Showing posts with label italia. Show all posts
Showing posts with label italia. Show all posts

Carlo Ancelotti : Verratti Penerus Pirlo

Carlo Ancelotti : Verratti Penerus Pirlo

Agen bola terpercaya mencatat pernyataan Carlo Ancelotti ketika mantan pelatih Real Madrid tersebut mengklaim Marco Verratti sebagai sosok penerus Andrea Pirlo paling tepat di masa mendatang. Sebagaimana pemberitaan agen SBOBet online, mengingat Pirlo sudah menginjak usia 36, bisa diartikan dirinya sudah menginjak masa-masa senja sebagai seorang pesepakbola profesional, khususnya pada level kompetitif bersama timnas Italia. Ancelotti mengatakan kepada bandar bola SBOBet dirinya tidak memungkiri peran besar serta kredibilitas Prilo khususnya bagi negaranya. Jadi jika ia tak mungkin lagi turut tampil kompetitif dalam skuad, tentunya Gli Azzurri butuh pemain lain minimal yang sepadang dengannya sehingga mampu menggantikan peranannya secara maksimal.


Agen bola terpercaya menilai timnas Italia yang saat ini dibesut oleh Antonio Conte sejatinya memang sudah mempunyai suksesor Andrea Pirlo.


pirlo-verrattiAgen bola terpercaya mencatat, menurut pernyataan Ancelotti kepada agen SBOBet online, sosok tersebut sudah ada dalam diri Marco Verratti untuk meneruskan perjuangan besar dari seniornya itu. Menurut pengakuannya, ia sudah mengenal secara baik seberapa besar kualitas pesepakbola yang mengawali kariernya di Bresica tersebut. Berdasarkan catatan bandar bola SBOBet, keduanya sempat bekerja sama ketika masih sama-sama menjalani karier di AC Milan. Bersama Verrati pun Ancelotti juga pernah bekerja sama yaitu ketika dirinya masih menangani Paris Saint Germain tahun 2011 hingga 2013.


Agen bola terpercaya maklum dengan pengalamannya bersama kedua pesepakbola tersebut, ia berani mengatakan bahwa Verratti punya semua kualitas untuk dapat dipercaya sebagai sosok penerus sang punggawa New York City FC. Pelatih yang masih belum menandatangani kontrak dengan klub manapun setelah resmi dipecat dari jabatannya senagai manajer Real Madrid itu mengatakan kepada agen SBOBet online, kedua pemain ini punya tipe sama-sama banyak mengambil resiko dalam bermain jika dibandingkan rekan-rekannya yang lain. Meski begitu menurut penilaian bandar bola SBOBet, memang seperti inilah ciri khas keduanya.


Agen bola terpercaya maklum jika Ancelotti merasa Veratti sudah punya kualitas guna meneruskan kesuksesan Pirlo satu saat nanti. Menurut penuturannya kepada agen SBOBet online, sosok gelandang muda berusia 22 tahun tersebut merupakan tipe pemain yang disukai oleh Real Madrid dan juga Paris Saint Germain karena kedua klub ini punya ambisi sama besar. Tak heran kiranya jika manajer berusia 56 tahun tersebut optimis timnas negaranya tak akan kehilangan seorang punggawa berkualitas dan bertaraf bintang dengan kehadiran sosok pesepakbola kelahiran 05 November 1992 tersebut.



Source: Carlo Ancelotti : Verratti Penerus Pirlo
Selengkapnya → Carlo Ancelotti : Verratti Penerus Pirlo

Paolo Maldini : Ancelotti Bisa Bawa Madrid Sukses

Paolo Maldini : Ancelotti Bisa Bawa Madrid Sukses

Paolo Maldini yang merupakan salah satu legenda AC Milan mengaku merasa yakin jika pelatih Carlo Ancelotti dapat membawa kesuksesan membanggakan bagi klub yang diasuhnya, yaitu Real Madrid. Menurut penilaian Maldini, Ancelotti sudah berhasil membuktikan kualitas terbaiknya sebagai pelatih yang selalu membesut para pemain dengan maksimal di berbagai klub yang pernah ia naungi hingga sekarang ini.
carlo-ancelotti-image-13-09-2013

Seperti yang diketahui, Carlo Ancelotti menggantikan posisi Jose Mourinho sebagai seorang pelatih setelah dia menghabiskan perjalanan kariernya selama dua musim ini di Paris Saint Germain (PSG). Maka dari itu, Carlo Ancelotti pun diharapkan untuk bisa mematahkan dominasi Barcelona di Liga BBVA dan mencapai satu tujuan klub yang juga sering disebut dengan julukan El Real untuk meraih gelar ke 10 di Liga Champions.


Paolo Maldini mengungkapkan kepada Marca, bahwa Carlo Ancelotti sudah terbiasa untuk membawa klub meraih gelar juara. Menurutnya, Ancelotti sudah menunjukkan kemampuannya di Inggris, Italia, dan juga Perancis. Tidak banyak pelatih lainnya yang bisa meraih seperti itu. Tak ada satu pun tim yang tidak bisa dilatih olehnya.


Carlo Ancelotti memang salah satu pelatih yang sudah berpengalaman. Ia membuktikan kemampuan yang dimilikinya dengan selalu berhasil mempersembahkan gelar pada saat melatih klub-klub besar seperti Chelsea, Juventus, Milan, dan Paris Saint Germain. Jika dihitung secara total, maka pelatih yang berkebangsaan Italia ini sudah mengoleksi 13 gelar.


Paolo Maldini mengatakan, Carlo Ancelotti pasti bisa melakukan semua pekerjaannya dengan sangat baik karena ia memang sudah melakukan hal itu di mana pun ia berada. Menurut penilaian Maldini, semua hal yang Ancelotti lakukan tersebut adalah untuk meraih gelar juara kepada klubnya. Real Madrid sudah pasti sangat tidak sabar untuk meraih gelar juara seperti yang dulu pernah dialami oleh AC Milan. Maldini pun merasa yakin jika Ancelotti mengetahui hal itu. Menurutnya sekarang ini, kita tengah berbicara mengenai seorang pelatih yang mempunyai pengetahuan luar biasa mengenai pertandingan dan taktik permainan.



Source: Paolo Maldini : Ancelotti Bisa Bawa Madrid Sukses
Selengkapnya → Paolo Maldini : Ancelotti Bisa Bawa Madrid Sukses

Italia Amankan Satu Tiket ke Brasil

Italia Amankan Satu Tiket ke Brasil

Italia pada akhirnya sukses mengamankan satu tiket ke putaran final Piala Dunia 2014 setelah mengalahkan Ceko dengan skor 2-1 pada lanjutan kualifikasi Grup B Piala Dunia 2014 Zona Eropa di Stadion Juventus, yang dihelat pada hari Rabu 11 September 2013 dini hari kemarin (WIB). Italia pun menjadi tim kedua dari kawasan Eropa yang berhasil meloloskan diri ke Brasil setelah Belanda.


