Showing posts with label serie a italia. Show all posts
Showing posts with label serie a italia. Show all posts

Selebrasi Conte Munculkan Kritikan

Selebrasi Conte Munculkan Kritikan

Antonio Conte, sang pelatih Juventus telah melakukan sebuah selebrasi atas kemenangan Juve di dalam markas Bologna walaupun pertandingan saat itu masih belum berakhir. Selebrasi yang ia lakukan itu pun lalu memunculkan beberapa kritikan dari Stefano Pioli, pelatih dari Bologna.

antonio-conte-juventus

Berkunjung di dalam Stadion Renato Dall’Ara pada Minggu dini hari tadi, Juventus berhasil untuk membawa pulang kemenangan dengan hasil akhir dua gol tanpa balas. Dua buah gol yang didapatkan oleh Juventus itu dilahirkan oleh Mirko Vucinic dan juga oleh Claudio Marchisio.

Kemenangan itu pun berhasil untuk membuat Juventus makin kokoh berada didalam pucuk papan klasemen sementara Serie A Italia dengan raihan 65 angka dan juga kian mendekatkan mereka dengan gelar scudetto musim kali ini. juventus pun saat ini unggul sebanyak 12 angka dari Napoli yang berada di posisi kedua dan juga Serie A Italia pun hanya tinggal tersisa selama 9 minggu lagi saat ini.

Kala pertandingan itu tersisa beberapa menit saja, Antonio Conte telah melakukan sebuah selebrasi sembari mengajak para fans Juventus yang ada di stadion guna merayakan kemenangan itu. Ia pun lalu melayangkan sebuah ciuman kepada arah kamera televise saat ini. selebrasi yang ia lakukan itu pun lalu memunculan kritikan dari Pioli. Pelatih dari Bologna itu pun menilai bahwa Conte tidak respek kepada pasukannya.

Pioli telah menyatakan bahwa selebrasi kemenangan yang dilakukan oleh Antonio Conte memang agak berlebih menurut dirinya. Hal itu dikarenakan bahwa tak hanya ditujukan bagi timnyas sendiri. bagaimana pun juga mereka telah membahas hal itu dan juga menjelaskannya.

Bologna sendiri juga sebenarnya sempat mengimbangi permainan Juventus sampai dengan paruh pertama usai dngan hasil imbang tanpa gol. Namun Bologna lalu mesti mengakui ketangguhan Juventus yang sanggup melahirkan dua buah gol yang akhirnya mampu mengantarkan mereka merebut kemenangan.


Source: Selebrasi Conte Munculkan Kritikan
Selengkapnya Selebrasi Conte Munculkan Kritikan

Juventus Sejengkal Lagi Rebut Scudetto

Juventus Sejengkal Lagi Rebut Scudetto

Juventus saat ini menjadi pemimpin di dalam papan klasemen sementara Serie A Italia dengan mengemas sebanyak 62 angka, atau selisih sebanyak 9 angka dari Napoli yang kini berada di posisi dua. Menurut sang eks arsitek dari Bianconeri, yaitu Didier Deschamps, gelar scudetto Juve hanya tinggal menantikan waktu saja.

Juventus main squadSerie A Italia saat ini hanya tinggal tersisa 10 laga lagi, dan laga Juventus berhadapan dengan tim tuam rumah Bologna di akhir minggu kali ini diyakini jadi salah satu langkah yang penting untuk menjauhkan diri oleh skuad didikan Antonio Conte itu dari kejaran Napoli yang berada di posisi dua.

Deschamps telah menyatakan seperti yang dikabarkan oleh agen bola SBOBet beberapa waktu yang lalu bahwa Juventus hampir mampu untuk memenangi gelar scudetto musim ini. Antonio Conte pun juga pasti bakal mengatakan bahwa hal itu masih belum terjadi untuk memenangi scudetto itu, namun mereka pun telah mengambil langkah yang penting di hari Minggu yang akan datang.

Sementara itu, membahas berkaitan denagn kans Si Nyonya Tua di dalam ranah Liga Champions, Deschamps pun mengaku tak ragu akan kualitas yang dimiliki oleh Gianluigi Buffon dkk, yang hanya dibutukan adalah sebuah keberuntungan di dalam drawing babak perempatfinal nanti.

