Showing posts with label kualifikasi piala asia 2015. Show all posts
Showing posts with label kualifikasi piala asia 2015. Show all posts

Jakcsen F. Tiago Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Jakcsen F. Tiago Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Jakcsen sudah akan menjabat sebagai pelatih Timnas. Hal tersebut ditegaskan ketua BTN La Nyalla Mattalitti di kantor PSSI pada Kamis (18/4) ini. Mengenai status Jacksen sebagai pelatih Persipura, La Nyalla menyatakan telah berkoordinasi dengan Tim Mutiara Hitam untuk melepasnya.


Jacksen hanya akan menangani timnas hingga Kualifikasi Piala Asia 2015. Seperti diketahui, Jacksen sempat menjadi pelatih timnas saat Indonesia menghadapi Arab Saudi di Gelora Bung Karno pada laga Kualifikasi Piala Asia 2015. Namun, saat itu dia berduet dengan Rahmad Dharmawan. Dengan keputusan menunjuk Jacksen, maka otomatis Luis Manuel Blanco yang ditunjuk oleh ketua BTN sebelumnya, Isran Noor, resmi didepak. Blanco dipecat dengan rekor hanya memimpin sesi latihan tanpa sekalipun bertanding baik  di laga uji coba maupun resmi.


Jacksen F. Tiago resmi diangkat sebagai pelatih timnas Indonesia. Terpilihnya pelatih Persipura itu merupakan bentuk kompromi di jacksen-timnasantara dua kubu di PSSI. Seperti diketahui, terkait jabatan pelatih timnas, PSSI tidak satu suara. Ada kubu Ketua Umum Djohar Arifin yang menginginkan Luis Manuel Blanco, sementara pihak Exco mau Alfred Riedl.


Ada dua permintaan, yaitu tetap Blanco dan Riedl. Tapi akhirnya ia putuskan timnas senior diserahkan kepada Jacksen F. Tiago. Dipilihnya Jacksen merupakan opsi jalan tengah atas hal tersebut. Jacksen akan dikontrak hingga Pra Piala Asia 2015.


Sementara itu, Luis Manuel Blanco harus merelakan posisinya sebagai pelatih timnas senior Indonesia digusur oleh Jacksen F. Tiago. Blanco kini digusur jadi pelatih timnas U-19. Badan Tim Nasional telah meresmikan keputusan tersebut dalam rapat yang digelar Kamis tadi. Ketua BTN La Nyalla Mattalitti telah mengonfirmasi hal ini.


Bila Blanco tidak bersedia menangani Garuda Muda, maka PSSI akan segera memutuskan kontraknya. Namun, bila Blanco bersedia, maka BTN akan memintanya untuk memaparkan program-program kerjanya.Posisi pelatih timnas U-19 saat ini lowong setelah PSSI memutus kontrak Indra Sjarief.Dengan demikian, komposisi pelatih timnas Indonesia adalah Jacksen F. Tiago untuk tim senior, Rahmad Darmawan untuk tim U-23 dan Blanco untuk tim U-19.



Source: Jakcsen F. Tiago Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Selengkapnya Jakcsen F. Tiago Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Timnas Punya Modal Positif Sebelum Lawan China

Timnas Punya Modal Positif Sebelum Lawan China

Tim Nasional Indonesia memiliki rencana menjalani serangkaian partai uji coba sebelum menghadapi Tim Nasional China di Kualifikasi Piala Asia 2015, 15 Oktober mendatang. Tercatat ada beberapa negara dan klub papan atas yang akan menyambangi Tanah Air tahun ini. Tim Nasional Belanda termasuk salah satu yang akan menjadi lawan uji coba Tim Garuda pada tanggal 7 Juni 2013. Pertandingan persahabatan itu wajib dilakukan karena masuk agenda resmi FIFA. Promotor Nine Sports yang menjadi agen kedatangan tim De Oranje, julukan Belanda, membenarkan jadwal tersebut.


Timnas Belanda dijadwalkan menjadi lawan tanding Timnas Indonesia tahun 2013Pihak promotor bahkan mengakui telah mengontak Timnas Belanda sejak Desember 2012. Selain itu, pelatih Belanda Louis van Gaal mengaku senang bisa menyambangi Indonesia sebagai salah satu lawan uji coba De Oranje. Mereka mengatakan sangat senang karena akan mendapat dukungan fantastis dari Indonesia. Belanda sangat menantikan momen itu untuk bisa lebih dekat dengan suporter setia De Oranje dan merasakan warisan budaya Indonesia yang kaya.


