Showing posts with label UEFA. Show all posts
Showing posts with label UEFA. Show all posts

Franck Ribery Diunggulkan Meraih Ballon d"Or

Franck Ribery Diunggulkan Meraih Ballon d

Franck Ribery yang sukses menunjukkan performa gemilangnya untuk memperkuat Bayern Munich pun diunggulkan untuk mendapatkan penghargaan bergengsi Ballon d’Or. Ya, hal itu diutarakan oleh salah satu legendari estim nasional Jerman, yaitu Gunter Netzer yang memprediksikan hal tersebut. Belum lama ini, Ribery memang berhasil mendapatkan gelar pemain terbaik di Eropa dalam event yang berlangsung di Monte Carlo tersebut. Winger yang berasal dari Prancis itu sukses mengalahkan Lionel Messi dan juga Cristiano Ronaldo.
franck-ribery-banner-04-09-2013
Franck Ribery memang menjadi pemain kunci pada saat Bayern Munich meraih gelar juara dalam Liga Champions, Bundesliga, dan DFB Pokal pada musim kemarin. Netzer pun menilai tidak ada yang lebih pantas untuk mendapatkan penghargaan tertinggi di UEFA itu selain Ribery sendiri. Netzer pun mengaku merasa senang karena Franck Ribery terpilih untuk mendapatkan gelar pemain terbaik di Eropa. Menurut pendapatnya, Ribery memang pantas mendapatkan gelar tersebut daripada pemain lainnya, karena ia sudah tampil dengan luar biasa di sepanjang 12 bulan belakangan ini.


Franck Ribery juga dinilai lebih baik daripada Lionel Messi atau juga Cristiano Ronaldo. Ini adalah kali ketiganya UEFA memilih tiga pemain yang berbeda untuk menjadi pemain terbaik. Seperti yang diketahui sebelumnya, UEFA memilih Messi pada musim 2011 dan Andres Iniesta pada musim 2012 kemarin. Akan tetapi, Netzer sendiri merasa yakin jika Ribery sudah pantas untuk mendapatkan gelar Ballon d’Or, yang sebelumnya dimenangkan oleh Messi selama empat tahun beturut-turut.


Menurut penilaiannya, Ribery mampu melanjutkan performa gemilang dengan memenangkan Liga Champions. Seperti yang dikutip dari situs MasterAgenBola yang merupakan agen SBOBet, pria yang sudah memasuki usia 68 tahun ini juga menambahkan, ia merasa dengan hasil kemenangan ini Ribery adalah pemain unggulan untuk mendapatkan pemain terbaik dunia di tahun ini. Menurtunya, akan menjadi sangat mengecewakan bagi Ribery apabila ia tidak mampu memenangkan penghargaan pemain terbaik di Eropa. Namun, dengan gelar yang sudah didapatkannya di tangan, mungkin saja ia akan semakin lebih baik ketimbang di musim lalu.



Source: Franck Ribery Diunggulkan Meraih Ballon d"Or
Selengkapnya Franck Ribery Diunggulkan Meraih Ballon d"Or

FIFPro Menghimbau Pemain untuk Berhati-hati

FIFPro Menghimbau Pemain untuk Berhati-hati

FIFPro (Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional Dunia) menghimbau kepada seluruh pemain di dunia supaya mereka bisa berhati-hati dan berpikir lebih panjang lagi apabila mendapatkan tawaran dari klub Turki, Yunani, dan juga Siprus. Mengapa demikian?Sebab menurut FIFPro, banyak sekali klub-klub pembohong di tiga negara itu, khususnya mereka yang tidak bermain di kompetisi Eropa. Ya, sudah terkuak beberapa kejadian yang menunjukkan klub tidak menepati janjinya kepada pemain yang direkrut.


FIFPro ingin mengingatkan kepada para pemain mengenai perilaku buruk yang ditunjukkan oleh klub-klub di Siprus, Yunani, ataupun Turki. fifpro-worldOrganisasi pemain yang berbasis di Belanda itu juga menambahkan, Siprus adalah negara yang kondisinya ditengarai paling buruk, khususnya dalam empat tahun terakhir ini, menilik banyaknya perselisihan dan pengaduan yang dilayangkan kepada FIFA. Sementara Turki dan Yunani sama-sama berada di urutan kedua.Di ketiga negara itu, jumlah perselisihan yang terjadi antara para pemain dan klubnya hampir meningkat drastic di setiap tahun.


