Showing posts with label antonio conte. Show all posts
Showing posts with label antonio conte. Show all posts

Antonio Conte Masih Belum Puas

Antonio Conte Masih Belum Puas

Antonio Conte yang merupakan pelatih dari Juventus mengaku belum merasa puas dengan performa anak asuhnya di dalam turnamen Trofeo TIM 2013. Bahkan, ia juga menilai jika Juventus masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah sebelum mempersiapkan diri menghadapi berbagai pertandingan di Serie-A 2013-2014. Pada laga pertama turnamen yang berlangsung di Stadion Mapei pada hari Selasa 23 April 2013 waktu setempat, Juventus dikalahkan oleh AC Milan melalui drama adu penalti 6-7, usai bermain imbang tanpa gol hingga babak tambahan.


antonio-conteSementara itu di pertandingan kedua, Juventus justru terlihat lebih kesulitan pada saat menghadapi Sassulo dan kembali harus mengakhiri pertandingan melalui adu penalti dan menang 4-3 setelah juga bermain dengan skor kacamata hingga babak tambahan. Maka dari itu Conte berpendapat, hal terpenting saat ini adalah bahwa Juve sudah menyelesaikan pemusatan latihan pra-musim dan dalam pertemuan tersebut tidak ada pemain yang mengalami cedera.


Antonio Conte dengan optimis juga menyatakan, jika ia tidak akan menyerah begitu saja. Akan tetapi, ia juga mengaku bahwa anak asuhnya belum mampu menunjukkan banyak dari apa yang dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing individu. Namun ia dapat mengerti hal ini, lantaran menurut pendapatnya seluruh punggawa di timnya sudah bekerja dengan keras dan mungkin saja pada saat itu mereka sedang kelelahan.


Antonio Conte memang langsung menurunkan kedua bomber barunya, yakni Carlos Tevez dan Fernando Llorente pada saat melawan Milan. Walaupun begitu, Conte mengaku belum menentukan pilihan apakah ia akan tetap memasang dua striker tersebut sebagai formasi andalan utama skuadnya di musim depan atau justru akan mengganti starter di pertandingan berikutnya.


Antonio Conte menjelaskan, ia memiliki sejumlah striker yang bisa dipilih dan tentu saja ia akan membuat keputusan yang bergantung pada performa mereka masing-masing di latihan dalam beberapa minggu ini. Oleh sebab itu ia mengaku akan terus memperhatikan bagaimana perkembangan performa dari setiap anak asuhnya, supaya kemudian bisa mengambil satu keputusan tetap.


 


 



Source: Antonio Conte Masih Belum Puas
Selengkapnya Antonio Conte Masih Belum Puas

Antonio Conte Tidak Saingi Bayern dan Barca

Antonio Conte Tidak Saingi Bayern dan Barca

Antonio Conte yang merupakan pelatih dari klub Juventus mengaku bahwa dirinya tidak terlalu berharap menyaingi Bayern Munchen dan Bercelona di musim mendatang. Ia berpendapat, jika kualitas tim yang juga dikenal dengan julukan La Vecchia Signora ini masih tertinggal di belakang kedua klub besar tersebut. Seperti yang diketahui, Juve termasuk ke dalam salah satu klub yang terlihat paling aktif ketika membeli para pemain baru pada bursa transfer di musim panas ini.


antonio-conteAntonio Conte bersama dengan Juvetus berhasil membeli kedua pemain di posisi striker berkemampuan tinggi, yaitu Fernando Llrorente dan Carlos Tevez. Selain itu, mereka pun baru saja mendapatkan bek asal Torino, Angelo Ogbonna. Walaupun demikian, Conte merasa jika timnya belum mempunyai modal yang cukup untuk menduduki posisi juara Eropa. Akan tetapi, ia juga masih tetap merasa optimistis untuk membuat hat-trick gelar juara Liga Serie-A, setelah kedua tahun belakangan ini kerap menjadi kampiun.


Antonio Conte mengakui, salah satu lawan terberat untuk klubnya di Serie-A adalah Napoli yang sekarang ini tengah dibesut oleh mantan pelatih Chelsea, Rafael Benitez. Ia menjelaskan, di dalam dua tahun belakangan ini, Juventus sudah mampu kembali menggapai citra kebesarannya, yaitu untuk membentuk tim kemenangan. Menurutnya, Conte telah kembali untuk mendapatkan citra seperti yang pernah dimiliki klub baik di Italia maupun dunia.