Ia pun juga sudah menyatakan bahwa di dalam ranah Eropa, ia tak melihat alasan kenapa Juventus tak dapat memenangi ranah Liga Champions. Banyak sekali yang bakal bergantung kepada drawing itu nanti. Apabila dirinya berada di posisi Juventus, maka ia sangat ingin menghindari berhadapan dengan Real Madrid. Deschamps pun mengasuh Juve kala tim satu kota Torino itu turun kasta pada kompetisi Serie B Italia dikarenakan oleh skandal Calciopoli. Musim itu juga ia langsung mengantarkan Juve promosi pada Serie A Italia, namun sayangnya lalu posisi dari Deschamps langsun diganti oleh Claudio Raineri untuk menduduki kursi kepelatihan di Si Nyonya Tua.


Source: Juventus Sejengkal Lagi Rebut Scudetto
Selengkapnya Juventus Sejengkal Lagi Rebut Scudetto

Javier Zanetti Puji Schelotto

Javier Zanetti Puji Schelotto

Javier Zanetti, kapten sekaligus salah satu pemain senior dari Inter Milan memuji penampilan dari winger baru mereka, Ezequiel Schelotto dalam pertandingan melawan AC Milan, Senin dini hari kemarin (25/02/2013).

Zanetti menilai bahwa pertandingan tersebut menjadi momen penting bagi pemain sayap asal Argentina tersebut, di mana Schelotto berhasil mencetak gol penyeimbang keadaan, terlebih hal tersebut dilakukannya hanya beberapa menit setelah masuk sebagai pemain pengganti. Dalam laga lanjutan Serie A Italia yang bertajuk “Derby della Madonnina” tersebut, kedua kesebelasan harus puas dengan hasil imbang 1-1, setelah gol Stephan El Shaarawy dari AC Milan berhasil disamakan oleh Inter Milan lewat Ezequiel Schelotto.

Ezequiel Schelotto, winger baru Inter Milan yang mencetak gol saat derby melawan AC Milan 24 Februari 2013.

Schelotto dinilai tidak hanya menciptakan gol perdana sejak bergabung dengan Inter Milan akhir Januari lalu dari Atalanta, akan tetapi gol itu pun berhasil menyelamatkan Inter Milan dari kekalahan pekan ini. Gelandang yang berusia 23 tahun itu masuk dari bangku cadangan guna menggantikan peran yang dimiliki oleh Esteban Cambiasso pada saat pertandingan memasuki menit 69 dan berhasil mencetak gol di menit 72 lewat sundulan terarah ke gawang AC Milan yang dikawal Christian Abbiati.

Javier Zanetti memuji penampilan kompatriotnya tersebut dan merasa ikut berbahagia atas pencapaian yang diraih oleh Schelotto di Inter Milan. Zanetti yang telah memasuki usia 39 tahun itu, menilai bahwa laga yang berjalan dengan sengit dan menarik tersebut memang layak berakhir dengan hasil imbang. Hal ini dinilai dari penampilan gemilang AC Milan di babak pertama dengan gol dari Shaarawy, yang mampu diimbangi oleh Inter Milan pada babak ke-2 dengan gol Schelotto.

Hasil imbang tersebut membuat posisi Inter berada di bawah AC Milan dengan selisih 1 (satu) angka di klasemen sementara. Masing-masing kesebelasan telah menjalani 26 pertandingan musim ini, menyisakan 12 pertandingan hingga akhir musim kompetisi nanti.


Source: Javier Zanetti Puji Schelotto
Selengkapnya Javier Zanetti Puji Schelotto

Silvio Berlusconi Pun Menyesal Jual Andrea Pirlo

Silvio Berlusconi Pun Menyesal Jual Andrea Pirlo

Silvio Berlusconi yang merupakan sang presiden dari salah satu raksasa Serie A Italia yaitu AC Milan beberapa waktu yang lalu telah mengakui bahwa pihak klub seharusnya tidak pernah menjual Andrea Pirlo, khususnya sebab dirinya lebih memilih untuk bergabung bersama dengan rival AC Milan di Serie A Italia yaitu Si Nyonya Tua alias Juventus.

ac-milan-logo-20-02-2013

Andrea Pirlo sendiri telah pergi dari AC Milan di dalam musim panas tahun 2011 yang lalu usai tak tercapai kesepakatan bekaitan dengan kontrak anyar yang dimiliki oleh si pemain. setelah tu, pemain gelandang internasional yang berasal dari Italia itu pun dipinang oleh Juventus dengan gratis dan juga langsung mampu mengantarkan Juventus merebut gelar scudetto pada akhir musim 2011-2012 yang lalu.

