Showing posts with label prancis. Show all posts
Showing posts with label prancis. Show all posts

Brasil Optimisme Tatap Konfederasi 2013

Brasil Optimisme Tatap Konfederasi 2013

Brasil optimisme tatap Konfederasi 2013 ini. Secara perlahan tapi pasti, Selecao pun berhasil menemukan bentuk permainan yang terbaik. 3 buah gol kemenangan Brasil atastim nasional Prancis yang masing-masing disumbangkan oleh Oscar, Hernanes, dan juga eksekusi penalti Lucas Moura menjadi torehan berharga bagi Pelatih Luis Felipe Scolari. Maklum saja, ini adalah kemenangan ke 2 yang diraihnya sejak menggantikan Mano Menezes pada tanggal 28 November 2012 lalu.


Brasil sebelum dari 6 pertandingan terakhir ini, memang hanya mampu meraih satu kali hasil kemenangan saja, yang dipetiknya dengan brasil-confperolehan skor akhir 4-0 atas Bolivia pada tanggal 7 April lalu. Kesuksesan ini juga menjadi  babak akhir dari uji coba yang sempurna sebelum tampil di Piala Konfederasi 2013. Selain itu, keberhasilan Brasil dalam mengalahkan Perancis sekaligus juga menjadi kemenangan pertama dari Selecao atas juara Piala Dunia 1998 sejak tahun 1992 lalu, dan sukses mengakhiri puasa gol Selecaodalam tiga pertemuan terakhir dengan Les Bleus ini.


Selecao memang masih harus bekerja lebih keras lagi dan juga membutuhkan waktu untuk menjadi tim yang lebih baik ke depannya. Bermain di Arena Do Gremio, Porto Alegre, Brasil yang tak ingin mengecewakan para fansnya itupun langsung berinisatif dengan menyerang dan terus menekan. Akan tetapi, pada babak pertama tidak ada satu golpun yang tercipta.


Sementara memasuki babak kedua, Selecao makin bermain dengan menekan dan kerja keras Selecao pada akhirnya membuahkan hasil setelah Oscar mencetak gol pada menit ke 54. Masuknya Hernanes yang kemudian menggantikan Luis Gustavo pada menit ke 81 mampu memberikan keuntungan besar bagi Brasil. Pemain yang berasal dari Lazio itupun makin memperbesar keunggulan pada menit ke 85.


Pelanggaran keras yang dilakukan oleh pemain Prancis, yakni Mathieu Debuchy kepada Marcelo di kotak penalti pada menit 90+3 makin membuat LesBleus terpuruk saja. Moura yang menjadi eksekutor itu sukses menjalankan tugasnya dengan maksimal. Optimisme juga dilontarkan oleh pemain bintang muda Brasil, Neymar. Ia pun menilai bahwa kemenangan dengan skor meyakinkan atas Prancis tersebut membuat timnya semakin percaya diri untuk tampil di Piala Konfederasi.



Source: Brasil Optimisme Tatap Konfederasi 2013
Selengkapnya Brasil Optimisme Tatap Konfederasi 2013

Suarez Bawa Kemenangan Uruguay Atas Prancis

Suarez Bawa Kemenangan Uruguay Atas Prancis

Suarez bawa kemenangan Uruguay atas Prancis. Uruguay melakukan persiapan untuk menyambut Piala Konfederasi dengan mengundang juara dunia Piala Dunia 1998, Prancis di laga persahabatan yang berlangsung di Estadio Centenario. Sementara Prancis, menjalani tur pramusim mereka ke benua Amerika dengan meladeni tuan rumah Uruguay yang juga juara Copa America 2011 lalu. Di sini, tim Ayam Jantan menampilkan wajah-wajah baru, salah satunya adalah Elliaquim Mangala yang bermain di Porto II.


Tim tuan rumah langsung mendapatkan peluang besar, melalui Martin Caceres di menit ke-10. Memanfaatkan umpan kiriman dari Diego bendera-uruguayForlan, namun Caceres sepakannya terlalu tertinggi, bola melayang tipis di atas mistar Steve Mandanda. Menit ke-16, Uruguay kembali mendapatkan peluang, yang ali ini didapat oleh Edinson Cavani. Kesempatan kedua yang dimiliki tuan rumah pun juga sirna, setelah sepakan pemain Napoli itu terlalu lemah, sehingga dengan mudah diamankan oleh Mandanda.