Selain Belanda, dua klub Liga Primer Inggris yaitu Arsenal dan Chelsea juga bakal menyambangi Indonesia sebulan kemudian. Arsenal bahkan menyatakan keseriusan mereka datang ke Indonesia melalui laman resmi The Gunners. Tim asuhan Arsene Wenger itu akan mengunjungi Jakarta pada 13–14 Juli 2013 dan melakukan laga eksibisi kontra Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Kemudian disusul The Blues, julukan Chelsea, yang akan datang pada 25 Juli 2013. Selain bertanding dengan timnas di SUGBK, tim asal London ini juga akan menggelar coaching clinic serta meet and greet dengan fans Chelsea di Jakarta. PSSI melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Hadiyandra, menyikapi positif uji coba tersebut. Kedatangan timnas dan klub berkualitas tentunya bisa mengangkat kualitas para pemain tim Garuda sebelum menghadapi China di lanjutan Kualifikasi Piala Asia 2015.


Dengan adanya uji coba tersebut, permainan Firman Utina dan rekan-rekan diharapkan akan terus mengalami perkembangan positif. Menurut Rahmad Darmawan, salah satu perbaikan yang menjadi catatan penting bagi timnas saat ini adalah memperbanyak frekuensi jam terbang uji coba internasional. Sayangnya dalam masa persiapan timnas sekitar tujuh bulan sebelum menghadapi China, terdapat fakta miris. Pemain yang dipanggil menjalani pelatnas, seperti Raphael Maitimo hingga Oktavianus Maniani masih saja belum mendapatkan klub untuk mengasah kemampuan mereka sebelum mengikuti uji coba tersebut. Rafa, sapaan Raphael, bahkan terpaksa pulang ke Belanda karena belum mendapatkan tawaran bermain bersama klub Tanah Air.



Source: Timnas Punya Modal Positif Sebelum Lawan China
Selengkapnya Timnas Punya Modal Positif Sebelum Lawan China

Timnas Beri Sedikit Harapan

Timnas Beri Sedikit Harapan

Tim Nasional Indonesia memberi sedikit harapan kepada publik tanah air, setelah penampilan mereka melawan Arab Saudi hari Sabtu kemarin (23/03/2013). Diawali dengan kembali bergabungnya empat anggota Exco yang sempat dipecat (La Nyalla Mattalitti, Tony Aprilani, Erwin Dwi Budiawan, dan Roberto Rouw), lalu dibentuknya Badan Tim Nasional (BTN) hingga Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada Minggu (17/3) di Hotel Borobudur, Jakarta. KLB tersebut dinilai berjalan sukses dengan menyatukan dua kubu yang selama ini bertikai, berkat campur tangan Menpora Roy Suryo. Fakta itu semakin menambah keyakinan masyarakat Indonesia bahwa sepak bola nasional bakal berubah dan lebih maju.

Timnas Indonesia saat melawan Arab Saudi, 23 Maret 2013.

Keyakinan tersebut seakan tak terbantahkan lagi ketika BTN memanggil sejumlah pemain dari Kompetisi Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Premier League (IPL). Bukan itu saja, pemain yang berstatus naturalisasi pun dipanggil bergabung untuk memperkuat Timnas. Para pemain yang dipanggil tersebut merupakan pemain terbaik yang dinilai ada saat ini di Indonesia. Nama-nama beken seperti Hamka Hamzah, Supardi, Firman Utina, Immanuel Wanggai, Ponaryo Astaman, M Ridwan, Andik Vermansyah, Titus Bonai, Boaz Sollosa, dan Ian Luis Kabes, seakan menjadi jaminan skuad timnas akan menghadirkan permainan cantik.

Mereka tidak peduli hujan, rasa lelah, haus, dan lapar bahkan uang dari dompet pribadi keluar demi rasa cinta tingkat tinggi terhadap Timnas. Asa Timnas berubah dan semakin baik kian menggema di SUGKB ketika Boaz Salossa berhasil mencetak gol ke gawang Tim Nasional Arab Saudi pada menit ke-4 pertandingan Kualifkasi Piala Asia 2015, Sabtu malam kemarin. Proses terciptanya gol Boaz yang memang bukan lahir dari skema permainan yang baik, tidak begitu dipermasalahkan publik sepakbola nasional. Hal ini dikarenakan masyarakat pecinta sepakbola tanah air, membutuhkan kemenangan untuk mengobati puasa gelar dan kekecewaan atas kisruh sepakbola Indonesia selama ini.