FIFPro pun menegaskan, satu-satunya pengecualian dari klub-klub itu ialah mereka yang bermain di sepak bola Eropa. Sebab untuk itu, mereka harus menerima sistem lisensi resmi terlebih dulu dari klub UEFA yang dapat memperkecil resiko. FIFPro menjelaskan, pada umumnya banyak pemain yang sering mendapat masalah lantaran gajinya tidak dibayar dan terpaksa harus mengadu ke FIFA dan langkah itu justru bisa menghabiskan danayang lebih besar. Pada umumnya, setiap klub akan melakukan berbagai cara untuk bisa merekrut pemain.


FIFPro memberi permisalan, ada sebuah klub pembohong yang menjanjikan gaji besar, tempat tinggal mewah, rencana-rencana menata masa depan yang lebih ambisius, bonus besar dari kontrak mereka, serta bagian dari pembayaran transfer kepada para pemain. Akan tetapi sayangnya, FIFPro menemukan bahwa banyak dari antara klub asal tiga negara tersebut yang tidak dapat menepati janjinya. Pada umumnya, setelah beberapa bulan klub berbalik dengan mengatakan sedang mengalami kesulitan ekonomi. Setelah itu pemain yang bernaung di klub tersebut secara terpaksa harus menanti untuk mendapatkan bayaran yang sudah menjadi haknya itu.



Source: FIFPro Menghimbau Pemain untuk Berhati-hati
Selengkapnya FIFPro Menghimbau Pemain untuk Berhati-hati

UEFA Dicurigai Sengaja Atur El Cassico difinal?

UEFA Dicurigai Sengaja Atur El Cassico difinal?

UEFA memang sangat menantikan laga antara Madrid vs Barcelona. Buktinya, dalam dua musim terakhir, lembaga yang dipimpin Michel Platini itu dicurigai sengaja mengatur skenario agar el clasico terjadi di pertandingan puncak. Musim lalu, usaha mempertemukan Barcelona dan Madrid di final nyaris terjadi. Sayang, rencana indah itu gagal terwujud saat Blaugrana dikandaskan Chelsea di semifinal dan Los Blancos bertekuk lutut di hadapan Bayern Muenchen. Untuk musim ini, keinginan UEFA kembali coba diwujudkan di Wembley karena pada babak 4 besar Barcelona akan menghadapi Bayern dan Madrid bertemu Borussia Dortmund.


UEFA sadar bahwa dengan menghadirkan Barcelona dan Madrid, semua mata akan tertuju ke final Liga Champions. Dengan rivalitas abadi yang dimiliki plus faktor tradisi yang melekat, el clasico akan menghadirkan tontonan berkelas sekaligus uang melimpah. Contohnya, saat semifinal 2010/2011 digelar di Santiago Bernabeu dan Camp Nou, jumlah penonton televisi setara dengan final Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010.


semifinal-liga-champions-2013UEFA melakukan perubahan untuk menjadikan Liga Champions bertransformasi dari ajang mencari keringat menjadi industri olahraga karena tuntutan pasar bebas. Transformasi pertama terjadi pada 1991 saat sistem gugur dalam turnamen diubah menjadi sistem setengah kompetisi dengan membagi peserta ke dalam grup sebelum nantinya dipertemukan pada fase knock-out. Mulai 1997/1998, peserta Liga Champions bukan semata juara kompetisi domestik, melainkan melibatkan runner-up dari delapan negara yang memiliki nilai koefisien tinggi. Sistem koefisien terus mengalami pengembangan hingga menemukan konsep seperti yang diterapkan saat ini, yaitu tiga negara dengan nilai koefisien tertinggi mengirim empat wakil. Lalu, negara di peringkat 4–6 mengirim tiga wakil, peringkat 7–15 (2 wakil), dan sisanya 1 wakil.


Dari sudut pandang teknis, Liga Champions memunculkan laga-laga berkelas yang penuh drama dan ketegangan. Gol-gol cantik serta sejumlah rekor membanggakan kerap diciptakan. Sementara dari sisi industri, uang yang berputar sangat besar. Musim ini, uang hadiah dari UEFA mencapai 910 juta euro atau sekitar Rp10 triliun. Jumlah itu naik dari musim lalu (754 juta euro). Jumlah itu belum termasuk hak siar televisi. Sebagai contoh, musim lalu sang juara Chelsea mendapatkan pemasukan total 55,7 juta euro (27 juta euro di antaranya dari televisi).


 



Source: UEFA Dicurigai Sengaja Atur El Cassico difinal?
Selengkapnya UEFA Dicurigai Sengaja Atur El Cassico difinal?