Prancis baru mendapatkan peluang pertamanya saat menit menginjak usia 21. Bola indah hasil umpan dari Gourcuff disambut oleh Matuidi, yang sayangnya masih melayang di atas mistar gawang Muslera. Skor 0-0 ini bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, pelatih Uruguay, Oscar Tabarez, melakukan beberapa pergantian pemainnya. Salah satunya Forlan digantikan oleh Luis Suarez demi bisa mempertajam daya gedor, serta bek Diego Lugano digantikan oleh Andres Scotti.


Terbukti lima menit baru berada di lapangan, Suarez memecah kebuntuan dengan mencetak gol perdana di laga ini. Pemain Liverpool itu melewati beberapa punggawa Prancis, termasuk kiper Mandanda, untuk menjebol gawang Ayam Jantan. Skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah. Perancis merespons gol Suarez dengan melakukan beberapa pergantian pemain. Pelatih Didier Deschamps terpaksa mengganti Olivier Giroud untuk memasukkan Bafetimbi Gomis.


Menit ke-79, Prancis terus mengurung pertahanan tuan rumah, sekaligus mengancam gawang Uruguay. Tendangan keras Matuidi dari luar kotak penalti, mampu ditepis oleh Muslera dan hanya menghasilkan tendangan penjuru. Keasyikan menyerang, gawang Prancis dikejutkan dengan serangan balik yang dilakukan tuan rumah pada menit ke-82. Beruntung, peluang tersebut masih bisa digagalkan oleh Mandanda. Skor tetap untuk keunggulan Uruguay 1-0 hingga akhir laga.



Source: Suarez Bawa Kemenangan Uruguay Atas Prancis
Selengkapnya Suarez Bawa Kemenangan Uruguay Atas Prancis

Spanyol Kudeta Posisi Juara Grup Yang Dihuni Prancis

Spanyol Kudeta Posisi Juara Grup Yang Dihuni Prancis

Pedro Rodriguez menjadi pahlawan kemenangan Spanyol lewat gol semata wayangnya. Kemenangan ini tak hanya memastikan posisi puncak klasemen grup, tapi menaikkan mental La Furia Roja yang sempat dihujani kritik soal gaya permainan yang dinilai mulai usang. Apalagi, dalam dua laga terakhir sebelum kemenangan di Stade de France, tim Matadorhanya mengemas dua poin, hasil imbang 1-1 kontra Prancis dan saat menjamu Finlandia, juga dengan skor 1-1.


Dua hasil itu pula yang membuat La Furia Roja dilengserkan Prancis. Namun, Spanyol kembali merebutnya di Paris. Kini, La Furia Rojamengemas 11 poin, unggul satu angka atas Prancis di peringkat 2. Sementara Georgia, Belarus, dan Finlandia masing-masing bertengger di peringkat 3, 4, dan 5 dengan poin 4, 3, dan 2. Gol Pedro seolah menjadi momentum kembalinya juara Piala Eropa 1964, 2008, dan 2012, serta Piala Dunia 2010 itu ke trek yang benar.


Bagi Pedro, gol tersebut merupakan gol ke-12 dalam 26 laga sejak berkostum La Furia Rojapada 20 Mei 2010. Gol-gol Pedro memang kerap datang pada momen-momen krusial. Melawan Prancis, gol Pedro tercipta setelah sukses menyambar umpan silang Nacho Monreal pada menit ke-58. Pada Kualifikasi Piala Dunia 2014, empat dari delapan gol Spanyol merupakan sumbangan Pedro. Sejauh ini penyerang Barcelona kelahiran Santa Cruz de Tenerife, Spanyol, 28 Juli 1987, itu telah mencetak 10 gol dalam delapan laga. Dia menilai kemenangan atas tim Ayam Jantan membuktikan kedewasaan pemainnya. Berlaga di Paris bukan perkara mudah. Terbukti, Bosque mengaku timnya kesulitan mendobrak pertahanan Les Bleus. Bahkan, tim Matador merasa terjebak karena tidak bisa mengubah skema permainan. Spanyol pun sulit menambah gol, kendati Prancis harus bermain dengan 10 orang setelah gelandang muda Paul Pogba diusir wasit seusai mendapatkan dua kartu kuning.