Namun sayang, gol Boaz bukan menjadi pelecut Timnas untuk kembali mencetak gol. Justru Arab Saudi mampu membalikkan keadaan dan mendikte permainan Timnas. Barisan pertahanan Timnas yang digalang Hamka, Viktor, Supardi, dan Zulkifli pontang-panting mengamankan gawang Timnas yang dijaga Kurnia Meiga. Tidak terlihat mereka (pemain belakang timnas) sebagai pemain berkelas dan berpengalaman ketika serbuan Arab Saudi yang dikomandoi Yahya Sulaiman al- Shehri dan Saud Khariri menusuk jantung pertahanan Timnas.

Para pemain timnas seperti kurang percaya diri untuk bermain lepas, bahkan seakan ada beban takut salah dalam berkreasi di lapangan. Kondisi inilah yang mampu dimanfaatkan Arab Saudi untuk mencetak gol balasan pada menit ke-14 lewat Yahya Sulaiman dan Yousef al-Salem menit ke-56. Kekalahan 1-2 dari Arab Saudi di ajang Kualifikasi Piala Asia 2015 tersebut, seolah mengubur kembali mimpi suporter sepakbola nasional bahwa Timnas mampu berbicara banyak di ajang internasional. Namun hal tersebut tentunya bukan menjadikan harapan kebangkitan Timnas Garuda telah sirna, kita sebagai pecinta sepakbola tanah air tentunya akan terus mendukung perkembangan dan kemajuan Tim Nasional Indonesia tercinta, agar mampu berbicara lebih jauh di kancah internasional.


Source: Timnas Beri Sedikit Harapan
Selengkapnya Timnas Beri Sedikit Harapan

Timnas Harus Sukses Setelah KLB PSSI Sukses

Timnas Harus Sukses Setelah KLB PSSI Sukses

Tim Nasional Indonesia yang akan menjamu Tim Nasional Arab Saudi dalam lanjutan Kualifikasi Piala Asia 2015 hari Sabtu ini (23/03/2013), diharapkan dapat meraih sukses sebagai imbas dari suksesnya penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Suksesnya KLB PSSI yang berlangsung hari Minggu kemarin (17/03/2013), tentunya diharapkan berdampak kepada prestasi Timnas Merah-Putih dalam pertandingan penting melawan Tim Nasional Arab Saudi pekan ini.

Kongres Luar Biasa PSSI 17 Maret 2013

Prestasi Timnas Indonesia yang belakangan ini memang mengalami penurunan, tentunya diharapkan segera mengalami perbaikan, usai terselenggaranya KLB PSSI. Perseteruan antara Badan Tertinggi Sepakbola Indonesia (PSSI) yang dipimpin Djohar Arifin Husin dengan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI), yang dipimpin La Nyala Mattalitti, memang berimbas pada para pemain yang merumput di Indonesia Super League (ISL) yang dilarang KPSI untuk memperkuat Timnas Indonesia.

Timnas Garuda berkali-kali tidak mampu meraih kemenangan dan bahkan sering menjadi bulan-bulanan tim lain. Terakhir, Merah-Putih gagal lolos dari babak penyisihan grup Piala AFF 2012. Kekalahan demi kekalahan membuat Timnas Indonesia turun peringkat hingga ranking ke-166 FIFA. Kini kedua kubu memutuskan untuk mengakhiri persetuan pada KLB yang berlangsung di Jakarta, hari Minggu kemarin. Tentu saja para pendukung Timnas Indonesia dapat sedikit berharap bahwa Indonesia dapat lolos dari babak Kualifikasi Piala Asia 2015. Walaupun tetap harus diakui, peluang Indonesia tergolong kecil, karena berada dalam grup berat bersama China, Irak dan Arab Saudi, sebagai kekuatan sepakbola Asia yang levelnya setingkat di atas Indonesia.

Rekor buruk dalam menghadapi Arab Saudi, menjadi salah satu pemicu untuk mematahkan dominasi Arab Saudi terhadap Indonesia. Indonesia tercatat sudah 11 kali bertemu dengan The Green Falcons, di mana rekor terbaik Garuda adalah meraih hasil imbang sebanyak tiga kali sedangkan sisanya menalan kekalahan sebanyak delapan kali. Ini jelas menjadi sebuah tugas yang berat bagi Jacksen F Tiago dan Rahmad Darmawan dalam membangun skuad yang tangguh untuk Indonesia, dalam hitungan hanya beberapa hari saja setelah penunjukkan sebagai pelatih sementara.