Antonio Conte mengatakan, mempertahankan gelar yang sudah mereka peroleh merupakan sebuah pekerjaan rumah yang sangat besar. Apabila bisa meraih gelar ketiga secara berturut-turut, maka hal itu akan menjadi pencapaian yang bersejarah, seperti halnya yang sudah diraih Juventus antara tahun 1930 dan 1935. Meskipun begitu, ia juga mengaku masih terdapat jurang yang cukup lebar jika membandingkan sepak bola Italia dengan klub-klub besar di Eropa.


Antonio Conte berpendapat, bahwa Bayern Munchen dan Barcelona sudah memperkuat timnya dengan baik. Maka dari itu akan sangat sulit rasanya untuk memperpendek jarak. Juventus harus bekerja lebih keras lagi di tengah lapangan. Tidak ada cara lainnya yang bisa Juve lakukan untuk memperkecil jarak di antara kedua klub tangguh tersebut. Menurutnya, klub lain terlalu jauh berada di atas mereka, sehingga Juventus terus berusaha memperkuat timnya dengan membeli para pemain tangguh.


 



Source: Antonio Conte Tidak Saingi Bayern dan Barca
Selengkapnya Antonio Conte Tidak Saingi Bayern dan Barca

Conte Paling Respek Dengan Javier Zanetti

Conte Paling Respek Dengan Javier Zanetti

Allenatore Juventus, Antonio Conte, mengaku paling respek dengan Capitano sekaligus defensor gaek, Javier Zanetti. Meski usianya tak bisa berhenti bertambah, Zanetti dianggap sebagai jiwa-raganya Inter. Kendati Conte dan Zanetti berada di kubu berseberangan di San Siro malam nanti, tetap tak memudarkan kekaguman Conte pada kepribadian, sosok dan karisma pemain berpaspor Argentina tersebut.


conte-smileInter Milan menurutnya memang sudah memperlihatkan bahwa mereka mampu mengalahkan siapapun dalam satu kali pukulan. Mereka (inter) punya pemain dengan kepribadian dan karisma seperti Zanetti. Bahkan menurutnya, Zanetti adalah satu-satunya pemain Inter yang ingin ia bajak. Zanetti menurutnya adalah hati, jiwa dan nyawa tim dan tentu saja seorang Conte ingin memilikinya sebagai salah satu pemain yang akan ia latih. Bianconeri tak hanya harus menghadapi bigmatch kontra Inter di pentas domestik, tapi juga Bayern Munich di kancah Champions League. Tentu itu juga butuh perhatian lebih tapi Conte memastikan, fokus timnya tetap bergeming menatap derby d’Italia sebelum bertolak konsentrasi terhadap Bayern.


Malam nanti, Samir Handanovic bakal berjumpa langsung namun berseberangan bidang lapangan dengan salah satu idolanya, Gianluigi Buffon, kala Inter Milan menjamu Juventus. Buat Handanovic, Buffon merupakan salah satu teladan paling tepat jika ingin jadi portiere hebat di bawah mistar. Menurutnya, setiap orang yang lahir akan dibekali dengan kualitas tertentu, lalu orang itu akan merasa punya kemampuan yang mumpuni untuk berkembang dan lebih matang. Salah satu contoh menurutnya adalah seorang seperti (Buffon) adalah contoh baik tentang bagaimana seseorang bisa jadi pemain hebat dan bagaimana ia melihat detail-detail tertentu yang akan membolehkan seseorang bertahan di level permainan tertinggi.


Saat ini, Handanovic sendiri sering dibicarakan perbandingannya dengan Buffon, berkat kecemerlangannya, tak hanya saat mengatur dan melakukan penyelamatan. Tetapi juga saat menghentikan sejumlah sepakan titik putih dengan luar biasa. Namun kiper berusia 28 tahun itu tak ingin tenggelam dengan berbagai pujian yang menghampirinya. Pasalnya, kualitas seorang pengawal mistar tak hanya berpegang pada bagaimana seorang kiper menyelamatkan tendangan penalti.


 



Source: Conte Paling Respek Dengan Javier Zanetti
Selengkapnya Conte Paling Respek Dengan Javier Zanetti

Antonio Conte Ingin Seperti Sir Alex

Antonio Conte Ingin Seperti Sir Alex

Antonio Conte yang mengancam akan meninggalkan Italia beberapa hari lalu, sepertinya hendak meralat pernyataannya tersebut. Dirinya mengaku akan mencoba untuk menjadi Sir Alex Ferguson dari Juventus. Conte begitu terganggu dengan kontroversi atas perayaan di Bologna, di mana dia mengatakan bahwa itu membuatnya merasa seperti ingin meninggalkan sepakbola Italia untuk pekerjaan di luar negeri. Namun, ketika mantan pelatih Atalanta ini tengah berada di Catanzaro, kemudian Conte melihat spanduk besar bertuliskan: Ferguson-Manchester United = Conte-Juventus. Dia pun terinspirasi dengan tulisan yang berada di spanduk tersebut.