Kartu kuning pertama Pogba pada menit ke-77 setelah berduel udara dengan Alonso dan kartu kuning kedua diterima semenit kemudian karena wasit asal Hungaria Viktor Kassai menilai Pogba menjejak kaki Xavi. Del Bosque lega dewi fortuna masih berpihak kepada Spanyol. Dia mengatakan sangat penting bagi timnya mendapatkan tiga poin. Bukan hanya perebutan posisi, tapi kemenangan juga penting untuk mendongkel kepercayaan diri pasukannya yang sempat diragukan banyak orang. Sementara Prancis tak percaya atas kekalahan timnya. Sebab, Les Bleus banyak melakukan tembakan ke gawang. Pelatih Prancis, Didier Deschamps juga merasakan hal yang sama. Dia menilai tim Ayam jantan seharusnya bisa mempermalukan Spanyol.



Source: Spanyol Kudeta Posisi Juara Grup Yang Dihuni Prancis
Selengkapnya Spanyol Kudeta Posisi Juara Grup Yang Dihuni Prancis

Prancis Makin Semangat Bertemu Spanyol

Prancis Makin Semangat Bertemu Spanyol

Prancis tak kecil hati kendati menjamu juara dunia dan Eropa Spanyol pada Kualifikasi Grup I Piala Dunia 2014 Zona Eropa di Stade de France, dini hari nanti.  Meski secara usia dan pengalaman Les Bleus lebih muda ketimbang timnas Spanyol, pasukan Didier Deschamps yakin bisa mengalahkan tamunya itu. Skuad Prancis saat ini dibanjiri darah muda. Deschamps lebih memilih pemain belia bertalenta dalam skuadnya saat ini. Hanya tiga orang yang berusia 30 tahun ke atas, selebihnya rata-rata berusia 26 tahun, 5 bulan. Pemain yang dianggap sesepuh di tubuh Les Bleus hanyalah duo bek Patrice Evra, 31, dan Rod Fanni, 31, serta kiper Mickael Landreau, 33.
paul-pogba-mencoba-menahan-xavi
Di antara pemain muda itu ada lima yang masih berusia 23 tahun ke bawah, sebut saja Mamadou Sakho, 23; Moussa Sissoko, 23; Mapou Yanga-Mbiwa, 23; Paul Pogba, 20;dan Raphael Varane, 19. Fakta ini menunjukkan, Deschamps tengah mencoba meremajakan Prancis. Ini sesuai permintaan publik. Sebelumnya, disinyalir terpuruknya prestasi Negeri Ayam Jantan di pentas internasional karena banyaknya pemain tua. Terbukti, mungkin hanya Franck Ribery dan Evra yang dinilai sebagai angkatan senior pada pertandingan nanti.

Situasi ini sedikit bertolak belakang dengan Spanyol. La Furia Roja, julukan Spanyol, masih memprioritaskan generasi emas. Skuad yang telah menghasilkan dua Trofi Piala Eropa dan satu Piala Dunia. Pelatih Vicente del Bosque kali ini membawa enam pemain yang sudah berusia kepala tiga. La Furia Roja masih ditemani Xavi Hernandez, Pepe Reina, Xabi Alonso, David Villa, Victor Valdes, dan Alvaro Arbeloa. Lebih lanjut, mayoritas usai pemain lainnya berkisar 28 tahun 2 bulan.

Meski menghadapi tim senior nan berpengalaman, Deschamps justru tidak terlihat melakukan persiapan khusus untuk menghadapi Negeri Matador. Mereka tetap memakai strategi standar yang digunakan selama Kualifikasi Piala Dunia 2014.  Karena itu, Deschamps meminta armadanya untuk bermain seperti biasa. Sebab, mengubah gaya permainan belum tentu membuahkan hal positif. Faktanya, pola permainan yang diterapkan berfungsi baik. Prancis tidak pernah kalah selama menjalani empat pertandingan, dengan rincian tiga kali menang dan sekali imbang. Deschamps tetap optimistis pasukannya bisa mengimbangi Spanyol sekalipun tanpa persiapan khusus.  Keyakinan itu muncul lantaran Prancis terus berkembang setelah dipermalukan armada Del Bosque saat Piala Eropa 2012. Terbukti, mereka bisa menahan imbang 1-1 pada pertemuan berikutnya.