Italia yang memperoleh tiga poin itu pun sekaligus membuat Italia semakin kokoh saja beradadi  posisi puncak klasemen dengan poin 20, ataubrasil-tiket unggul tujuh angka dari Bulgaria di peringkat kedua. Sementara itu, Ceko sendiri masih tetap bercokol di posisi keempat dengan perolehan poin sembilan. Pada laga tersebut, meskipun mereka bermain di kandang sendiri, Italia pun sempat dikejutkan oleh gol Ceko yang dikreasikan oleh Libor Kozak pada menit ke 19.


Dimulai dari serangan balik, Kozak pun berhasil memaksimalkan umpan manis yang diberikan Petr Jiracek untuk membobol gawang milik Italia yang dikawal oleh Gianluigi Buffon. Tertinggal satu angka, Italia pun langsung menambah intensitas serangan mereka. Sebenarnya, pada menit ke 24, Mario Balotelli mendapatkan satu peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Namun sayangnya, bola tendangan kaki kanannya itu masih membentur mistar gawang Ceko.


Italia terlihat mampu mendominasi jalannya laga di sepanjang babak pertama. Akan tetapi, beberapa peluang yang diperoleh Andrea Pirlo dan kawan-kawan sering kali menemui jalan buntu lantaran barisan pertahanan Ceko tampil dengan cukup disiplin. Gol yang ditunggu-tunggu oleh para pendukung tim tuan rumah baru terjadi pada saat pertandingan memasuki paruh kedua. Memasuki menit ke 51, Giorgio Chiellini melesakkan sundulan kepala setelah menerima umpan tendangan pojok Antonio Candreva. Sundulan itu pun mengubah gol menjadi 1-1.


Sementara itu berselang 3 menit kemudian, Italia sukses memperoleh peluang emas untuk berbalik unggul setelah sang pengadil pertandingan menunjuk titik putih karena bek Ceko, Theodor Gebre Selassie, melanggar Mario Balotelli di dalam kotak terlarang. Mario Balotelli pun menjadi pahlawan yang berhasil mencetak gol dan membuat skor berubah menjadi 2-1.


 



Source: Italia Amankan Satu Tiket ke Brasil
Selengkapnya → Italia Amankan Satu Tiket ke Brasil

Gianluigi Buffon : Tak Mempermasalahkan Kepergian Prandelli

Gianluigi Buffon : Tak Mempermasalahkan Kepergian Prandelli

Gianluigi Buffon sebagai penjaga gawang Italia menilai bahwa pergantian pelatih dalam satutim sepak bola merupakan sebuah hal yang biasa saja dan tidak perlu dipermasalahkan. Penilaian itu sendiri diungkapkan oleh Gianluigi Buffon untuk menanggapi kabar yang beredar mengenai akan digantinya pelatih tim nasional Italia, yakni Cesare Prandelli setelah turnamen bergengsi Piala Dunia 2014 nanti berlangsung.


Sebab seperti yang sudah kita ketahui bersama, masa kontrak Prandelli sendiri bersama dengan Italia baru akan berakhir pada tanggal 30 Juni cesare-masalah2014 nanti. Walaupun belum ada pernyataan resmi jika Prandelli akan pergi hingga sekarang ini, namun beberapa media di Italia pun sudah mulai sibuk untuk menimbulkan berbagai spekulasi mengenai calon pengganti pelatih yang sudah berusia 56 tahun tersebut.


Gianluigi Buffon mengungkapkan, sejujurnyaia tidak melihat spekulasi pergantian pelatih itu sebagai sebuah masalah besar. Sebab pada dunia sepak bola internasional sekarang ini, merupakan sebuah hal yang normal saja jika terdapat pergantian pemain dan pelatih dari kompetisi ke kompetisi selanjutnya. Menurut Buffon, saat ini hal itu sudah tidak perlu dibesar-besarkan lagi karena yang terpenting adalah bagaimana hasilyang bakal diperoleh Italia di Piala Dunia 2014 mendatang. Maka dari itu, ia sendiri juga berharap agar para pemain di Italia tidak terpengaruh dengan spekulasi mengenai calon pengganti Prandelli tersebut.


Gianluigi Buffon mengatakan, akan tetapi tentu saja dirinya terus berharap supaya pelatih Italia berikutnya bisa sejalan dengan apa yang sudah dimulai oleh Prandelli kemarin, yakni untuk terus meraih hasil positif dan menampilkan berbagai permainan sepak bola yang atraktif untuk menyenangkan para penggemar. Sekarang ini, sejumlah nama pun sudah mulai dihubung-hubungkan untuk menjadi suksesor dari Prandelli. Nama mantan bek dan kapten Italia, yakni Fabio Cannavaro adalah yang menjadi salah satu calon terkuat lantaran dinilai sebagai satu sosok yang paling tepat untuk berada di kursi pelatih Gli Azzurri.


 



Source: Gianluigi Buffon : Tak Mempermasalahkan Kepergian Prandelli
Selengkapnya → Gianluigi Buffon : Tak Mempermasalahkan Kepergian Prandelli

Marco Verratti Akui Performanya Kurang Optimal

Marco Verratti Akui Performanya Kurang Optimal

Marco Verratti mengakui performa yang ditunjukkannya kurang optimal ketika memperkuat tim nasional Italia pada saat menghadapi timnas Argentina di pertandingan persahabatan yang berlangsung di Stadion Olimpico, Roma pada hari Kamis 15 Agustus 2013 dini hari lalu (WIB). Meskipun ketika itu Italia harus rela ditaklukkan dengan perolehan skor akhir 1-2 dari Timnas Argentina.


marco-verratti-image-18-07-2013


Marco Verratti yang pada saat itu tampil sebagai starter bersama dengan klub berjuluk Azzurri mengakui performanya masih kurang memuaskan. Salah satu gelandang dari Paris Saint Germain ini pun merasa masih ada sebuah kendala dengan betisnya. Selain itu, Verratti juga mengaku dirinya merasa sedikit kelelahan.Meskipun demikian, ia pun membantah jika ada perasaan gugup di kala menghadapi Lionel Messi dan kawan-kawan di tengah lapangan hijau.


Marco Verratti mengatakan ia masih mempunyai beberapa masalah dengan betisnya. Tentu saja merupakan sebuah hal yang sulit untuk tetap berada di dalam kondisi yang fit sekarang ini. Selain itu, tim juga begitu bekerja keras dalam pertandingan terakhir sehingga membuat sedikit kelelahan bagi setiap pemainnya. Seperti yang dikutip dari MasterAgenBola yang merupakan agen SBOBet terpecaya pada hari Kamis 15 Agustus 2013 lalu, ia mengungkapkan secara jujur, bahwa dirinya sama sekali tidak merasa gugup lantaran rekan-rekan di dalam satu timnya sudah membuat segala sesuatunya menjadi mudah.