Antonio Conte pelatih sukses Juventus 2013Conte mengatakan dirinya akan mencoba untuk tetap berada di Juventus selama mungkin demi mencapai banyak gelar kemenangan, dan menjadi pribadi yang luar biasa dan menjadi legendaris seperti Sir Alex Ferguson.  Fergie telah berada di bangku Manchester United sejak 1986, dan memenangkan 12 gelar Liga Premier Inggris, 5 Piala FA, 4 Piala Liga, 10 trofi Community Shields, 2 trofi Liga Champions, 1 Piala Winners, 1 Piala Super Eropa, 1 Piala Interkontinental dan 1 Piala Dunia antar klub. Polesan Antonio Conte saat melatih Juventus dalam dua musim belakangan ini mengundang tawaran dari banyak klub besar. Pelatih berusia 43 tahun itu pun tak berani menjamin akan menolak tawaran tersebut.

Beberapa kabar terakhir menyebutkan bahwa Conte ditaksir beberapa klub elite Eropa, seperti Chelsea dari Inggris, anggota Ligue 1 Paris Saint-Germain (PSG), dan raksasa La Liga, Real Madrid. Sejak menangani si “Nyonya Tua” pada awal musim 2011-2012, Conte sukses meraih scudetto dan Super Coppa Italia di musim perdananya. Sedangkan pada musim ini, anak-anak asuhannya berpeluang mempertahankan gelar scudetto. Tidak hanya itu, hingga saat ini Bianconeri masih bertahan di kancah Liga Champions yang telah menginjak babak perempat final. Tentu ini menjadi pencapaian yang sangat signifikan yang dilalui Juve, pasalnya beberapa musim sebelumnya, La Vecchia Signora hanya bisa finis di posisi ketujuh dalam dua tahun terakhir.


Source: Antonio Conte Ingin Seperti Sir Alex
Selengkapnya Antonio Conte Ingin Seperti Sir Alex

Conte Ingin Pergi Karena Sepakbola Italia Tidak Kondusif

Conte Ingin Pergi Karena Sepakbola Italia Tidak Kondusif

Ranah sepak bola Italia, terutama Serie A Italia mulai tidak dirasa nyaman dan juga kondusif dari kacamata Antonio Conte. Yang menjadi puncaknya yaitu pelatih Juventus itu berniat untuk angkat kaki dari Italia dan menjalani karier pada kompetisi yang lainnya di luar negerinya yang tercinta.

Hal itu pun dikarenakan bahwa Conte sudah mulai merasa tidak kerasan dengan kondisi yang ada didalam sepak bola Italia, mulai dari sikap yang tak masuk akal dari koleganya satu profesi sampai dengan cenderung anarkis bukan hanya dari para pendukung namun juga dari para warga di kota itu.

Di dalam waktu yang sebelumnya, Antonio Conte pun juga mengaku bahwa ia merasa begitu kesal akan komentar yang diberikan oleh pelatih Bologna yang bernama Stefano Pioli, setelah skuad didikannya ditaklukkan oleh Juventus dengan hasil akhir dua gol tanpa balas. Antonio Conte pun juga dinilai sudah melakukan selebrasi yang berlebihan dan dinilai tidak memberikan hormat kepada public yang saat itu memenuhi stadion Renato Dall’Ara, kandang dari Bologna.

Kondisi yang sangat tidak nyaman itusedianya telah dirasakan oleh Antonio Conte dan juga oleh segerap rombongan tim, sebelum pertandingan itu dimulai. Bus yang ditumpangi oleh tim itu sebelum juga juga pernah ditimpuki oleh batu, diludahi dan juga disoraki menggunakan kata yang kasar oleh beberapa warga yang berada di kota Bologna itu kala bus mereka melewati alun-alun kota sebelum akhirnya masuk ke dalam stadion.

