukul wajah Nasri. Itulah yang membuat Nasri kesal. Mantan pemain Olympique Marseille itu merasa harga dirinya sebagai pesepak bola profesional dilecehkan.


Ia mengaku sangat bersedia dikritik. Tapi, tidak benar jika dirinya hanya mengerahkan separuh kemampuan untuk Man City. Nasri juga mengecam petinggi Arsenal, khususnya Big Boss Stan Kroenke. Dia menilai Kroenke membuatnya terpaksa pindah ke Man City karena ingin mendapatkan uang besar. Maklum, saat itu dia ditawar seharga 35 juta pounds pada 2011.



Source: Nasri Isyaratkan Hengkang Dari City
Selengkapnya Nasri Isyaratkan Hengkang Dari City

Lyon Pesimis Raih Gelar

Lyon Pesimis Raih Gelar

Lyon membutuhkan kerja lebih keras plus sedikit naungan dewi fortuna karena telah tertinggal delapan poin dari pemuncak klasemen Paris Saint Germain (PSG) dan satu poin atas runner-up Olympique Marseille, berat bagi Les Gones untuk finis di posisi paling atas. Musim ini, Ligue 1 tinggal menyisakan delapan pertandingan. Dengan persaingan ketat dan stabilitas yang ditunjukkan PSG maupun Marseille.


olympique-lion-image-04-42013


Apalagi, dari delapan pertandingan sisa, Lyon masih akan menghadapi PSG. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stade Gerland, 15 Mei, atau tiga pekan sebelum Ligue 1 finis. Lyon  memang kalah (dari Sochaux). Namun, Lyon tidak akan menyerah begitu saja. Secara matematika peluang Lyon masih ada. Apalagi di sepak bola segala hal bisa terjadi. Tidak ada yang mustahil di olahraga ini.


Ia masih percaya dengan mentalitas dan kemampuan para pemain. Permainan gemilang sebenarnya sukses dipertonton kan para punggawa Lyon. Terbukti, Lisandro Lopez dkk sukses menguasai jalannya pertandingan dengan ball possessionmencapai 61%. Selain itu, para pemain di lini depan Lyon juga mampu menciptakan 22 peluang. Sayang, serangan mereka tidak mampu membuahkan hasil yang manis.


Sebaliknya bagi Sochaux, hasil positif ini menjadi kemenangan pertama mereka setelah memetik hasil imbang dua kali dan kekalahan tiga kali dalam lima pertandingan terakhir. Atas kemenangan ini, Sochaux kini merangsek ke peringkat 17 dengan torehan 31 poin atau setara dengan Evian TG dan Stade de Reims yang bercokol di peringkat 15 dan 16. Tentu saja kegagalan Lyon memetik poin dari Sochaux dimanfaatkan Marseille dengan menyodok ke peringkat 2. Mereka sukses mengecundangi Nice 1-0 di Stade Municipal du Rey. Itu adalah kemenangan pertama Marseille setelah pada dua laga Ligue 1 sebelumnya bermain imbang tanpa gol dengan Lyon dan Ajaccio.


Masih ada delapan pertandingan lagi. Segala hal masih bisa terjadi. Lyon masih mungkin menggusur PSG di puncak klasemen, tapi juga bisa terjun ke posisi bawah. Karena itu, yang saat ini harus dilakukan para pemain adalah selalu fokus ke pertandingan. Bermain dengan sungguh-sungguh wajib dilakukan hingga kompetisi berakhir.



Source: Lyon Pesimis Raih Gelar
Selengkapnya Lyon Pesimis Raih Gelar

Beckham Anggap Paris Rumahnya Yang Kedua

Beckham Anggap Paris Rumahnya Yang Kedua

David Beckham yang merupakan pemain berasal dari Inggris ini masih belum genap satu bulan lamanya ada di dalam lingkungan tim Paris Saint Germain, akan tetapi dirinya telah merasa betah ada di dalam tim yang berasal dari ibu kota Prancis itu. Pemain yang akrab disapa dngan nama Becks itu pun baru saja mengemas dua permainan bersama Paris Saint Germain. Di dalam pertandingan debutnya, ayah dari 4 anak itu bermain ketika Paris Saint Germain bertarung dengan Olympique Marseille pada Minggu yang lalu dan juga mengawali laga dari bangku cadangan saja.

david-beckham-image-02-03-2013

Akan tetapi tidak hanya di dalam permainan yang keduanya kala kembali berhadapan dengan Olympique Marseille di dalam kancah yang tak sama beberapa waktu yang lalu, yaitu kancah Coupe de France. Pemain yang merupakan sang mantan kapten dari tim nasional Inggris itu pun bermain sebagai seorang starter, walaupun hanya sudah bermain selama 85 menit saja sebelum akhirnya posisinya digantikan oleh Christophe Jallet di dalam pertandingan itu.