Marco Verratti mengungkapkan, di setengah jam pertamaia dan rekan-rekan tidak dapat bermain dengan performa hebat, dan baru bisa bangkit setelah Argentina sukses mencetak gol. Sementara itu mengenai dirinya yang diplot sebagai pengganti peran dari Andrea Pirlo di bagian lini tengah Italia, Verratti pun menyadari performa yang ditampilkannya itu belum memuaskan. Mantan pemain dari Pescara ini juga merasa masih bisa memberikan penampilan yang lebih baik lagi.


Marco Verratti juga merasa tidak tertekan karena sudah dianggap sebagai suksesor Andrea Pirlo. Ia tidak merasa puas dengan performa yang ditunjukkannya. Ia pun tahu jika dirinya bisa melakukan hal tersebut dengan lebih baik. Walaupun permainan berlangsung dengan baik atau kurang baik,ia mengaku akan selalu mencoba untuk memberikan yang terbaik.



Source: Marco Verratti Akui Performanya Kurang Optimal
Selengkapnya → Marco Verratti Akui Performanya Kurang Optimal

Mazzarri Komentari Klub-klub Italia

Mazzarri Komentari Klub-klub Italia

Walter Mazzarri ikut mengomentari klub-klub papan atas yang berasal dari Italia, lantaran harus mengalami hasil buruk dalam pertandingan pramusimnya menjelang memasuki kompetisi baru ini. Pelatih Inter Milan bernama lengkap Walter Mazzarri itu pun mempunyai penilaiannya tersendiri mengenai hal tersebut.Seperti yang diketahui, Inter harus kembali menelan pahitnya kekalahan di turnamen Guinness International Champions Cup.Usai dikalahkan oleh Chelsea, La Beneamata pun kembali digilas tanpa balas oleh Valencia dengan skor 4-0.


Di samping itu juga terdapat klub AC Milan yang mengalami hal serupa dengan kalah 2-0 dari Chelsea.Kekalahan itu menemani Juventus yang komen-mazzarisebelumnya kalah 3-1 dari LA Galaxy dan juga Napoli oleh Porto di Emirates Cup. Mengetahui tentang keadaan seperti demikian, Mazzarri justru mengaku sudah tidak merasa kaget lagiakan hasil kekalahan di laga pra musim. Selain itu, ia juga akan segera melupakan kekalahan yang dialami timnya dan mulai fokus untuk mengarungi turnamen di musim depan.


Mazzarri mengungkapkan di dalam situs resmi Inter Milan, di Italia tim memang dipaksa untuk bekerja seperti ini. Anda harus memilih apakah Anda ingin terlihat baik di pertandingan persahabatan yang penting ini atau Anda ingin sangat sedikit bekerja. Tim-tim Italia merasa kesulitan? Ia yakin jika hal itu adalah alasan utamanya. Ia melanjutkan, masyarakat bisa melihat Valencia yang bermain dengan skuad jauh lebih segar. Dan kemudian publik juga harus mempertimbangkan fakta-fakta jika mereka terakhir bermain pada tanggal 27 Juli, sementara tim tiga hari yang lalu.


Mazzarri menyatakan, sekarang ini ia lebih memilih untuk bekerja keras dan melihat ke depan. Saat ini tim harus mempersiapkan musim baru yang akan dijalani supaya sudah siap ketika musim dimulai. Sang Allenatore juga menilai jika tim-tim yang berasal dari Serie A lebih memilih untuk fokus mempersiapkan diri jelang kompetisi liga daripada laga pramusim.Menurutnya, para pelatih hanya bekerja untuk mempersiapkan liga saja.



Source: Mazzarri Komentari Klub-klub Italia
Selengkapnya → Mazzarri Komentari Klub-klub Italia

Gianluca Zambrotta Membela Chiasso

Gianluca Zambrotta Membela Chiasso

Gianluca Zambrotta yang merupakan bek sayap asal Italia memang sudah satu musim ini tidak terlihat membela klub manapun. Namun siapa sangka? Sekarang ini ia akan kembali berunjuk gigi di lapangan hijau dengan membela salah satu klub yang berasal dari Swiss, yaitu Chiasso. Bahkan, di Swiss bek sayap yang kini sudah genap berusia 36 tahun itu akan berstatus ganda, yaitu sebagai pemain dan juga asisten pelatih.
fc-chiasso-image-23-07-2013

Seperti yang dikutip Goal pada hari Minggu, 21 July 2013, FC Chiasso dengan senang hati mengumumkan bahwa mereka sudah mencapai kesepakatan dengan Gianluca Zambrotta untuk musim 2013/2014 dengan opsi untuk 2014/2015. Selain akan mengisi peran sebagai seorang pemain, ia juga bergabung untuk posisi staf pelatih sebagai asisten.


Gianluca Zambrotta mengawali perjalanan karier profesionalnya sebagai pesepakbola dengan membela Como. Setelah 2 musim lamanya bermain untuk memperkuat Bari, Zambrotta direkrut oleh Juventus, sebagai sebuah klub yang membuat namanya makin bersinar saja dari waktu ke waktu. Selama 7 tahun memperkuat Bianconeri, pesepak bola yang berhasil mengumpulkan koleksi 38 caps bersama dengan timnasional Italia itu lebih memilih untuk hijrah ke Spanyol dan bergabung bersama dengan Barcelona pada musim 2006/2007.


Akan tetapi sayangnya, kariernya di Blaugrana tidak terlalu cemerlang. Setelah 2 tahun meniti karier di negeri matador tersebut, pada akhirnya Zambrotta kembali lagi ke Italia dan bergabung bersama dengan AC Milan pada musim 2008/2009. Pada musim pertama yang dijalaninya, Zambrotta bermain secara reguler dan menjadi salah satu bagian terpenting di lini pertahanan Rossoneri, namun pada musim-musim berikutnya ia terlihat mulai jarang mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya di lapangan.


Lalu pada akhirnya, musim 2011/2012 pun menjadi musim terakhir bagi Zambrotta berjuang bersama dengan Milan, karena dia menjadi salah satu dari sekian banyak pemain senior Rossoneri yang kontraknya tidak diperpanjang. Hal itu dimaksudkan Rossoneri untuk mulai memprioritaskan para pemain muda mereka. Sementara itu pada musim 2012/13, Zambrotta tidak memiliki klub, hingga pada akhirnya penawaran dari Chiasso dia terima untuk musim 2013/2014 mendatang.



Source: Gianluca Zambrotta Membela Chiasso
Selengkapnya → Gianluca Zambrotta Membela Chiasso

Scolari Menilai Neymar Pemain Cerdas

Scolari Menilai Neymar Pemain Cerdas

Scolari menilai, bahwa Neymar adalah seorang pemain yang cerdas. Ya, hingga sekarang ini, pemain teranyar tim raksasa Barcelona, Neymar da Silva sedang menjalankan tugas bersama dengan tim nasional Brasil di dalam ajang bergengsi Piala Konfederasi. Setiap kali melakoni pertandingan, ia berhasil menunjukkan performa yang sangat impresif. Bahkan, Neymar sukses menyumbangkan 3 buah gol cantik pada tiga laga sekaligus juga berhasil meloloskan Brasil ke babak semifinal dengan menyandang predikat sebagai juara di grup A.