Silvio Berlusconi telah menyatakan bahwa pihak klubnya semestinya tidak pernah membiarkan Andrea Pirlo pergi dan bergabung bersama dengan tim yang lainnya. Ia juga menyatakan bahwa mereka saat ini mempunyai sosok pemain yang bernama Riccardo Montolivo. Berkaitan dengan masa depan, mereka juga sngat tertarik untuk bisa mendatangkan Marco Verratti.

Sementara itu, berkaitan dengan laga yang akan terjadi antara AC Milan berhadapan dengan El Barca di dalma babak 16 besar ranah Liga Champions musim ini, Silvio Berlusconi pun memberikan penegasan bahwa AC Milan mesti melakukan pengawalan yang sangat ketat kepada Lionel Messi. Sementara itu, untuk masa depan yang dimiliki oleh pelatih mereka yaitu Massimiliano Allegri, eks perdana menteri Italia tiu masih harus menyaksikan raihan yang akan didapatkan oleh timnya di dalam akhir musim yang akan datang.

Berlusconi pun juga telah menambahkan bahwa Sulley Muntari dan juga Mathieu Flamini akan segera bermain untuk memberikan penjagaan pada Messi. Berkiatan dengan Allegri, dirinya dapat membuka siklus anyar di sana bersama dengan tim itu, namun semua itu akan sangat bergantung kepada hasilnya nanti.


Source: Silvio Berlusconi Pun Menyesal Jual Andrea Pirlo
Selengkapnya Silvio Berlusconi Pun Menyesal Jual Andrea Pirlo

Andrea Stramacioni Nilai Inter yang Sekarang Sebagai Inter Milan yang Ideal

Andrea Stramacioni Nilai Inter yang Sekarang Sebagai Inter Milan yang Ideal

Andrea Stramaccioni tampak senang dengan kemenangan Inter Milan yang belum lama ini atas Chievo Verona. Pelatih Inter Milan kelahiran 9 Januari 1976 ini merasa sangat puas dapat menyaksikan Inter kembali bermain sebagai diri mereka sendiri dan juga menyudahi krisis yang mereka alami belakangan ini.

Inter Milan vs Chievo VeronaSebelum pertandingan yang menghadapkan mereka dengan Chievo di jornada 24 kancah Serie A Italia, Inter Milan hanya memetik satu kali kemenangan dari 7 pertandingan mereka yang terakhir dan bahkan tidak pernah memetik kemenangan di dalam tiga pertandingan mereka yang terakhir termasuk kekalahan dengan hasil akhir 1-3 dari tim juru kunci Siena pada akhri minggu yang lalu yang membuat Andrea Stramaccioni kecewa pada Inter Milan.

Raihan yang mana berhasil membuat posisi Andrea Stramaccioni tertekan dan Inter Milan didahului oleh AC Milan itu, yang malah pada awal musim kali ini terhuyung-huyung dan juga sempat tersungkur di dalam papan bawah. Maka pertandingan yang berhadapan dengan Chievo, lawan yang selau mereka taklukkan sejak tahun yang ke 2001 lalu, tiga angka penuh wajib untuk mereka dapatkan dan juga tekanan pasti ada di dalam pihak Inter Milan.

Gol cepat pun didapatkan melalui aksi dari Antonio Cassano pada menit ke 3 sebelum akhirnya disamakan lagi oleh Luca Rigano pada tengah paruh pertama. Lalu Andrea Ranocchia berhasil membuat pihak Inter Milan unggul lagi sebelum akhirnya dimantapkan oleh Diego Milito pada awal paruh yang kedua.