Format Kualifikasi Harus Diubah

Format Kualifikasi Harus Diubah

Inggris menghancurkan San Marino 8-0 pada persaingan Grup H. Bulgaria membekuk Malta 6-0 di Grup B. Sementara Austria juga menciptakan enam gol tanpa balas saat meladeni Kepulauan Faroe di Grup C. Skor-skor besar tersebut bisa dihindari jika tim-tim kecil menjalani seleksi terlebih dahulu sebelum mengikuti penyisihan menuju turnamen besar. Mereka memang kemungkinan besar tumbang di hadapan negara mapan. Yang belum pasti cuma seberapa besar selisih kekalahan.

joachimPelatih Jerman Joachim Loew sebelumnya meminta perombakan sistem kualifikasi. Dia menilai partai melawan tim kecil tidak berguna. Sebab, laga itu hanya menambah beban pemain dan memperbesar kemungkinan cedera. Dirinya meminta para petinggi harus berdiskusi. Rasanya tidak perlu jika melihat tim-tim bermain dua kali menghadapi Kazakhstan, Andorra, San Marino, atau Kepulauan Faroe. Pribadi ia juga  mendukung adanya putaran penyisihan bagi tim-tim tersebut. Kalender kompetisi sudah sangat padat dan dibutuhkan intervensi pihak yang berwenang.

Pendapat Loew tidak salah. Tim-tim kecil cuma berstatus penggembira dan jadi lumbung gol. Lihat saja rekor negara tersebut. San Marino tidak pernah memetik angka atau selalu menyerah pada 55 partai kompetitif. Mereka tercatat cuma sekali menang sejak masuk UEFA tahun 1984, yakni hasil 1-0 atas Liechtenstein pada laga persahabatan 2004. Peringkat 207 versi FIFA itu telah lima kali menderita 10 gol atau lebih. Kekalahan 0-13 atas Jerman pada Kualifikasi Piala Eropa 2008 merupakan rekor terburuk. San Marino juga pernah gagal mencetak gol pada 20 pertandingan secara beruntun pada periode Oktober 2008– Agustus 2012.

Beberapa nama lain memiliki performa lebih baik meski tetap tidak bisa dibanggakan. Liechtenstein cuma menang enam kali dan takluk pada 73 kesempatan. Malta hanya berjaya sekali pada dan menderita 43 kekalahan. Sementara Kepulauan Faroe menang dua kali dan tumbang pada 48 laga.

Eropa, bersama Amerika Selatan, merupakan salah satu kawasan yang hanya memberlakukan satu putaran utama pada kualifikasi menuju turnamen bergengsi. Sebanyak 53 anggota UEFA dibagi kesembilan grup untuk menentukan siapa saja para wakil. Sang juara grup langsung lolos, sedangkan runner-up melakoni babak play-off.

 


Source: Format Kualifikasi Harus Diubah
Selengkapnya Format Kualifikasi Harus Diubah

Lazio Marah Usai Dihukum UEFA

Lazio Marah Usai Dihukum UEFA

Lazio terpaksa harus menjadi kambing hitam akibat aksi tidak simpatik yang dilakukan oleh pendukungnya. Sebagai ganjarannya, UEFA atau Asosiasi Sepak Bola Eropa memberikan sanksi pada kubu Biancazzurri. Merasa timnya tidak melakukan kesalahan apapun, Lazio memutuskan untuk melakukan aksi protes dan juga siap untuk mengajukan proses banding. Lazio sendiri dikenai dengan saksi larangan bermain di dalam dua laga kanca Liga Eropa di depan para pendukung mereka sendiri ditambah dengan denda senilai €40.000 atau sama dengan Rp 508 juta.

Lazio vs Borussia Moenchengladbach Sanksi itu pun diberikan menyusul melakukan aksi rasisme dari para fans Lazio di dalam kemenangan dua gol tanpa balas dari Borussia Moenchengladbach di dalam laga leg yang kedua babak 32 besar. Dari sebauh hasil laporan pengawas stadion memperlihtka bahwa terdapat sekitar 300 orang laziale alias para fans Lazio yang melakukan gerakan penghormatan A La Nazi di dalam pertandingan tersebut.

Sampai dengan sekarang ni, UEFA memang masih juga belum memberikan pengumuman secara resmi, akan tetapi kepala komunikasi tim yang bernama Stefano De Martino memastikan bahwa pihak Lazio nyaris dapat dipastikan akan dikenai dengan sanksi, dimulai dengan pertandingan kandang berhadapan dengan Stuttfart di dalam leg yang pertama babak 16 besar pada tanggal 14 Maret yang akan datang.