Source: Prancis Makin Semangat Bertemu Spanyol
Selengkapnya Prancis Makin Semangat Bertemu Spanyol

Spanyol Anggap Lawan Finlandia Sebagai Gladiresik

Spanyol Anggap Lawan Finlandia Sebagai Gladiresik

Laga Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2014 yaitu Spanyol melawan Finlandia, hari ini, jadi pemanasan ideal bagi Spanyol sebelum bertemu Prancis, Selasa (26/3). Kemenangan wajib dipetik demi mempertahankan keunggulan atas rival.
del-bosque-spanyol-22-03-2013
Saat ini, Spanyol dan Prancis hanya dipisahkan produktivitas gol dari tiga pertandingan yang sudah dilakoni. Keuntungan Spanyol sangat berarti sebelum mengunjungi Negeri Anggur, pekan depan. Sebab, hanya satu tim yang lolos otomatis ke Brasil. EntrenadorVicente del Bosque pun menekankan pentingnya tiga angka dari Finlandia. Sosok berusia 62 tahun itu meminta pasukannya fokus pada pertandingan di Estadio Municipal El Molinon. Sebab, meremehkan Finlandia dan terlalu memikirkan Prancis dapat berakibat fatal terhadap kinerja tim.

Spanyol memiliki tim yang sehat dan siap tempur untuk melakoni pertandingan melawan Finlandia dan Prancis. Ia yakin para pemain akan memberikan kemampuan terbaik dan fokus saat berhadapan dengan Finlandia. Namun, Spanyol sadar bahwa pertandingan tidak akan berjalan mudah. Spanyol harus bekerja keras memastikan kemenangan. Pada pertandingan nanti, Del Bosque kemungkinan tidak mengambil risiko dengan menurunkan pemain yang cedera. Artinya, gelandang Xavi Hernandez dan Xabi Alonso hampir pasti diistirahatkan agar benar-benar fit menghadapi Prancis.

Absennya dua pemain krusial itu bisa menciptakan masalah bagi tim lain. Namun, tidak untuk La Furia Roja, julukan Spanyol. Sebab, mereka memiliki banyak pemain bertalenta, mulai Andres Iniesta, Santi Cazorla, sampai David Silva. Selain lini tengah, Del Bosque juga mesti menentukan siapa pengganti Iker Casillas di pos penjaga gawang. Untuk masalah ini, dia dapat memilih di antara Victor Valdes, Pepe Reina, dan David de Gea. Reina lebih berpengalaman di level internasional dengan mengantongi 26caps, berbanding 11 milik Valdes. Namun, Reina kerap absen musim ini.

Dia juga baru pulih cedera betis. Sementara De Gea belum pernah tampil bersama tim nasional senior. Di luar dua masalah itu, Del Bosque tidak punya problem lain. Walau kehilangan beberapa pemain andalan, La Furia Rojatetap memiliki peluang besar untuk menaklukkan Finlandia. Tim tamu sadar akan hal itu. Tapi, Finlandia enggan mengibarkan bendera putih. Pasukan Mixu Paatelainen ini bertekad merepotkan lawan.


Source: Spanyol Anggap Lawan Finlandia Sebagai Gladiresik
Selengkapnya Spanyol Anggap Lawan Finlandia Sebagai Gladiresik

Karim Benzema Buat Kontroversi

Karim Benzema Buat Kontroversi

Karim Benzema buat kontroversi dan kemungkinan akan menerima cemoohan dari publik sendiri saat Prancis menjamu Georgia. Itu karena dia menyatakan menolak menyanyikan lagu kebangsaan.