Para pendukung Merah Putih sangat berharap Irfan Bachdim dan rekan-rekan bisa memberikan perlawanan sama seperti pada pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2007 yang lalu. Meski ketika itu Indonesia kalah 1-2 dari Arab Saudi, Garuda mampu memberikan perlawanan dengan tampil sangat baik dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Setelah dikalahkan Irak 0-1 pada pertandingan pertama, persiapan Timnas Indonesia untuk menghadapi Arab Saudi tidak main-main. PSSI memanggil pemain yang merumput di ISL dan IPL untuk mengikuti pemusatan latihan. Ditambah sejumlah pemain naturalisasi, tentunya Garuda diharapkan bisa meraih kemenangan perdana atas Arab Saudi di laga ke-2 Kualifikasi Piala Asia 2015.


Source: Timnas Harus Sukses Setelah KLB PSSI Sukses
Selengkapnya Timnas Harus Sukses Setelah KLB PSSI Sukses

Timnas Indonesia Jalani Laga Berat Namun Optimis

Timnas Indonesia Jalani Laga Berat Namun Optimis

Tim Nasional Indonesia, diyakini akan melakoni laga berat dalam lanjutan Kualifikasi Piala Asia 2015 melawan Tim Nasional Arab Saudi, Sabtu malam ini (23/03/2013). Walaupun demikian, optimisme tetap merebak di Timnas Indonesia untuk meraih hasil positif di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, sekaligus memutuskan rekor pertemuan negatif dengan Arab Saudi.

Usaha Tim Merah-Putih untuk mencuri poin atau mencatatkan kemenangan pertama saat menjamu Arab Saudi, dibayangi berbagai catatan pertemuan yang buruk. Dari 11 pertandingan yang dimainkan kedua negara, Indonesia hanya mampu mengantongi tiga kali hasil imbang. Selebihnya, selalu berakhir dengan kekalahan. Hasil imbang perdana, diukir tim Garuda pada tahun 1983. Berlaga di ajang Kualifikasi Olimpiade 1984, Arab yang kala itu juga bertindak sebagai tim tamu ditahan imbang, 1-1.

Pemain Timnas Indonesia dalam sesi latihan menghadapi Arab Saudi, Maret 2013.

Adapun, hasil imbang kedua terjadi pada tahun 1997. Dijamu Arab Saudi dalam laga persahabatan, pertandingan kembali diakhiri dengan kedudukan 1-1. Hasil imbang terakhir kedua tim terjadi pada tahun 2011. Kala itu, kedua tim sama-sama ditukangi pelatih asal Belanda. Frank Rijkaard di kubu The Green Falcons, sedangkan Wim Rijsbergen membawa panji Merah-Putih. Tidak sama seperti di dua laga sebelumnya, hasil imbang ke-3 ini berakhir dengan skor kacamata, 0-0.

Pelatih Timnas Indonesia, Rahmad Darmawan, ketika ditanyakan peluang dari Irfan Bachdim dan rekan-rekan dalam pertandingan kali ini, menekankan bahwa hasil akhir akan sangat ditentukan oleh motivasi seluruh pemain. Dirinya menambahkan bahwa para pemain wajib memotivasi diri sendiri untuk menang dan tidak boleh takut dengan kehebatan Arab Saudi. Memang jika dibandingkan kekuatan di antara kedua tim, Arab Saudi dan Indonesia cukup memiliki jarak. Akan tetapi, motivasi berlipat yang tengah didapat tim Garuda setelah kembali bergabungnya pemain-pemain terbaik Tanah Air lewat keputusan Konggres Luar Biasa PSSI tanggal 17 Maret lalu, tentunya akan menjadi faktor pembeda dalam laga melawan Arab Saudi.

Semoga faktor positif yang disebutkan sang pelatih tersebut, dapat dimaksimalkan dan jadi senjata ampuh buat meredam Arab Saudi. Tentunya tugas para pemain adalah bermain sebaik mungkin sesuai instruksi pelatih, sedangkan hasil akhir pertandingan akan menjadi tanggung jawab Rahmad Darmawan dan Jacksen F Tiago sebagai duet pelatih sementara timnas.

Hal senada juga disampaikan salah satu pemain belakang tim Garuda, Ricardo Salampesy. Dirinya menyatakan, jika seluruh pemain yang saat ini tergabung dalam tim Garuda memiliki motivasi berlipat untuk mengincar kemenangan perdana dari The Green Falcons. Seluruh pemain sambung Salampesy, telah siap memberikan kemampuan terbaiknya dalam pertandingan melawan salah satu kekuatan sepakbola di Asia tersebut, Sabtu malam nanti. Tentunya slogan “Garuda di Dadaku” akan sangat cocok untuk melecut semangat para punggawa Tim Nasional Indonesia dalam melawan Arab Saudi.