Performa apik nan menawan pemain muda yang baru berusia 21 tahun itu tentu saja membuat sang pelatih Tim Samba,  yakni Luiz Felipe smart-neymarScolari menilai bahwa para pendukung klub Barcelona pasti akan sangat merasa bahagia dan terkagum-kagum melihat permainan gemilang yang diperlihatkan oleh Neymar.


Scolari mengatakan, Neymar merupakan sosok idola yang bersahaja bagi seluruh orang di Brasil. Bagi Neymar dan bagi semua orang, begitu juga Barcelona yang sudah berhasil merekrutnya, mungkin saja saat ini mereka sedang menyaksikan penampilan terbaik striker tersebut, dan sudah pasti terdapat wajah yang berseri-seri di depan layar kaca. Ini adalah hal yang sangat baik, sebab Neymar dapat mengambil berbagai pengalaman berdasarkan banyaknya ekspektasi yang diharapkan oleh banyak orang.


Neymar sudah bermain dengan sangat baik, bahkan pernyataan itu sudah ada pada saat dirinya dahulu belum mencetak gol. Apalagi sekarang ketika ia sudah mengoleksi beberapa gol? Pelatih yang juga dikenal dengan julukan Felipao ini juga menilai jika gol yang dicetak oleh Neymar melalui free kick pada saat menghadapi Italia di hari Minggu, 23 Juni 2013 lalu merupakan gol yang spektakuler dan sangat luar biasa. Ia juga tak lupa menambahkan, bahwa Neymar masih bisa berkembang lagi di mendatang bersama dengan Barca.


Scolari menilai, Neymar mempunyai kualitas prima, salah satu hal yang paling mencolok adalah kesaktian tendangan bebasnya. Padahal ketika itu ia sudah melihat bahwa Buffon sudah mengambil langkah ke samping dan ia langsung menempatkan bola di sisi yang lain. Hanya pemain yang berkarakter seperti itulah yang kita katakan sebagai pemain yang cerdas dan jenius.


 



Source: Scolari Menilai Neymar Pemain Cerdas
Selengkapnya → Scolari Menilai Neymar Pemain Cerdas

Brasil Melaju ke Semifinal Piala Konfederasi

Brasil Melaju ke Semifinal Piala Konfederasi

Brasil sukses memastikan diri untuk melaju ke babak semifinal Piala Konfederasi. Ya, Brasil juga mengukuhkan perolehan positif untuk menjadi tim pertama yang lolos setelah menundukkan Meksiko dengan perolehan skor akhir 2-0 di  Stadion Castelao, Fortaleza, pada hari Rabu atau Kamis, 20 Juni 2013 dini hari kemarin (WIB). Neymar menjadi salah satu bintang lapangan dengan menceploskan satu gol dan satu assist untuk gol Jo.


Brasil pun sukses menduduki posisi puncak pada tingkatan klasemen di Grup A dengan total perolehan 6 poin dari kedua laga yang mereka lakoni. Di pertandingan terakhir nanti, Brasil akan melawan Italia. Sementara itu di sisi lainnya, dengan mengalami dua kali hasil kekalahan, maka Meksiko sudah pastiakan tersingkir.


Brasil yang bermain di depan para fansnya sendiri, langsung tancap gas dan melakukan tekanan. Serangan dari klub berjuluk tim Samba itu pun lebih banyak bertumpu kebrasil-vs-meksiko-image-21-06-2013pada Neymar yang nyaman beroperasi disisi kanan pertahanan Meksiko. Pada saat laga baru berjalan selama empat menit, tembakan keras yang dilepaskan oleh Marcelo dari luar kotak penalti cukup membahayakan. Akan tetapi, penjaga gawang El Tri, yaitu Jose Corona ternyata masih mampu menahan tembakan keras dari pemain Real Madrid tersebut.


Gol yang ditunggu-tunggu pada akhirnya muncul. Para pendukung Brasil yang memadati Stadion Castelao itupun seketika bersorak kegirangan menyambut gol yang disumbangkan Neymar pada menit ke 9.Gol yang dikreasikan oleh pemain Barcelona itu sangatlah sensasional. Pada awalnya, Dani Alves melakukan penetrasi dari sisi kiri pertahanan Meksiko dan memberikan umpan silang cantikmasuk ke dalam kotak penalti.


Walaupun salah satu pemain Meksiko berusaha untuk menghalau bola, tetapi bola tetap jatuh ke arah Neymar. Tanpa lama-lama mengontrol bola, Neymar pun langsung melepaskan tendangan voli yang membuat bola langsung bersarang ke sisi kanan gawang Meksiko, papan skor pun berubah menjadi 1-0.


Brasil pun terus menggempur lini pertahanan lawannya itu.Alves hampir saja mencetak gol pada saat men-chip bola ke tiang jauh Meksiko. Tetapi, peluang emas itu masih berhasil digagalkan oleh Corona. Pada pertandingan itu, memang terlihat sangat jelas bahwa Brasil mampu lebih banyak mendominasi bola.



Source: Brasil Melaju ke Semifinal Piala Konfederasi
Selengkapnya → Brasil Melaju ke Semifinal Piala Konfederasi

Italia Melaju ke Semifinal Piala Konfederasi 2013

Italia Melaju ke Semifinal Piala Konfederasi 2013

Italia melaju ke semifinal Piala Konfederasi 2013. Sebenarnya, sejak menit awal pertandingan Jepang benar-benar sudah tampil dengan garang. Pada pertandingan kedua babak penyisihan Piala Konfederasi 2013 Grup A di Arena Pernambuco, Recife yang digelar pada hari Kamis, 20 Juni 2013 kemarin (WIB). Jepang terus saja menerjang Italia semenjak awal, seperti kesatria samurai yang tengah berperang. Bahkan, timyang juga dikenal dengan julukan Samurai Biru itu sempat lebih dulu unggul dengan skor 2-0. Tetapi pada akhirnya mereka harus menyerah denganhasil akhir 3-4.


italia-vs-jepangItalia pun sukses melaju ke semifinal, sementara Jepang harus tersingkir. Kemenangan tim berjuluk Gli Azzurri itu ditentukan oleh gol yang diciptakan oleh Sebastian Giovinco pada menit ke86. Sebenarnya Jepang sudah mengawali pertandingan dengan permainan yang cukup baik dan gemilang. Bayangkan saja, mereka sudah bisa mengancam Italia pada menit ke 15. Serangan pertama pun datang dari tandukan keras Ryoichi Maeda di menit ke 6. Namun sayang, sundulan Maeda mengarah tepat ke kiper Gianluigi Buffon sehingga bola masih mudah diantisipasi.


Setelah 6 menit berselang, Yasuhito Endo pun kembali mencoba peruntungannya dengan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Tetapi gawang Buffon rupanya masih bisa aman-aman saja karena tembakan dari Endo masih melayang tinggi di atas mistar. Setelah itu Jepang masih terus mengendalikan permainan. Misalnya saja seperti yang ditunjukkan oleh Kagawa, langsung melepaskan tembakan keras namun usaha pemain Manchester United itu masih bisa digagalkan Buffon.