Benzema dipastikan mengisi lini depan ketika meladeni Georgia di Stade de France. Kemampuan penyerang Real Madrid itu dalam mencetak gol tidak perlu dipertanyakan lagi. Namun, bukan berarti Benzema bakal disukai publik. Bisa jadi dia justru dicemooh dan dimusuhi pendukung sendiri. Itu karena pemain berusia 25 tahun kelahiran Lyon itu dinilai tidak punya rasa nasionalisme.

karim-benzema-image-22-03-2013

Itu terbukti dari keengganannya menyanyikan lagu kebangsaan La Marseillaise. Saat diwawancarai, ia menyatakan bahwa dirinya memang warga Prancis. Tapi, tidak ada yang bisa memaksa dirinya untuk menyanyikan lagu kebangsaan La Marseillaise(saat seremoni sebelum kick-off). Ia merasa dirinya tidak perlu menyanyikannya di depan publik. Komentar Benzema jelas menimbulkan kecaman.

Dia dianggap melecehkan negerinya sendiri. Sebab, menyanyikan lagu kebangsaan menjadi bukti kecintaan dan kesetiaan seseorang terhadap tanah kelahirannya. Sebagai warga Prancis, mantan pemain Olympique Lyonnais itu seharusnya bersedia memenuhi kewajibannya. Muncul teori mengapa Benzema berbuat demikian. Itu karena dia tidak murni berdarah Prancis. Dia merupakan keturunan Aljazair.

Kakek serta ayahnya berasal dari sana. Ibunya yang lahir di Lyon juga sebenarnya imigran Iran, kawasan yang terletak di pinggiran Aljazair. Apa pun alasannya, hal itu memicu kemarahan sejumlah warga Prancis. Bahkan, organisasi bernama The French National Front meminta agar Benzema dicoret dari timnas Prancis untuk selamanya, terkecuali jika dia mau menyanyikan lagu kebangsaan.

Uniknya, Benzema tetap kukuh dengan pendiriannya. Dia mengklaim punya alasan sendiri. Dia menilai lirik lagu La Marseillaise berbau diskriminasi karena berisi sentimen kaum tertentu. Selain itu, dia juga mengikuti jejak para seniornya yang juga menolak menyanyikan lagu kebangsaan, seperti Zinedine Zidane dan Michel Platini.

Zinedine Zidane tidak pernah menyanyikan lagu kebangsaan. Dan ia juga melihat banyak fans yang tidak menyanyikan lagu kebangsaan. Memang benar kata Benzema, Zidane tidak pernah terlihat menyanyikan lagu kebangsaan. Bibirnya selalu rapat selama prosesi pelantunan lagu. Hal serupa dilakukan Platini. Legenda hidup sepak bola Prancis itu baru menyanyikan lagu kebangsaan saat final Piala Dunia 1998.


Source: Karim Benzema Buat Kontroversi
Selengkapnya Karim Benzema Buat Kontroversi

Laga Berat Menanti Timnas Prancis

Laga Berat Menanti Timnas Prancis

Laga berat menanti Timnas Prancis yang akan segera bertemu dengan sang juara dunia sekaligus sang juara bertahan Piala Eropa, Spanyol. Pelatih Prancis Didier Deschamps dibuat pening lantaran harus menentukan pemain inti untuk menghadapi Georgia sebelum bentrok dengan Spanyol. Prancis baru meladeni Spanyol, Selasa (26/3), di Stade de France. Sebelum itu, Les Bleus bakal menjamu Georgia, Jumat (22/3), di tempat yang sama. Tapi, pertandingan akhir pekan nanti bakal memengaruhi Karim Benzema dkk saat menghadapi juara Eropa dan dunia tersebut.
spain-vs-france-21-03-2013
Padahal, big match kontra Spanyol bakal menentukan siapa yang berhak menjadi pemimpin klasemen sementara Grup I. Maklum, Prancis dan Spanyol sama-sama mengumpulkan tujuh angka hasil dua kemenangan dan sekali imbang. Prancis pun sudah pernah merasakan kehebatan Spanyol ketika bermain imbang 1-1 saat bertemu 17 Oktober lalu. La Furia Roja, julukan Spanyol, bukanlah tim yang bisa dihadapi tanpa kekuatan penuh. Tak heran bila Deschamps dilematis. Dia masih bimbang apakah tetap menurunkan pilar utamanya saat bersua Georgia atau tidak.

Masalah muncul lantaran ada sejumlah amunisinya yang berpotensi absen kontra Spanyol jika diturunkan menghadapi Georgia. Gelandang Blaise Matuidi, Yohan Cabaye, Maxime Gonalons, dan bek Laurent Koscielny bisa kena skorsing bila sekali lagi menerima kartu kuning.