Source: Timnas Indonesia Jalani Laga Berat Namun Optimis
Selengkapnya Timnas Indonesia Jalani Laga Berat Namun Optimis

Timnas Indonesia Kembali Bersatu Setelah 2 Tahun

Timnas Indonesia Kembali Bersatu Setelah 2 Tahun

Tim Nasional Indonesia yang juga turut terkena imbas pertikaian PSSI sebagai induk organisasi sepakbola di tanah air dalam 2 (dua) tahun terakhir, akhirnya kembali bersatu. Dukungan dari ISL (Indonesia Super League) dan IPL (Indonesia Premier League) kepada timnas Indonesia dalam Kualifikasi Piala Asia 2015 kali ini, tentunya menjadi momentum yang paling ditunggu-tunggu para pencinta sepakbola di tanah air.

Bersatunya Timnas Indonesia dalam persiapan menghadapi Tim Nasional Arab Saudi hari Sabtu tanggal 23 Maret 2013 ini, tentunya juga menjadi pendorong semangat bagi para pendukung “Tim Garuda”. Bergabungnya Boaz Solossa, Sergio van Dijk, Firman Utina, dan bintang lainnya menghapus sejenak kegundahan rakyat akan intrik politik tanah air dan juga ketidakpastian akan naiknya harga kebutuhan pokok sehari-hari.

Latihan Timnas Indonesia menghadapi Arab Saudi, 23 Maret 2013

Latihan tim Garuda kembali jadi sorotan kamera, di negeri ini. Hanya satu optimisme yang sama-sama diusung rakyat dari rekonsiliasi timnas ini. Semua berharap hasil positif timnas kala menjamu Arab Saudi pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Asia 2015 Australia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu malam ini. Walau dengan persiapan yang minim, tentunya harapan dan doa dari seluruh pecinta sepakbola tanah air, akan terus menyertai perjuangan putra-putra terbaik bangsa ini.

Duet pelatih Rahmad Darmawan dan Jacksen F Tiago yang hanya punya waktu lima hari untuk mempersiapkan tim ini setelah ditunjuk untuk menggantikan Luis Manuel Blanco, tentunya harus berjuang keras dalam memompa semangat pemain dan juga menentukan strategi terbaik. Walau harus diakui, Arab Saudi adalah lawan yang masih di atas level tim Garuda. Setidaknya berkaca pada 11 (sebelas) pertemuan dengan Green Falcons sejak 12 Oktober 1980, Indonesia tak pernah menang, di mana 10 kali di antaranya berakhir dengan kekalahan dan hanya 1 kali bermain imbang 0-0 pada pertemuan terakhir dalam uji coba di Kuala Lumpur, 7 Oktober 2011.

Dari perbandingan gol kedua tim pun tercatat ketimpangan yang teramat jauh. Tim Garuda hanya mampu mencetak 4 gol, sedangkan Arab Saudi sukses 32 kali menjebol gawang tim kita. Tetapi para pemain dan pelatih tentunya harus mengabaikan terlebih dahulu statistik tersebut, karena dengan semangat persatuan yang sedang menyala saat ini, apa pun bisa terjadi. Tentunya kita semua masih ingat dengan slogan “Ini Kandang Kita” yang pernah populer pada Piala Asia 2007. Kala itu, bermain di depan publik sendiri, tim Garuda mampu mengalahkan Bahrain (2-1), merepotkan Korea Selatan (0-1), dan Arab Saudi (1-2). Bahkan, kala itu, Arab Saudi harus bekerja keras menanti gol kemenangan pada injury time jelang bubaran.

Apalagi, kini tim Garuda diisi sejumlah punggawa naturalisasi sekelas Greg Nwokolo, Victor Igbonefo, Sergio van Dijk, Raphael Maitimo, dan Irfan Bachdim. Sayang, Stefano Lillipaly tak bisa memperkuat timnas saat ini karena proses administrasinya belum rampung. Paling tidak, kehadiran mereka mampu mendongkrak percaya diri Andik Vermansyah dan rekan-rekan dalam menjamu Arab Saudi pekan ini, sehingga rasa inferior di depan raksasa Asia sekelas Arab Saudi bisa diminimalisasi. Apa pun hasilnya nanti, setidaknya ada optimisme tinggi dalam skuad timnas saat ini dan optimisme itulah yang perlu dijaga untuk kemajuan tim Garuda ke depannya.


Source: Timnas Indonesia Kembali Bersatu Setelah 2 Tahun
Selengkapnya Timnas Indonesia Kembali Bersatu Setelah 2 Tahun