Padahal di saat yang sebelumnya, Antonio Conte pun juga kenal Bologna dengan penduduk mereka yang ramah, namun untuk dirinya saat-saat itu juga telah berakhir begitu saja. Beberapa sorakan dan juga banner yang memang berbau provokasi berkaitan dengan insiden Heysel dan kematian dari eks Presiden Agnelli, telah dinilai oleh Conte bukan merupakan hal sepak bola lagi, akan tetapi sepertinya sudah bermain didalam sebuah zona perang besar.


Source: Conte Ingin Pergi Karena Sepakbola Italia Tidak Kondusif
Selengkapnya Conte Ingin Pergi Karena Sepakbola Italia Tidak Kondusif

Selebrasi Conte Munculkan Kritikan

Selebrasi Conte Munculkan Kritikan

Antonio Conte, sang pelatih Juventus telah melakukan sebuah selebrasi atas kemenangan Juve di dalam markas Bologna walaupun pertandingan saat itu masih belum berakhir. Selebrasi yang ia lakukan itu pun lalu memunculkan beberapa kritikan dari Stefano Pioli, pelatih dari Bologna.

antonio-conte-juventus

Berkunjung di dalam Stadion Renato Dall’Ara pada Minggu dini hari tadi, Juventus berhasil untuk membawa pulang kemenangan dengan hasil akhir dua gol tanpa balas. Dua buah gol yang didapatkan oleh Juventus itu dilahirkan oleh Mirko Vucinic dan juga oleh Claudio Marchisio.

Kemenangan itu pun berhasil untuk membuat Juventus makin kokoh berada didalam pucuk papan klasemen sementara Serie A Italia dengan raihan 65 angka dan juga kian mendekatkan mereka dengan gelar scudetto musim kali ini. juventus pun saat ini unggul sebanyak 12 angka dari Napoli yang berada di posisi kedua dan juga Serie A Italia pun hanya tinggal tersisa selama 9 minggu lagi saat ini.

Kala pertandingan itu tersisa beberapa menit saja, Antonio Conte telah melakukan sebuah selebrasi sembari mengajak para fans Juventus yang ada di stadion guna merayakan kemenangan itu. Ia pun lalu melayangkan sebuah ciuman kepada arah kamera televise saat ini. selebrasi yang ia lakukan itu pun lalu memunculan kritikan dari Pioli. Pelatih dari Bologna itu pun menilai bahwa Conte tidak respek kepada pasukannya.

Pioli telah menyatakan bahwa selebrasi kemenangan yang dilakukan oleh Antonio Conte memang agak berlebih menurut dirinya. Hal itu dikarenakan bahwa tak hanya ditujukan bagi timnyas sendiri. bagaimana pun juga mereka telah membahas hal itu dan juga menjelaskannya.

Bologna sendiri juga sebenarnya sempat mengimbangi permainan Juventus sampai dengan paruh pertama usai dngan hasil imbang tanpa gol. Namun Bologna lalu mesti mengakui ketangguhan Juventus yang sanggup melahirkan dua buah gol yang akhirnya mampu mengantarkan mereka merebut kemenangan.


Source: Selebrasi Conte Munculkan Kritikan
Selengkapnya Selebrasi Conte Munculkan Kritikan

Juventus Dapat Jadi Jawara Bila Mampu Lewati Bayern

Juventus Dapat Jadi Jawara Bila Mampu Lewati Bayern

Sebagai seorang pemain legendaris dari Jerman dan juga pernah sebanyak dua kali memperkuat Bayern Munich, memang wajar apabila Lothar Matthaus memberikan dukungan pada eks skuadnya itu. Akan tetapi, dirinya pun jauh lebih memilih Juventus untuk dijadikan jagoan di dalam ranah Liga Champions musim kali ini.

Raihan dari undian ranah Liga Champions bakal mempertemukan Bayern Munich dan juga Juventus di dalam babak perempat final ini. Dengan kekuatan serta kualitas pasukan yang relative setara, Matthaus pun memperkirakan bahwa laga yang akan terjadi di antara keduanya akan berjalan dengan sengit meski lebih mengunggulkan La Vecchia Signora.

Matthaus telah menyatakan seperti yang dikabarkan oleh Master Agen Bola bahwa hal itu akan menjadi sebuah pertemuan yang begitu menarik dengan dua buah tim yang mengawali langkah mereka dari tingkatan yang sama. Selain itu, pria yang memiliki sebanyak 150 caps bagi tim nasional Jerman itu pun juga telah menambahkan bahwa ia tak melihat bahwa pihak Bayern Munich sebagai sebuah tim unggulan, sebab Juventus yang dirinya lihat pada ranah Liga Champions melawan Glasgow Celtic terlihat begitu kuat dan juga tangguh untuk dirinya.