Kecemasan Deschamps cukup beralasan. Matuidi belakangan tampil mengesankan bersama Paris Saint- Germain (PSG) pada musim ini. Dia juga terus memberi kontribusi penting setiap kali membela Prancis. Sialnya, cukup riskan jika Matuidi diparkir ketika bertemu Georgia. Selain itu, Deschamps juga enggan menganggap remeh lawan. Sebab, armada Temuri Ketsbaia itu cukup merepotkan. Terbukti, mereka hanya kalah 0-1 kala dijajal Spanyol. Artinya, Prancis bisa saja kehilangan angka.

Beruntung Deschamps bisa mengistirahatkan Cabaye (Newcastle United). Itu karena Paul Pogba selaku penggantinya bisa diandalkan. Personel Juventus itu punya tendangan dahsyat dan bisa mencetak gol dari jarak jauh. Intinya, dia sangat berguna melawan tim yang fokus bertahan seperti Georgia. Prancis harus menundukkan Georgia agar kans mendompleng Spanyol tetap terbuka. Soalnya, Negeri Matador dipercaya akan memetik hasil positif saat menjamu Finlandia.


Source: Laga Berat Menanti Timnas Prancis
Selengkapnya Laga Berat Menanti Timnas Prancis

Ben Arfa Merindukan Trofi Untuk The Toon

Ben Arfa Merindukan Trofi Untuk The Toon

Ben Arfa yang merupakan pemain Newcastle United ini mengatakan bahwa  asa yang dimiliki oleh pihak Newcastle United mendapatkan gelar di dalam musim kali ini masih tersisa di dalam kancah Liga Eropa musim ini. harapan itu tak ingin disia-siakan lagi oleh salah satu punggawa andalan mereka yang bernama Hatem Ben Arfa. Di dalam saat asa guna mejadi jawara Liga Inggris terlalu mustahil diperoleh di dalam musim kali ini, akan tetapi Ben Arfa merasa bahwa Liga Eropa adalah sebuah jalan yang paling realistis yang masih dapat ia peroleh saat ini.

Ben Arfa telah menyatakan bahwa ia sangat yakin mereka dapat memperoleh gelar di musim kali ini. mereka pun juga akan sanggup untuk menjadikan musim kali ini jadi jauh lebih baik lagi.

French forwards Hatem Ben Arfa (R) and Jeremy Menez gesture as they attend the International friendly football match Norway vs. France on August 11, 2010 at the Ullevaal stadium in Oslo. Norway won 2-1. AFP PHOTO / BERTRAND GUAY (Photo credit should read BERTRAND GUAY/AFP/Getty Images)

Pemain yang memang memiliki darah Perancis itu pun juga sudah menyatakan bahwa ia sangat ingin memperoleh gelar di sana yang sangat membanggakan. Ia juga ingin merasakan pengalaman yang terbaik di dalam masa karier sepak bola yang ia miliki. di sana ia pun juga mendapatkan sebauh pengalaman yang sangat indah. Semua sesuatu yang mendukung untuk hal itu pun juga ada di sana. Stadion yang sangat mewah, infrastruktus, para fans yang sangat menyenangkan dan juga membanggakan, dan juga para pemain yang sangat tangguh. Semua hal itu pun ada di dalam Newcastle United.

Selain itu, Ben Arfa pun juga sudah menyatkaan bahwa ikatan yang sangat erat dengan arsitek Newastle United yaitu Alan Pardew menjadikan dirinya ingin membuktikan bahwa ia layak untuk diandalkan jadi pemain yang sanggup mengemban tugas dengan sangat baik.

Menurut Ben Arfa, mereka mempunyai hubungan yang sangat baik. Ia memberi dirinya banyak sekali tanggung jawab, ia melakukan hal itu pun juga bertahap. Maka dari itu ia tahu dengan persis bagaimana cara guna memperlakukan diriay agar bisa jadi pemain yang terbaik. Ia ingin memberi gelar bagi Newcastle United.


Source: Ben Arfa Merindukan Trofi Untuk The Toon
Selengkapnya Ben Arfa Merindukan Trofi Untuk The Toon