Bergabung bersama dengan Paris Saint Germain, Beckham merasa tak salah di dalam memilih tim skearang ini. hal itu dikarenakan bahwa ia merasa bahwa Paris Saint Germain sekarang ini sudah berkembang jadi sebuah tim yang besar dan juga bakal jadi salah satu klub yang snaggup untuk memperlihatkan jati diri yang ia miliki di dalam lingkup yang jauh lebih luas lagi.

Kontribusi yang dimiliki oleh David Beckham selama bermain bersama dengan Paris Saint Germain juga memperoleh sebuah apresiasi yang snagat baik dari sang arsitek yaitu Carlo Ancelotti. Anceloti telah menyatakan beberapa waktu yang lalu bahwa Beckham tetap mempunyai permainan yang begitu apik. Seperti biasa, operan yang diberikan pun juga luar biasa hebat. Bersama dengan Blaise Matuidi di baris tengah, mereka begitu hidup. Beckham tetap mampu untuk memperlihatkan bahwa dirinya masih sanggup untuk bermain walaupun sekarang ini usianya telah mencapai angka 37 tahun.


Source: Beckham Anggap Paris Rumahnya Yang Kedua
Selengkapnya Beckham Anggap Paris Rumahnya Yang Kedua

Beckham Menurut Kawan Setimnya

Beckham Menurut Kawan Setimnya

David Beckham yang merupakan salah satu pemain mega bintang yang berasal dari Inggris baru saja mengawali debut manisnya bersama dengan timnya yang baru yaitu Paris Saint Germain, kala mereka menjalani sebuah pertandingan yang berhadapan dengan Olympique Marseille beberapa waktu yang lalu. Debut yang sangat manis itu pun dirasakan oleh ayah dari empat orang anak itu dalam pertandingan itu.

david-beckham-psgParis Saint Germain sendiri berhasil untuk memenangi laga itu dengan hasil akhir dua gol tanpa balas. Pemain yang memang akrab disapa dengan nama Becks itu pun baru memulai laga di dalam 15 menit yang terakhir, atau lebih tepatnya di dalam menit 76 untuk menggantikan posisi dari pemain gelandang yang berasal dari Argentina yaitu Javier Pastore.

Kemenangan dari skuad yang dididikan oleh pelatih kawakan yaitu Carlo Ancelotti itu juga tak dapat dilepaskan dari peran vital yang dimaikan oleh David Beckham yagn sukses untuk membuat sebuah kerja sama yang sangat apik dengan Jeremy Menez sebelum akhirnya mengirimkan sebuah operan tarik kepada Zlatan Ibrahimovic. Peran yang dimiliki oleh Beckham di atas lapangan hijau itu pun mendapatkan berbagai apresiasi yang sangat luar biasa dari salah satu pemain Paris Saint Germain yaitu Mathieu Valbuena.

Valbuena telah menyatakan seperti yang dikabarkan oleh pihak Master Agen Bola beberapa waktu yang lalu bahwa David Beckham sudah berhasil untuk memperlihatkan kelas yang ia miliki di dalam laga yang sudah ia jalani itu. Pada umurnya yang kini telah mencapai angka 37 tahun, ia tetap mempunyai sebuah kualitas teknik seperti waktu yang dulu, ia tetap menjaga hal itu. Operan yang ia lakukan pun juga begitu indah. Ia pun juga yakin bahwa Beckham akan memberi keberhasilan untuk Paris Saint Germain.

Di luar kontribusi yang diberikan oleh Beckham kala berlaga di atas lapangan, ia pun juga kagum kepada Beckham sebab sifat kemanusiaan yang dimiliki oleh Beckham yang tinggi guna menolong sesama di dalam berbagai kegiatan amal.


Source: Beckham Menurut Kawan Setimnya
Selengkapnya Beckham Menurut Kawan Setimnya