Menurut sang eks punggawa dari Bayern Munich dan juga Inter Milan itu pun juga bahwa pasukan didikan pelatih Antonio Conte memiliki mental jawara yang jauh lebih baik daripada Bayern Munich. Apabila Si Nyonya Tua sanggup untuk melewati rintangan yang diberikan oleh Bayern Munich pada laga leg yang pertama di dalam Allianz Arena, maka Juventus ia nilai akan menjadi sang juara.

Selain itu, ia juga menyatakan bahwa Antonio Conte pun juga sudah bekerja sama dalam menanamkan mental jawara pada para punggawanya. Apabila mereka tak menderita kekalahan besar di dalam markas Bayern Munich, maka mereka pun mampu lolos di Juventus Stadium yang baru yang yang akan mendorong skuad melaju dengan semangat juang penuh.

 


Source: Juventus Dapat Jadi Jawara Bila Mampu Lewati Bayern
Selengkapnya Juventus Dapat Jadi Jawara Bila Mampu Lewati Bayern

Vidal Ingin Terus Membela Juventus

Vidal Ingin Terus Membela Juventus

Arturo Vidal yang merupakan salah satu gelandang andalan Juventus sejak tahun 2011 lalu, baru-baru ini menyatakan keinginannya untuk tetap bertahan dan membela “Si Nyonya Tua”. Hal itu diutarakannya dalam sebuah sesi wawancara dengan para media di Italia menyusul mencuatnya isu bahwa Vidal akan segera dijual pada bursa transfer musim panas mendatang.

Arturo Vidal, gelandang eksplosif Juventus tahun 2013

Pernyataan Vidal tersebut sekaligus mematahkan isu kepindahannya pada akhir musim kompetisi mendatang. Dirinya memang sempat dikabarkan sedang diincar oleh salah satu klub raksasa asal Jerman, Bayern Munchen. Gelandang berusia 25 tahun asal Cile ini memang langsung menunjukkan peranan di lini tengah Juventus, sejak didatangkan tahun 2011 dari Bayer Leverkusen.

Vidal juga menambahkan bahwa dirinya ingin tetap membela Juventus untuk meraih lebih banyak gelar di masa yang akan datang. Dirinya juga menegaskan kebanggaannya dapat mengenakan seragam Juventus dalam perjalanan karirnya. Sosok Vidal yang sangat bertenaga dan juga dikenal memiliki tackling keras ini, memang menjadi salah satu pemain vital dalam skuad asuhan Antonio Conte. Bersama Andrea Pirlo dan Claudio Marchisio di lini tengah, mereka menjadi bagian dari kesuksesan Juventus tahun lalu dalam meraih scudetto. Pada musim ini pun, Juventus menjadi kandidat kuat dalam mempertahankan gelar juara Italia tersebut, ditambah lagi langkah mereka di Liga Champions yang harus diperhitungkan oleh klub-klub lainnya.

Vidal tentunya akan sangat diandalkan oleh Juventus dalam mengulangi kejayaan mereka di Italia dan juga Eropa. Dirinya sendiri menilai bahwa Juventus memiliki pondasi yang kuat untuk hal tersebut, dan komposisi pemain yang lengkap di tim saat ini merupakan salah satu faktor penting yang menjadi dasar keyakinannya. Sangat menarik tentunya untuk terus mengamati perkembangan Arturo Vidal bersama Juventus musim ini dalam kancah Serie A Italia dan juga Liga Champions Eropa.


Source: Vidal Ingin Terus Membela Juventus
Selengkapnya Vidal Ingin Terus Membela Juventus

Conte Berikan Peringatan Pada Fans

Conte Berikan Peringatan Pada Fans

Juventus kembali sukses untuk mendulang tiga angka penuh setelah menaklukkan Siena tiga gol tanpa balas di dalam laga babak lanjutan jornada 25 di dalam kancah Serie A Italia. Akan tetapi sang arsitek yang bernama Antonio Conte memberikan peringatan pada para fans di Juventus Stadium, agar mereka tidak lagi mengejek para pemain didikannya termasuk juga dengan Sebastian Giovinco.