Naasnya, Gianluigi Buffon justru melakukan kesalahan fatal yang berbuah hadiah penalti untuk Jepang. Penjaga gawang klub Juventus tersebut dinilai sudah melakukan pelanggaran keras terhadap Shinji Okazaki pada menit ke 20. Keisuke Honda yang menjadi algojo pun sukses menyarangkan bola ke dalam pojok kanan bawah gawang milik Italia. Ketika sudah tertinggal, Gli Azzurri rupanya masih merasa kesulitan untuk mengembangkan pola permainannya.


Serangan yang dibangun oleh Andrea Pirlo dkk pun masih dirasakan terlalu mudah untuk dipatahkan Jepang. Cesare Prandelli yang merupakan pelatih Italia seketika itu juga lantas melakukan perubahan dengan memasukkan Sebastian Giovinco. Ia berharap, kehadiran pemain Juventus tersebut itu dapat membuat Italia semakin bermain agresif. Sekuat apapun Jepang bermain, tetap saja belum dapat unggul dari Italia.



Source: Italia Melaju ke Semifinal Piala Konfederasi 2013
Selengkapnya → Italia Melaju ke Semifinal Piala Konfederasi 2013

Timnas Italia Unggul Tipis dari Jepang

Timnas Italia Unggul Tipis dari Jepang

Timnas Italia sendiri menciptakan gol lewat kaki Daniele De Rossi, Atsuto Uchida (Own Goal), Mario Balotelli dan Sebastian Giovinco. Sementara gol-gol Jepang tercipta melalui Keisuke Honda, Shinji Kagawa dan Shinji Okazaki. Pertarungan sendiri memang berjalan dengan sangat seru. Kedua tim menampilkan pertandingan kelas dunia dengan menampilkan performa terbaik dan menghibur. Kredit khusus juga untuk Jepang yang tidak pantang menyerah meski harus mengakui keperkasaan Italia. Peluit kickoff babak pertama dibunyikan kedua tim tampil dengan permainan terbuka. Umpan satu dua sentuhan juga terlihat di awal-awal pertandingan.


Timnas Italia melalui playmaker mereka Andrea Pirlo mampu memberikan umpan-umpan matang kepada Mario Balotelli di depan. mario-pirloSementara itu, dari kubu Jepang sendiri, bola lebih banyak berada pada penguasaan Shinji Kagawa. Pemain Manchester United itu mampu menjadi pengatur irama permainan di lini tengah Jepang. Kagawa pun tidak bekerja sendirian, Keisuke Honda dan Yasuhito Endo kerap kali melakukan tusukan-tusukan yang membuat pertahanan Italia harus bekerja keras.


Memasuki menit ke 21, pada akhirnya Jepang mampu memecah kebuntuan dengan mencetak gol melalui titik putih. Hukuman itu diterima oleh Italia karena pemain striker Shinji Okazaki dilanggar oleh penjaga gawang Italia, Gianluigi Buffon. Tanpa ampun wasit memberikan hadiah penalti kepada skuad Alberto Zaccheroni. Honda yang ditunjuk sebagai algojo mampu menuntaskan tugasnya dengan baik dan papan skor berubah 1-0 untuk keunggulan Jepang.


Usai gol pertama, permainan Jepang mulai menemukan ritme permainan yang sebenarnya. Memanfaatkan lebar lapangan, para pemain Jepang terus coba mencari peluang membongkar pertahanan yang digalang oleh Giorgio Chiellini cs. Honda dan Kagawa acap kali membuat peluang-peluang berbahaya namun masih terbentur dengan tembok pertahanan Gli Azzurri yang kokoh.


Setelah mencoba beberapa kali akhirnya pertahanan Italia tembus juga, kali ini Kagawa yang mampu mencetak gol setelah memanfaatkan kemelut di mulut gawang Italia. Jepang pun semakin perkasa dengan keunggulan 2-0 di menit ke-33. Melihat skor tertinggal, Italia pun tidak tinggal diam. Bahkan sang allenatore Cesare Prandelli melakukan pergantian pemain dengan menggantikan Alberto Aquilani dengan Sebastian Giovinco yang mempunyai naluri menyerang lebih tinggi. Keputusan Prandelli pun membuahkan hasil pada menit ke-41. Daniele De Rossi mampu memperkecil jarak skor dengan menciptakan gol melalui sundulan setelah memanfaatkan corner kick dari Pirlo. Sampai turun minum, skor pun tidah berubah masih untuk keunggulan Jepang 2-1.



Source: Timnas Italia Unggul Tipis dari Jepang
Selengkapnya → Timnas Italia Unggul Tipis dari Jepang

Italia Masih Harus Berwaspada

Italia Masih Harus Berwaspada

Italia memang sudah berhasil melewati hadangan pertama setelah berhasil menundukkan Meksiko dengan perolehan skor 2-1 dalam laga perdana Grup A Piala Konfederasi 2013 Brasil. Hasil itu pun semakin melambungkan optimisme dari Gli Azzurri untuk menatap ke babak semifinal berikutnya. Akan tetapi, perjalanan yang harus mereka tempuh masih sangat panjang.


Italia yang dibela oleh Mario Balotelli dan kawan-kawan tetap perlu berwaspada dan bersiaga penuh pada saat bersua dengan Jepang pada laga lanjutan penyisihan Grup A di Arena Pernambuco, Recife pada hari Rabu 19 Juni 2013 ini.Walaupun di atas kertas Italia memang jauh lebih diunggulkan karena belum terkalahkan pada saat bertemu dengan Jepang, tetapi klub yang juga dikenal dengan julukan Samurai Biru itu memiliki potensi besar untuk merusak ambisi tim besutan Cesare Prandelli tersebut.


Italia memang sudah mengetahui senjata yang dimiliki Jepang, yaitu sang pelatih mereka tersendiri, Alberto Zaccheroni. Pelatih yang jepang-berkibarberasal dari Italia itu tentu saja sangat paham dengan seluk-beluk sepak bola negaranya. Dia mencurahkan hampir seluruh perjalanan kariernya di Negeri Pizza tersebut, sebelum pada akhirnya ditunjuk sebagai pelatih Jepang pada tahun 2010 silam hingga saat ini.


Pelatih asal Italia yang sudah berusia 60 tahun tersebut juga pernah membesut klub-klub raksasa Italia lainnya, sebut saja AC Milan, Inter Milan, dan juga Juventus. Maka dari itu, Zaccheroni pastinya paham benar bagaimana kelebihan dan kelemahan para pemain Italia.Iapun pernah bekerja sama dengan sebagian pasukan Italia, seperti Claudio Marchisio, Giorgio Chiellini, dan Gianluigi Buffon di Juventus.