Claudio Lotito yang merupakan sang Presiden Lazio menyatakan seperti yang dikabarkan oleh Master Agen Bola bahwa itu merupakan sebuah tindakan di luar normal ketimbang dengan fakta situasinya. Lazio sendiri juga telah melakukan semuanya dan juga semestinya hal itu telah berhenti. Untuk dirinya, itu memang merupakan hal yang menggelikan bahwa mereka mesti bermain tanpa para penonton yang pastinya akan bisa merusak klub secara finansial dan juga menghentikan fans guna mengikuti laga mereka.

Ia pun juga menyatakan bahwa mereka sebagai tim tak semestinya dikenai sanksi dikarenakan oleh ulah segelintir orang. Mereka bakal mengajukan banding. Ia menekankan, semua orang juga paham bagaimana tindakan mereka untuk mencegah hal yang seperti itu dapat terjadi, mencapai prestasi yang masih belum didapatkan oleh tim yang lain pada tingkat nasional.


Source: Lazio Marah Usai Dihukum UEFA
Selengkapnya Lazio Marah Usai Dihukum UEFA

Schalke Percaya Diri Jalani Leg Kedua

Schalke Percaya Diri Jalani Leg Kedua

Schalke 04 berhasil bermain dengan hasil imbang ketika berhadapan dengan Galatasaray, dan Galatasaray mesti berpuas diri dengan bermain dengan raihan imbang 1-1 kala mereka berhadapan dengan salah satu wakil dari Jerman yaitu Schalke 04 di dalam laga leg yang pertama babak 16 besar ranah Liga Champions pada Kamis dini hari yang lalu. Satu buah gol yang diciptakan oleh Burak Yilmaz dan juga sukses untuk dibalaskan oleh aksi yang dilakukan oleh Jermain Jones.

Pembelian pemain secara besar-besaran yang telah dilakukan oleh pihak skuad yang berasal dari Turki itu yaitu Galatasaray, schalke-galatasarayternyata masih belum mampu untuk menunjukkan ketajaman dan juga ketangguhan permainan mereka di atas lapangan. Walaupun skuad asal Turki itu berhasil unggul lebih dulu saat pertandingan memasuki menit 12 melalui aksi yang dilakukan oleh Burak Yilmaz.

Namun demikian, tim tamu pun sukses untuk menyamakan skor melalui gol yang dilesakkan oleh Jones dan juga memaksa kedudukan pun berakhir dengan hasil akhir imbang 1-1 dan juga hasil itu pun tetap bertahan sampai dengan pertaningan berakhir. Raihan imbang di dalam pertandingan itu pastinya jadi sebuah modal yang apik untuk Schalke di dalam laga leg yang kedua yang mana mereka akan belaku sebagai tim tuan rumah.

Salah satu pemain di dalam pihak Schalke 04 yaitu Julian Draxler mengaku bahwa skuadnya itu sudah bemain dengan sangat baik dan juga cukup konsentrasi. Pemain yang telah didaulat untuk menjadi pemain terbaik di dalam pertandingan itu oleh pihak UEFA pun merasa bahwa skuadnya makin merasa percaya diri di dalam menghadapai pertandingan leg kedua pada tanggal 13 Maret yang akan datang.

Draxler telah menyatakan seperti yang dikabarkan oleh Master Agen Bola beberapa waktu yang lalu bahwa mereka begitu fokus dan raihan itu menguntungkan mereka. Mereka mengalami masalah di beberapa pertandingan yang terakhir di Bundesliga Jerman. Akan tetapi permainan itu berhasil membuat rasa percaya diri mereka meningkat untuk mencapai raihan apik di leg kedua.

 


Source: Schalke Percaya Diri Jalani Leg Kedua
Selengkapnya Schalke Percaya Diri Jalani Leg Kedua

Swansea Tembus Eropa Di Bawah Bendera Inggris dan Bukan Wales

Swansea Tembus Eropa Di Bawah Bendera Inggris dan Bukan Wales

Pihak UEFA memberikan kabar yang buruk untuk Swansea City yang memiliki kans besar untuk bermain di dalam ranah Eropa pada musim yang akan datang. Skuad yang berasal dari Wales itu tak dapat membawa nama mereka di dalam kancah Benua Biru.

The Swans sendiri bermain dengan sangat cemerlang di dalam usim kali ini, skuad didikan dari tangan dingin Michael Laudrup itu michu-swanseaberhasil untuk membawa The Swans jadi tim kuda hitam yang begitu menakutkan untuk seluruh lawan mereka. Dengan modal berupa kerja sama tim dan juga kualitas Miguel Michu Perez Cuesta, maka Si Angsa itu saat ini berhasil untuk bercokol di peringkat ketujuh di papan klasemen sementara.

