Showing posts with label piala eropa. Show all posts
Showing posts with label piala eropa. Show all posts

Verratti Berharap Italia Menangi Kejuaraan

Verratti Berharap Italia Menangi Kejuaraan

Marco Verratti berharap Italia menangi kejuaraan. Pemain yang berusia 20 tahun itu mengaku menjadi percaya diri semenjak sukses menahan imbang Belanda dengan skor 1-1 di Amsterdam Arena, pada tanggal 6 Februari 2013 lalu. Meskipun demikian, Verratti juga mengatakan akan tetap bekerja semaksimal mungkin pada saat melakoni laga semifinal Piala Eropa U-21 pada tahun 2013 ini.


Verratti memang patut tersenyum lebar. Walau tertulis dalam laga persahabatan, golnya telah menjaga citra Azzurri. Selain itu, gol tunggal italia-verratitersebut merupakan gol pertamanya. Setelah itu, ia tampil tidak begitu gemilang di level internasional. Namun, pemain kelahiran Manoppello, bertanggal 5 November 1992 tersebut membuktikan kualitasnya bersama dengan PSG. Menurut Verratti, Belanda merupakan tim kuat. Faktanya, Negeri Kincir Angin tersebut pernah mengandaskan Italia dengan skor tipis 1-0 pada 29 Mei 2006. Tapi, mereka juga tak luput dari kelemahan. Sukses Spanyol dalam mempermalukan anak asuh Cor Pot 3-0 di HaMoshava Stadium, pada hari Rabu kemarin menjadi buktinya.


Verratti menganggap, dengan membawa Italia menuju ke babak semifinal sudah menjadi kebanggaan tersendiri. Pasalnya, ini adalah pertama kalinya dia membawa Italia melaju lebih jauh. Jika Azzurrini sukses, takhta Piala Eropa U-21/2013 akan menjadi gelar internasional pertama.  Di atas kertas, anak asuh Devis Mangia ini memiliki silsilah lebih baik ketimbang anak asuh Cor Pot. Sejauh ini, Italia telah sukses memajang lima Piala Eropa U-21, yakni pada 1992, 1994, 1996, 2000, dan 2004. Sementara Belanda baru dua, yakni pada 2006 dan 2007. Selain itu, Azzurrini juga memiliki rekor cukup memuaskan saat melakoni partai semifinal. Mereka mampu memetik lima kemenangan dari sembilan laga.


Dalam skenario imbang atau adu penalti, Italia juga memiliki rasio kemenangan 100%.Azzurrini sukses mempermalukan Prancis 5-3 pada 1994, Spanyol 5-4 pada 1996, dan Portugal 4-3 dalam play-off Olimpiade pada 2007. Belanda pernah mengalami kemenangan serupa pada 2007. Saat itu, Negeri Kincir Angin menenggelamkan Inggris 13-12.


Mangia juga mengakui jika Belanda merupakan tim elite. Berdasarkan yang dilansir oleh Master Agen Bola, 12 pemain U-21 Belanda tersebut adalah barisan utama timnas senior. Dengan demikian, secara fisik, teknik, dan pengalaman, Negeri Kincir Angin pasti jauh lebih diunggulkan. Bahkan, Mangia meyakini tim yang dikapteni Kevin Strootman itu akan menyulitkan langkah Italia. Di samping Italia belum pernah terkalahkan di Piala Eropa U-21, bek andalan mereka, Bram Nuytinck, juga dikabarkan terkena cedera lutut kiri. Dia diisukan harus menepi dari lapangan dan dipastikan absen.Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi mantan pemain Sparta musim 1983/1984 itu.


 



Source: Verratti Berharap Italia Menangi Kejuaraan
Selengkapnya Verratti Berharap Italia Menangi Kejuaraan

Format Kualifikasi Harus Diubah

Format Kualifikasi Harus Diubah

Inggris menghancurkan San Marino 8-0 pada persaingan Grup H. Bulgaria membekuk Malta 6-0 di Grup B. Sementara Austria juga menciptakan enam gol tanpa balas saat meladeni Kepulauan Faroe di Grup C. Skor-skor besar tersebut bisa dihindari jika tim-tim kecil menjalani seleksi terlebih dahulu sebelum mengikuti penyisihan menuju turnamen besar. Mereka memang kemungkinan besar tumbang di hadapan negara mapan. Yang belum pasti cuma seberapa besar selisih kekalahan.

joachimPelatih Jerman Joachim Loew sebelumnya meminta perombakan sistem kualifikasi. Dia menilai partai melawan tim kecil tidak berguna. Sebab, laga itu hanya menambah beban pemain dan memperbesar kemungkinan cedera. Dirinya meminta para petinggi harus berdiskusi. Rasanya tidak perlu jika melihat tim-tim bermain dua kali menghadapi Kazakhstan, Andorra, San Marino, atau Kepulauan Faroe. Pribadi ia juga  mendukung adanya putaran penyisihan bagi tim-tim tersebut. Kalender kompetisi sudah sangat padat dan dibutuhkan intervensi pihak yang berwenang.

Pendapat Loew tidak salah. Tim-tim kecil cuma berstatus penggembira dan jadi lumbung gol. Lihat saja rekor negara tersebut. San Marino tidak pernah memetik angka atau selalu menyerah pada 55 partai kompetitif. Mereka tercatat cuma sekali menang sejak masuk UEFA tahun 1984, yakni hasil 1-0 atas Liechtenstein pada laga persahabatan 2004. Peringkat 207 versi FIFA itu telah lima kali menderita 10 gol atau lebih. Kekalahan 0-13 atas Jerman pada Kualifikasi Piala Eropa 2008 merupakan rekor terburuk. San Marino juga pernah gagal mencetak gol pada 20 pertandingan secara beruntun pada periode Oktober 2008– Agustus 2012.

Beberapa nama lain memiliki performa lebih baik meski tetap tidak bisa dibanggakan. Liechtenstein cuma menang enam kali dan takluk pada 73 kesempatan. Malta hanya berjaya sekali pada dan menderita 43 kekalahan. Sementara Kepulauan Faroe menang dua kali dan tumbang pada 48 laga.

Eropa, bersama Amerika Selatan, merupakan salah satu kawasan yang hanya memberlakukan satu putaran utama pada kualifikasi menuju turnamen bergengsi. Sebanyak 53 anggota UEFA dibagi kesembilan grup untuk menentukan siapa saja para wakil. Sang juara grup langsung lolos, sedangkan runner-up melakoni babak play-off.

 


Source: Format Kualifikasi Harus Diubah
Selengkapnya Format Kualifikasi Harus Diubah