Inter Milan berhasil memetik kemenangan dengan hasil akhir 3-1 dan merangkak naik di peringkat keempat dengan torehan 43 angka, berjarak sebanyak satu angka dari Lazio yang ada di posisi tiga alias batas akhir zona Liga Champions. Strama pun berhasil mendapatkan sebuah raihan yang memuaskan untuk yang pertama kali menggunakan pola 4-3-3 usai pola 3-5-2 yang jadi andalannya tidak bekerja dengan maksimal di dalam sejumlah laga terakhir.

Andrea Stramaccioni menyatakan seperti dikabakan oleh Master Agen Bola bahwa di paruh yang pertama mereka tak begitu konsentrasi kepada permainan bola mati di mana mestinya mereka lakukan dan CHievo berhasil memberikan kejutan pada mereka di dalam beberapa kans.


Source: Andrea Stramacioni Nilai Inter yang Sekarang Sebagai Inter Milan yang Ideal
Selengkapnya Andrea Stramacioni Nilai Inter yang Sekarang Sebagai Inter Milan yang Ideal

Osvaldo Berebut Penalti Dengan Totti

Osvaldo Berebut Penalti Dengan Totti

Pablo Osvaldo, terlihat sempat bersitegang dengan sang kapten Francesco Totti saat mengambil hadiah tendangan penalti dalam pertandingan melawan Sampdoria, Minggu malam lalu (10/2/2013).

Penampilan Roma pada kompetisi Serie A Italia musim ini terbilang tidak begitu baik, meski pada awal musim terlihat Roma dapat tampil dengan perkasanya,tetapi sayang tim ini terlihat tidak dapat melanjutkan hal tersebut di paruh musim ke-2 kompetisi. Hal ini berujung pula pada pemecatan pelatih mereka yaitu Zdenek Zeman karena dianggap tidak dapat mendongkrak prestasi “Serigala-serigala Roma”.

Osvaldo Berebut Penalti dengan Totti, Februari 2013

Konflik internal di kubu AS Roma juga terlihat sangat jelas saat Roma kalah dengan skor 3-1, saat berhadapan dengan Sampdoria. Media berhasil meliput momen-momen tersebut, saat Pablo Osvaldo terlihat bertengkar dengan Francesco Totti tentang siapa yang akan mengambil tendangan penalti. Osvaldo yang berhasil menang dalam pertengakaran tersebut kemudian dapat mengambil tendangan penalti, namun sial bagi dirinya, tendangan penalti tersebut dapat dimentahkan dengan baik oleh penjaga gawang Sampdoria.

Osvaldo mengaku bahwa dirinya sadar akan menjadi sasaran kemarahan dari publik AS Roma setelah gagal dalam pertandingan penting yang terjadi setelah AS Roma memecat Zdenek Zeman. Ditambah lagi, dirinya bukanlah pengambil tendangan penalti reguler di AS Roma, melainkan Francesco Totti yang biasa mengambil tugas tersebut.

“Meski terlihat kecewa, saya harus melihat ke depan, saya tahu akan diberikan kritik dan akan dimusuhi oleh publik Roma, tetapi saya harus dapat melupakan kegagalan yang terjadi saat ini,” ujar Osvaldo.

Osvaldo terlihat sedang berbicara dengan Totti sebelum kapten AS Roma ini kemudian mundur dengan wajah yang terlihat kecewa.

Pelatih baru Roma, Andrae Andreazzoli juga terlihat terkejut dengan kejadian itu. ”Saya tidak tahu bahwa Osvaldo akan mengambil penalti itu, yang saya tahu, Totti adalah yang berhak untuk mengambil tendangan itu , mungkin mereka mencapai kata sepakat,” ujar Andrea.

Roma sendiri masih terpuruk di papan tengah klasemen sementara, setelah hanya dapat meraih dua poin dari enam pertandingan setelah libur musim dingin.


Source: Osvaldo Berebut Penalti Dengan Totti
Selengkapnya Osvaldo Berebut Penalti Dengan Totti

Veratti Akan Tetap Bersama Paris Saint-Germain

Veratti Akan Tetap Bersama Paris Saint-Germain

Marco Verratti, gelandang muda Italia yang baru saja mencetak gol perdananya bersama tim nasional Italia, membantah bahwa dirinya akan hengkang dari Paris Saint-Germain. Lewat agennya, Donato Campli, dirinya memberikan bantahan kepada isu yang mencuat akhir-akhir ini berkaitan kabar kepindahannya.