Di dalam kancah Capital One Cup, skuad yang memiliki julukan sebagai The Swans itu juga memiliki kans untuk menorehkan tinta emas setelah berhasil untuk menembus babak final dengan menaklukkan The Blues. Apabila sanggup untuk menaklukkan kasta ketiga di Liga Inggris yaitu Bradford City di dalam laga pamungkas, maka The Swans dipastikan akan memegang tiket menuju ranah Liga Eropa di musim yang akan datang.

Namun yang disayangkan adalah mereka tak dapat mngibarkan bendera dari tanah kelahiran mereka yaitu Wales dikarenakan oleh pihak UEFA mencatat bahwa The Swans sebagai salah satu tim yang berasal dari Inggris, sebab menjalani kompetisi di tanah Ratu Elizabeth itu. Maka dari itu mereka dapat melanjutkannya dengan berada di bawah bendera Inggris.

Pihak UEFA telah menyatakan seperti yang dikabarkan oleh Master Agen Bola bahwa itu semuanya tergantung kepada pihak FA. Bila mereka menyatakan bahwa Swansea merupakan tim Inggris, maka mereka bakal memakai bendera Inggris kala bermain di ranah Liga eropa. Apabila berhasil untuk menaklukkan Bradford dan melaju ke dalam Liga Eropa di musim yang akan datang, maka The Swans bakal menyamai capaian mereka di tahun 1991 lalu kala terakhir kali ikut serta di ranah Eropa.


Source: Swansea Tembus Eropa Di Bawah Bendera Inggris dan Bukan Wales
Selengkapnya Swansea Tembus Eropa Di Bawah Bendera Inggris dan Bukan Wales

UEFA Berikan Sanksi Pada Lazio Dan Spurs

UEFA Berikan Sanksi Pada Lazio Dan Spurs

Dikarenakan oleh salah satu aksi rasis yang telah dilakukan oleh para pendukung mereka, akhirnya pihak Lazio pun mendapatkan denda dan juga ancaman akan sanksi yang jauh lebih berat lagi dari pihak UEFA. Selain itu, yang juga mendapatkan hukuman dari pihak otoritas sepak bola Eropa tersebut merupakan pihak Tottenham Hotspur.

Di dalam pernyataan mereka secara resmi, pihak Komisi Disiplin UEFA sudah memberikan denda dengan nilai sebesar 50.000 euro tottenham-hotspurs-std-logpada pihak Lazio dikarenakan oleh teriakan yang bernada rasis yang telah dikeluarkan oleh para pendukung mereka di dalam pertandingan berhadapan dengan Tottenham Hotspur dan juga NK Maribor di dalam kancah Liga Eropa beberapa waktu yang lalu.

Selain itu, pihak klub yang memiliki julukan sebagai Biancocelesti itu juga diganjar dengan denda yang lainnya senilai 90.000 euro dikarenakan oleh berbagai macam aksi kerusuhan yang dilakukan oleh para fans mereka sebelum laga berhadapan dengan Tottenham Hotspus di bulan November yang lalu.

Hukuman yang lainnya yang diberikan oleh pihak UEFA merupakan sebuah kewajiban dari Lazio menghelat pertandingan di dalam kancah UEFA tanpa penonton, akan tetapi keputusan itu pun akhirnya ditunda untuk durasi selama dua tahun. Bila memang di dalam kurun waktu itu didapatkan pelanggaran yang masih sama, maka sanksi yang jauh lebih berat lagi bisa dipastikan akan diberikan lagi oleh pihak UEFA, seperti itulah yang telah dikabarkan oleh pihak Master Agen Bola.

lazio-blue-logoMemang beberapa kelompok pendukung Lazio telah meneriakkan kata-kata Juden Tottenham, yang berarti bahwa Tottenham Yahudi di dalam bahasa Jerman, ketika kedua belah pihak berlaga. Selain itu juga ditemukan bendera yang memiliki tulisan Free Palestine. Memang pihak tim yang berjuluk The Lilywhites itu mempunyai banyak sekali pendukung Yahudi, sementara itu Lazio juga diketahui memiliki banyak sekali pendukung yang beraliran sayap kanan.

Karena berbagai insiden di sebelum, selama dan juga usai laga itu, maka pihak Tottenham juga kebagian jatah hukuman berupa denda yang harus mereka bayarkan senilai 10.000 euro.


UEFA Berikan Sanksi Pada Lazio Dan Spurs
Selengkapnya UEFA Berikan Sanksi Pada Lazio Dan Spurs