Oleh sebab itu, hal ini juga sudah disadari benar oleh pelatih Italia, Cesare Prandelli. Ia mengungkapkan, saat ini Jepang sudah sedikit lebih bugar. Mereka memiliki waktu tambahan untuk beristirahat lebih lama.Ditambah lagi Alberto sangat mengetahui teknik Italia. Ia bahkan tahu bagaimana cara Italia bekerja. Ia pun merasa yakin jika Alberto sudah menyiapkan strategi menarik untuk melawan Italia. Saat ini Prandelli memang tengah mencari jalan untuk mengalahkan strategi dari Alberto dan melecut semangat anak asuhnya.



Source: Italia Masih Harus Berwaspada
Selengkapnya → Italia Masih Harus Berwaspada

Verratti Berharap Italia Menangi Kejuaraan

Verratti Berharap Italia Menangi Kejuaraan

Marco Verratti berharap Italia menangi kejuaraan. Pemain yang berusia 20 tahun itu mengaku menjadi percaya diri semenjak sukses menahan imbang Belanda dengan skor 1-1 di Amsterdam Arena, pada tanggal 6 Februari 2013 lalu. Meskipun demikian, Verratti juga mengatakan akan tetap bekerja semaksimal mungkin pada saat melakoni laga semifinal Piala Eropa U-21 pada tahun 2013 ini.


Verratti memang patut tersenyum lebar. Walau tertulis dalam laga persahabatan, golnya telah menjaga citra Azzurri. Selain itu, gol tunggal italia-verratitersebut merupakan gol pertamanya. Setelah itu, ia tampil tidak begitu gemilang di level internasional. Namun, pemain kelahiran Manoppello, bertanggal 5 November 1992 tersebut membuktikan kualitasnya bersama dengan PSG. Menurut Verratti, Belanda merupakan tim kuat. Faktanya, Negeri Kincir Angin tersebut pernah mengandaskan Italia dengan skor tipis 1-0 pada 29 Mei 2006. Tapi, mereka juga tak luput dari kelemahan. Sukses Spanyol dalam mempermalukan anak asuh Cor Pot 3-0 di HaMoshava Stadium, pada hari Rabu kemarin menjadi buktinya.


Verratti menganggap, dengan membawa Italia menuju ke babak semifinal sudah menjadi kebanggaan tersendiri. Pasalnya, ini adalah pertama kalinya dia membawa Italia melaju lebih jauh. Jika Azzurrini sukses, takhta Piala Eropa U-21/2013 akan menjadi gelar internasional pertama.  Di atas kertas, anak asuh Devis Mangia ini memiliki silsilah lebih baik ketimbang anak asuh Cor Pot. Sejauh ini, Italia telah sukses memajang lima Piala Eropa U-21, yakni pada 1992, 1994, 1996, 2000, dan 2004. Sementara Belanda baru dua, yakni pada 2006 dan 2007. Selain itu, Azzurrini juga memiliki rekor cukup memuaskan saat melakoni partai semifinal. Mereka mampu memetik lima kemenangan dari sembilan laga.


Dalam skenario imbang atau adu penalti, Italia juga memiliki rasio kemenangan 100%.Azzurrini sukses mempermalukan Prancis 5-3 pada 1994, Spanyol 5-4 pada 1996, dan Portugal 4-3 dalam play-off Olimpiade pada 2007. Belanda pernah mengalami kemenangan serupa pada 2007. Saat itu, Negeri Kincir Angin menenggelamkan Inggris 13-12.


Mangia juga mengakui jika Belanda merupakan tim elite. Berdasarkan yang dilansir oleh Master Agen Bola, 12 pemain U-21 Belanda tersebut adalah barisan utama timnas senior. Dengan demikian, secara fisik, teknik, dan pengalaman, Negeri Kincir Angin pasti jauh lebih diunggulkan. Bahkan, Mangia meyakini tim yang dikapteni Kevin Strootman itu akan menyulitkan langkah Italia. Di samping Italia belum pernah terkalahkan di Piala Eropa U-21, bek andalan mereka, Bram Nuytinck, juga dikabarkan terkena cedera lutut kiri. Dia diisukan harus menepi dari lapangan dan dipastikan absen.Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi mantan pemain Sparta musim 1983/1984 itu.


 



Source: Verratti Berharap Italia Menangi Kejuaraan
Selengkapnya → Verratti Berharap Italia Menangi Kejuaraan

Timnas U-21 Italia Kantongi Modal Bagus Ke Semifinal

Timnas U-21 Italia Kantongi Modal Bagus Ke Semifinal

Timnas U-21 Italia kantongi modal bagus ke semifinal. Kesuksesan tersebut membuat Azzurrini merasa percaya diri untuk menatap empat besar. Salah satu punggawa, yakni Marco Capuano mengatakan mereka sudah siap untuk menghadapi laga di semifinal nanti. Lawan yang akan dihadapi adalah dua tim yang sama-sama mempunyai tradisi, di antara Spanyol ataupun Belanda. Azzurrini memang sempat tertinggal lebih dulu lewat titik putih pada menit ke90. Beruntung, Andrea Bertolacci sukses menyamakan kedudukan pada menit ke 94.


Timnas U-21 Italia memang dirasa tidak pantas kalah. Pendapat itulah yang diungkapkan oleh sang pahlawan Bertolacci. Ia mengatakan, Italia devis-mangiatidak pantas untuk kalah. Sebab, Italia sudah bermain dengan sangat baik. Faktanya, anak asuh dari Devis Mangia itu sudah sukses melepaskan 13 tendangan percobaan. Selain itu, mereka juga menguasai ball possession sebanyak 52%. Atau bisa dikatakan sudah berhasil mendominasi jalannya pertandingan.


Akan tetapi, Bertolacci tetap saja mengangkat jempol untuk Norwegia. Menurut pendapatnya, tim besutan dari Tor Ole Skullerud itu sukses merepotkan barisan pertahanan Italia. Sayangnya, U-21 Landslaget tidak mampu mempertahankan keunggulan tunggal itu. Alhasil, mereka harus puas bertengger di posisi runner-up saja.


Pernyataan dari Bertolacci ini sekaligus juga merupakan protes keras terhadap Pelatih Genoa Davide Ballardini. Sepanjang menjadi aktor I Rossoblu, Bertolacci memang mengaku sering ditempatkan di trequartista atau sebagai gelandang serang. Ia memberikan isyarat tidak ingin beraksi di belakang striker. Terlepas dari masalah itu, Bertolacci dan Capuano pun sudah bertekad bulat ingin membungkam lawan mereka di semifinal.


Timnas U-21 Italia pun mengaku tidak takut. Spanyol dan Belanda tahu bahwa mereka akan menghadapi tim yang hebat. Italia juga tahu jika mereka akan melawan salah satu dari kedua klub hebat tersebut. Sementara itu di sisi lainnya, Timnas Inggris U-21 justru mendapatkan kritik pedas dari sejumlah pengamat sepak bola. Hal itu dikarenakan, The Young Lions untuk pertama kalinya pulang dengan kepala tertunduk lantaran kandas 3 kali dari 3 laga. Banyak pencinta sepak bola yang merasa kecewa dengan kemampuan timnas Inggris U-21 tersebut.