Marco Verratti sendiri dalam sebuah wawancara minggu ini sempat menyatakan bahwa ia bakal segera kembali menuju ranah Italia yang memang bisa memicu maraknya nama Marco Verratti di lantai transfer musim panas yang akan datang. Salah satu tim di dalam kancah Serie A Italia yaitu Juventus, langsung dihubungkan dengan dirinya.

Marco Verratti, gelandang Paris Saint-Germain asal ItaliaAgen Verratti yang bernama Donato Campli telah menyatakan beberapa waktu yang lalu bahwa menurut dirinya, kata-kata yang berkaitan dengan kabar itu hanya sebuah salah paham saja. Ia juga menyatakan bahwa Marco Verratti tentu saja menyukai untuk kembali menuju tanah kelahirannya Italia suatu hari nanti, namun ia juga masih sangat bahagia berada di Paris saat ini dan belum memikirkan untuk segera pergi dari Paris Saint-Germain.

Juve dan juga Napoli memang sempat memberikan penawaran kala Marco Verratti masih memperkuat Pescara beberapa musim yang lalu. Akan tetapi si pemain lebih memilih untuk bergabung bersama dengan Paris Saint-Germain dengan nilai transfer mencapai €12 juta (sekitar Rp 156 Miliar) dengan alasan untuk mencari pengalaman di kompetisi Eropa lainnya.

Gelandang muda yang baru berusia 20 tahun ini, memang digadang-gadang menjadi pengganti Andrea Pirlo di Juventus, yang segera memasuki usia pensiun. Dirinya baru saja mencetak gol perdana bagi timnas Italia, ketika menjalani pertandingan uji coba pertengahan pekan lalu, melawan timnas Belanda. Gol yang dibuatnya di menit-menit akhir pertandingan tersebut, berhasil menyelamatkan Italia dari kekalahan.


Source: Veratti Akan Tetap Bersama Paris Saint-Germain
Selengkapnya Veratti Akan Tetap Bersama Paris Saint-Germain

Stramaccioni Kecewa Dengan Penampilan Inter

Stramaccioni Kecewa Dengan Penampilan Inter

Andrea Stramaccioni, pelatih Inter Milan mengungkapkan kekecewaannya terhadap skuad yang dilatihnya, karena penampilan mereka dinilai semakin memburuk belakangan ini.

Andrea Stramaccioni bahkan tidak memiliki pembelaan tentang kekalahan yang didapatkan oleh Inter Milan dari Siena hari Minggu lalu di kompetisi Serie A Italia (3/2/2013). Sang pelatih pun juga mengakui bahwa skuad didikannya itu bermain dengan begitu buruk di dalam pertandingan tersebut.

Kekalahan itu adalah yang kedua kalinya didapatkan oleh Inter Milan dari Siena di musim kompetisi kali ini. Dan yang lebih parahnya lagi adalah Inter Milan harus bermain hanya dengan 10 orang pemain saja, setelah di menit ke-55 Cristian Chivu memperoleh kartu merah. Inter Milan pun harus takluk dengan skor akhir cukup telak 1-3 dari Siena.

Strama, panggilan akrab dari Andrea Stramaccioni, telah menyatakan tanpa keraguan bahwa mereka telah bermain dengan sangat buruk. Mereka mempunyai sejumlah kans yang sangat maksimal yang tak dapat mereka manfaatkan untuk menjadi gol, akan tetapi tetap tidak ada alibi dari permainan yang buruk mereka saat itu.

Andrea Stramaccioni, pelatih Inter Milan 2013

Walaupun mendapatkan kekalahan di dalam pertandingan itu, kans yang dimiliki oleh Inter Milan untuk dapat lolos ke kompetisi Liga Champions di musim depan masih terbuka lebar. Hal itu dikarenakan bahwa di laga yang lainnya, Lazio juga dengan sangat mengejutkan dikalahkan oleh salah satu tim papan bawah dengan hasil akhir 2-3 yaitu Genoa.