Giovinco sendiri pada awal laga terlihat bermain tak maksimal, namun pada akhirnya pemain yang memiliki tubuh kecil itu sanggup menciptakan gol yang kedua, dari total tiga buah gol yang dilesakkan oleh para punggawa Turin itu. Walaupun demikian, para pendukung Juventus ternyata tak selalu memberikan dukungan padanya.

juventus-sienaConte telah menyatakan seperti yang dikabarkan oleh Master Agen Bola beberapa waktu yang lalu bahwa di saat tertentu, keluhan yang diberikan oleh pada penonton sungguh-sungguh mengganggu dirinya. Hal itu dikarenakan bahwa ia mendapatkan keluhan itu pada saat yang sama sekali tidak tepat. Mereka pun juga bahwa pada 18 bulan yang lalu Juventus ada di dalam peringkat yang ketujuh di papan klasemen sementara. Mereka semestinya mempunyai rasa antusias pada para pemain seperti halnya Gioivinco, maka dari itu ia tak setuju pada mereka yang memberikan cemoohan kepada para pemain.

Sementara itu, Antonio Conte pun juga memberikan komentar kepada lawannya yang menurut dirinya sudah bermain dengan sangat apik di dalam sepanjang pertandingan itu. Bahkan, sanjungan pun pantas diberikan pada eks yang pernah dibesut oleh Antonio Conte itu. Hal itu dikarenakan bahwa mereka dapat memberikan perlawanan yang berarti kepada Si Nyonya Tua.

Dengan tambahan sebanyak tiga angka penuh itu, maka untuk sementara itu Si Nyonya Tua sukses utnuk meregangkan jarak mereka jadi sebanyak 7 angka dari sang penghuni di dalam posisi kedua yaitu Napoli yang masih akan bermain pada hari Selasa dini hari yang akan datang dengan berhadapan dengan Udinese.


Source: Conte Berikan Peringatan Pada Fans
Selengkapnya Conte Berikan Peringatan Pada Fans

Andrea Pirlo Kembali Mengalami Cedera

Andrea Pirlo Kembali Mengalami Cedera

Andrea Pirlo, gelandang veteran yang penampilannya masih memukau bersama Juventus musim ini, kembali didera cedera. Cedera tersebut diperolehnya kembali saat memperkuat Juventus melawan dengan Fiorentina pada lanjutan kompetisi Serie A Italia, Sabtu kemarin (9/2/2013).

Penampilan Pirlo bersama dengan tim Juventus musim ini memang diakui banyak pengamat sebagai salah satu yang terbaik. Dengan kontribusinya di lapangan tengah Juve, dirinya membuktikan bahwa di usia yang tak lagi muda, dirinya masih sanggup bersaing dengan pemain muda Juventus. Kekuatan Juve yang kembali menakutkan di Italia dan Eropa musim ini, merupakan salah satu peran besar dari Pirlo sebagai jendral di lini tengah La Vecchia Signora. Salah satu penampilannya yang memukau adalah saat Juventus menaklukkan Chelsea 3-0 pada babak penyisihan grup Liga Champions tahun lalu.

Andrea Pirlo dari Juventus kembali cedera di Februari 2013

Tak ayal, kembali cederanya Pirlo, membuat kecemasan dan kerisauan dari sang pelatih, Antonio Conte. Memasuki penghujung musim kompetisi dan juga dalam persiapan menghadapi pertandingan 16 besar Liga Champions kontra Celtic, cederanya Pirlo tentu dapat memberikan dampak negatif bagi Juventus.

Antonio Conte mengatakan bahwa Pirlo kemungkinan menderita masalah pada otot kaki dan diragukan tampil pada pertandingan selanjutnya menghadapi Celtic. Conte menambahkan pula bahwa dirinya dan seluruh pemain Juve, berharap cederanya Andrea Pirlo tidak terlalu parah dan dapat segera bergabung bersama mereka. Sementara kabar baik buat Juventus adalah dengan kembalinya Sebastian Giovinco yang berada dalam kondisi fisik yang bugar untuk dapat kembali dimainkan, sedangkan gelandang Claudio Marchisio juga telah dapat pulih dari cedera paha, keduanya dapat tampil sebagai pemain pengganti Pirlo.

Juventus yang telah memboyong penyerang Perancis, Nicolas Anelka pada bursa transfer musim dingin, untuk sementara masih kokoh di puncak klasemen Serie A dengan selisih 5 (lima) poin dari pesaing terdekatnya, Napoli. Selisih ini berhasil diperoleh usai menaklukkan Fiorentina 2-0, sedangkan Napoli harus puas berbagi 1 angka dengan Lazio pada pertandingan yang sama, Sabtu (9/2/2013).


Source: Andrea Pirlo Kembali Mengalami Cedera
Selengkapnya Andrea Pirlo Kembali Mengalami Cedera