Source: Timnas U-21 Italia Kantongi Modal Bagus Ke Semifinal
Selengkapnya → Timnas U-21 Italia Kantongi Modal Bagus Ke Semifinal

Spanyol U-21 Siap Juarai Piala Eropa U-21 2013

Spanyol U-21 Siap Juarai Piala Eropa U-21 2013

Spanyol yang juga dikenal dengan julukan La Rojita memperkukuh benteng pertahanan demi meraih 3 poin penuh dan memastikan diri untuk naik ke posisi puncak klasemen. Spanyol membidik juara grup demi menghindari bentrok dengan Italia di semifinal. Untuk mewujudkan targetnya itu, maka Spanyol harus bisa mengalahkan Belanda. Di papan klasemen Grup B, Belanda sedang bertengger di peringkat 1 dengan 6 angka dalam dua laga yang sudah dilakoni, atau setara dengan perolehan Spanyol. Namun, La Rojita kalah dalam produktivitas gol. Sementara dua kontestan lainnya, yakni Jerman dan Rusia, sudah tersingkir tanpa poin.


Spanyol U-21 berusaha keras untuk menghindari Italia di semifinal, sebab Italia tampil sangat impresif di dua laga Grup A. Pasukan La Rojita spain21-squadpun berharap akan bertemu Italia di final. Namun, strategi menghindari Italia juga bukan pilihan mudah.Pasalnya, kekuatan pasukan muda Belanda cukup menakutkan.Buktinya, Marco Van Ginkel dan kawan-kawan mampu mengalahkan Jerman dan Rusia dengan skor fantastis.Jerman berhasil ditundukkan 2-3, sedangkan Rusia menyerah 1-5.


Fakta ini pun membuat Lopetegui harus berwaspada.Pelatih yang berusia 46 tahun itu mengingatkan La Rojita untuk selalu siap dalam melakukan banyak perubahan, terutama di lini belakang mereka. Melihat produktivitas gol Belanda yang sangat tinggi, Spanyol juga harus waspada dengan pertahanan kendati dalam dua laga kiper David de Gea belum kebobolan. Lini belakang harus berkonsentrasi menjegal pergerakan Leroy Fer dan Luuk de Jong.


Lopetegui juga akan memasukkan Dani Carvajal, Alvaro Vazuez, Marc Muniesa, Ignacio Camacho, dan Iker Munian di barisan tengah dan pertahanan Spanyol. Kelima pemain itu tergolong cukup baru, tapi dinilai memiliki kapasitas bagus.


Jika La Rojita mampu tampil konsisten, Lopetegui percaya Spanyol mampu menekuk Belanda. Kepercayaan diri Lopetegui bertambah besar saat menyaksikan anak asuhnya mampu melibas Jerman, Minggu (9/6). Meskipun hanya mampu memang tipis 1-0, Lopetegui menilai La Rojita sudah bermain dengan penampilan terbilang fantastis. Cristian Tello dkk mampu menunjukkan karakter, ambisi, dan juga kepribadian Spanyol.



Source: Spanyol U-21 Siap Juarai Piala Eropa U-21 2013
Selengkapnya → Spanyol U-21 Siap Juarai Piala Eropa U-21 2013

Italia Susul Spanyol ke Final

Italia Susul Spanyol ke Final

Italia susul Spanyol ke final Piala Eropa U-21. Tim nasional muda Italia pada akhirnya berhasil menyusul Spanyol pada laga semifinal melawan Belanda di Stadion Ha Moshava, pada hari Minggu 16 Juni 2013 kemarin dini hari (WIB). Gli Azzurrini sukses memperoleh hasil kemenangan dengan perolehan skor akhir 1-0 lewat gol semata wayang yang disumbangkan oleh Fabio Borini.


Italia yang harus melawan Spanyol pada final yang bakal digelar pada hari Selasa, 18 Juni 2013 esok hari, mempunyai kesempatan untuk membalas dendam para pemain senior mereka yang tahun lalu takluk dari Spanyol pada final Piala Eropa 2012.


Italia mengawali pertandingan dengan tempo yang terbilang lambat. Bahkan, bagian lini tengah Italia yang digalang oleh Marco Verratti kerap kalah bersaing dengan Kevin Strootman ataupun Marco van Ginkel yitalia-image-17-06-2013ang memimpin gelandang-gelandang klub De Oranje. Masuk ke menit 5, Belanda hampir saja membuka skor pertandingan. Dari situasi tendangan bebas, maka sepakan Adam Maher mengarah tepat ke dalam gawang Italia. Namun sayangnya, tembakan dari Maher itu masih membentur tiang gawang.


Belanda yang dilatih oleh Cor Pot pun kembali memperoleh peluang pada menit ke20. Saat ini, kesempatan jarak jauh Strootman yang gagal berujung gol karena sepakannya masih terlalu lemah. Usai bermain imbang di babak pertama, kedua tim selanjutnya terus mencoba mencari-cari gol pada paruh kedua pertandingan. Kedua tim tersebut pun saling silih berganti bermain dengan menekan gawang lawannya masing-masing.


Pada akhirnya kebuntuan laga yang dipimpin oleh wasit Ovidiu Hategan dari Romania itu terpecahkan pada menit ke79. Berawal dari permainan Lorenzo Insigne di sisi kiri, para pemain Napoli itu langsung memberikan umpan datar kepada Fabio Borini. Dengan sekali control saja, Borini pun sukses mengelabui Mike van der Hoorn sebelum menaklukkan gawang Belanda yang dikawal oleh Jeroen Zoet. Tim nasional Italia yang dibesut Devis Mangia punberhasil memenangkan pertandingan dengan skor 1-0.



Source: Italia Susul Spanyol ke Final
Selengkapnya → Italia Susul Spanyol ke Final

AC Milan Perkenalkan Kostum Barunya

AC Milan Perkenalkan Kostum Barunya

AC Milan yang biasa menggunakan seragam berwarna merah-hitam ketika bermain di San Siro akan mencadangkan dahulu kostum kebesarannya itu. Milan kali ini akan memanfaatkan laga giornatake-37 untuk menunjukkan kepada fans jersey ketiga yang akan mereka pakai di musim depan, yakni berupa kostum berwarna emas pada saat menjamu II Lupi. Meskipun kostum baru mereka ini lebih banyak didominasi warna emas, kostum yang didesain apparel asal Jerman Adidas itu juga tetap menyisipkan beberapa unsur yang menjadi karakter Milan. Tiga garis berwarna hitam di bahu dan di bagian leher disisipkan kombinasi warna merah dan hitam.


milan-new-jersey-11-05-2013


AC Milan juga melengkapi kostum barunya itu dengan saku kecil di dada kanan yang dihiasi warna bendera Italia. Pada bagian celana, warna hitam tetap mendominasi plus juga dilengkapi tiga garis berwarna emas pada sisi kiri dan kanannya. Kenyamanan pengguna kostum ini tentu menjadi prioritas utama, karena seragam mereka ini dibuat dari bahan climacool. Kostum baru itu tentu diharapkan akan semakin menambah motivasi Milan untuk bermain lebih baik pada musim 2013/2014. Khusus laga melawan Roma, I Rossoneri sangat berharap kostum barunya itu mampu memberikan energi positif sehingga mereka dapat meraih kemenangan.


Pasalnya, tiga poin atas Roma sangat penting bagi Milan yang kini berada di peringkat 3 klasemen sementara Seri A dengan koleksi 68 poin.Selain mengamankan tingkat 3, kemenangan atas II Lupi sekaligus menjauhkan Milan dari kejaran Fiorentina yang menguntit di peringkat 4 klasemen sementara dengan koleksi 64 poin.Pelatih Milan Massimiliano Allegri menilai kemenangan 4-0 atas Pescara, Rabu (8/5), menjadi modal berharga saat menjamu Roma.


Senada dengan Allegri, pemain tengah Sulley Muntari mendedahkan jika Milan telah menunjukkan prestasi terbaik apabila mengalahkan Pescara 4-0.Kendati puas dengan kemenangan yang diraih pasukannya, pemain asal Ghana tersebut meminta rekan-rekannya untuk mewaspadai Roma yang dinilainya sebagai lawan yang sulit untuk ditaklukkan. Guna mengamankan tiga angka penuh, Allegri dipastikan akan menurunkan komposisi pemain terbaik, khususnya di lini depan.



Source: AC Milan Perkenalkan Kostum Barunya
Selengkapnya → AC Milan Perkenalkan Kostum Barunya

Italia Berharap Bisa Lolos

Italia Berharap Bisa Lolos

Tim nasional Italia bakal menggelar formasi 4-3-3 pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan Malta di Ta’qali National Stadium, dini hari nanti. Alessio Cerci, Mario Balotelli, dan Stephan El Shaarawy didaulat menjadi trisula di lini depan.

Sinyal bakal dipakainya sistem 4-3- 3 saat melawan Malta terbaca dari sesi latihan. Sistem yang digunakan pada babak kedua saat melawan Brasil di laga persahabatan, Kamis (21/2), dinilai efektif dan membuat penyerangan Gli Azzurri lebih tajam. Terbukti, dengan formasi ini asuhan Cesare Prandelli itu sukses menyamakan keadaan setelah di babak pertama tertinggal 0-2 dari Brasil, pekan lalu.

balotelli-picEl Shaarawy kemungkinan kembali berduet dengan rekannya di AC Milan, Balotelli, di lini depan. Satu slot penyerangan kemungkinan dipercayakan kepada Cerci. Winger Torino ini tampil trengginas sebagai pemain pengganti ketika melawan Brasil.

Dengan formasi ofensif, besar kemungkinan Gli Azzurri akan mencuri tiga angka bahkan dengan skor telak. Kemenangan dengan skor besar bukan hal yang tabu bagi Italia pada laga ini. Meski bermain di kandang, Malta adalah tim terlemah di Grup B. Mereka berada di posisi buncit klasemen dengan rekor 12 kemasukan atau jumlah kebobolan terbanyak di antara kontestan lain dari grup ini. Tiga poin juga bakal memantapkan posisi Italia sebagai pemuncak grup dalam klasemen sementara kualifikasi Piala Dunia 2014.

Hingga saat ini finalis Piala Eropa 2012 itu bertengger di posisi teratas dengan 10 poin. Hasil maksimal juga membuat Italia bisa menghindari kejaran Bulgaria yang hanya satu poin di bawah mereka.  Sementara itu, Malta pun seolah hanya bisa pasrah. Kekalahan 0-6 dari Bulgaria saat melawat ke Sofia membuat beban mereka semakin berat. Pelatih Malta Pietro Ghedin pun menyatakan tugas berat pasukannya.  Pelatih yang sedikit banyak mengenal karakter sepak bola Italia karena pernah menjadi asisten Cesare Maldini, Dino Zoff, dan Giovanni Trapattoni ini. Ghedin pun hanya bisa berharap timnya tampil solid dan disiplin.

 


Source: Italia Berharap Bisa Lolos
Selengkapnya → Italia Berharap Bisa Lolos

Stephan El Shaarawy Perpanjang Kontrak

Stephan El Shaarawy Perpanjang Kontrak

Stephan El Shaarawy pemain yang berasal dari Savona tepatnya dinegara Italia ini telah sukses menjadi pemain bintang di liga Italia. Pria berusia 20 tahun ini bermain diposisi penyerang, ia mempunyai kecepatan bermain dan memiliki kemampuan dalam menipu lawannya saat membawa bola.

Sabry Kalim El Shaarawy itulah nama aslinya, ia mendapatkan nama Stephan di Italia. El Shaarawy mengawali karirnya saat berusia 13 tahun diklub Genoa, dan ia memulai debutnya saat berusia 16 tahun. Tetapi, ia lebih sering duduk dibangku cadangan dibandingkan dengan bermain dilapangan hijau. El Shaarawy mulai meninggalkan bangku cadangan saat dirinya menjadi pemain pinjaman untuk klub Padova untuk bermain di Serie B.

Stephan El Shaarawy mendapat peranan penting saat bermain diklub Serie B itu, ia mulai menjadi terkenal dan berhasil menjadi incaran klub-klub besar Serie A.

Pada tahun 2011, AC Milan membeli kepemilikan El Shaarawy dari Genoa sebanyak 50% dengan biaya 10 juta euro, raksasa Serie A Italia saat itu tidak mempunyai banyak dana untuk membelinya. Pada Tahun 2012, Milan berhasil mengontrak El Shaarawy secara penuh dengan mengocek kantong sebanyak 15  juta euro.

AC Milan menganggap bahwa Stephan El Shaarawy merupakan salah satu pemain muda dengan kualitas terbaik yang ada di Italia. Pada Liga Champion 2012, El Shaarawy mencatatkan namanya dibuku rekor Italia sebagai pemain termuda yang berhasil mencetak gol di Liga Champion.

Stephan El Shaarawy sempat mengakui bahwa dirinya bukanlah satu-satunya pemain muda yang memiliki kualitas yang baik dalam bermain sepakbola, melainkan sangat banyak pemain muda yang lebih hebat darinya. Namun sayang mereka tidak diberikan kesempatan untuk tampil.

Stephan El Shaarawy yang mempunyai kontrak dengan AC Milan hingga tahun 2017 ini telah menambah kontraknya selama 12 bulan yang berarti kontraknya akan berakhir pada tahun 2018. Selain ia menambah kontraknya hingga 2018, dirinya akan mengalami kenaikan gaji dari gajinya yang sekarang yaitu 800 ribu euro per tahun.

Stephan El Shaarawy sempat mengatakan bahwa dirinya senang bermain di AC Milan ditambah lagi dengan kedatangan Mario Balotelli ketim, itu membuatnya makin bersemangat untuk bermain. Karena dirinya menganggap Balotelli adalah pesepakbola istimewa yang mempunyai kualitas permainan sangat bagus.


Stephan El Shaarawy Perpanjang Kontrak
Selengkapnya → Stephan El Shaarawy Perpanjang Kontrak