Strama telah menyatakan seperti dikabarkan oleh Football Italia beberapa waktu yang lalu bahwa di dalam faktanya mereka telah mendapatkan kekalahan, mereka hanya ketinggalan sebanyak tiga angka saja dari perebutan tiket menuju ranah Liga Champions musim depan, maka dari itu mereka tak dapat menyerah dan juga mesti tetap berjuang keras. Dirinya yakin, Inter masih mampu untuk memenuhi target tersebut apabila memperbaiki permainan mereka di pertandingan-pertandingan mendatang.

Selain itu, Strama juga telah menyatakan bahwa mereka mesti menemukan jati diri mereka lagi, mengingat mereka sempat hanya ketinggalan sebanyak satu angka saja dari pemimpin di papan klasemen dan mempunyai ambisi yang sangat besar. Hal itulah yang menurut sang pelatih muda, harus dijadikan motivasi dan fokus utama bagi Javier Zanetti dan rekan-rekan di Inter Milan saat ini.


Stramaccioni Kecewa Dengan Penampilan Inter
Selengkapnya Stramaccioni Kecewa Dengan Penampilan Inter

Zeman Diberhentikan dari AS Roma

Zeman Diberhentikan dari AS Roma

 

Zdenek Zeman akhirnya harus turun dari jabatannya sebagai pelatih AS Roma, karena dinilai tidak mampu membawa Roma mendulang berbagai raihan maksimal musim ini.

Salah satu raksasa Italia yaitu AS Roma akhirnya telah memutuskan guna melengserkan Zdenek Zeman di tengah perjalanan mereka di kancah Serie A Italia musim ini, usai menelan kekalahan 2-4 dari Cagliari di kandang sendiri, Stadion Olimpico.

Kekalahan yang sangat mengejutkan itu berhasil membuat 500 ribu para pendukung fanatik Roma melakukan aksi protes setelah laga. Pertemuan darurat pun akhirnya dilakukan oleh Franco Baldini, Italo Zanzi, dan juga Walter Sabatini yang merupakan tiga direktur AS Roma. Dan keputusan yang akhrinya ditemput adalah zeman harus lengser dari jabatannya sebagai pelatih Roma.

Zdenek Zeman Diberhentikan Roma, Februari 2013

Zemanlandia, julukan yang diberikan untuk taktik ultra ofensif yang dimiliki oleh Zeman ternyata tak mampu berjalan dengan lancar. Keganasan dari pasukan AS Roma di dalam melancarkan serangan dalam tiap laga pun tak diimbangi oleh pertahanan yang solid dari para punggawa Roma. Erik Lamela dan rekan-rekan sampai dengan saat ini telah menciptakan sebanyak 49 gol di kancah Serie A Italia, paling banyak di antara 20 tim yang lainnya. Namun mereka juga sudah kebobolan sebanyak 42 gol, total yang hanya kalah dari skuad promosi Serie A Italia yaitu Pescara.

Saat ini pun Roma masih tertahan di peringkat 8 papan klasemen sementara dan ketinggalan sebanyak 9 angka dari zona Liga Champions. Lalu yang lebih parahnya lagi adalah zona itu kini dihuni oleh rival satu kota mereka, Lazio. Pasukan Serigala Roma itu pun saat ini telah menelan 9 kali kekalahan, jumlah yang paling banyak dari klub-klub dalam posisi 10 besar lainnya.

Walter Novellino dan juga Marco Giampaolo dikabarkan oleh pihak Football Italia jadi kandidat caretaker Roma sampai dengan akhir musim yang akan datang. Sementara itu, Laurent Blanc juga diisukan diincar untuk menjadi pelatih permanen mereka nanti. Akan tetapi untuk sementara ini Roma bakal dibesut oleh Aurelio Andreazzoli. Ia adalah seorang staff teknik AS Roma semenjak masa Luciano Spalleti menjabat sebagai pelatih.

 


Zeman Diberhentikan dari AS Roma
Selengkapnya Zeman Diberhentikan dari AS Roma

Inter Milan vs Torino - Combiascco Berhasil Samakan Kedudukan

Pertandingan Inter Milan vs Torino yang berlangsung Minggu, 27 Januari 2013 pukul 19:45 waktu setempat dalam ajang Serie A Italia kemarin berakhir dengan kedudukan imbang 2-2. Stadion Giuseppe Meazza (San Siro) yang terletak di kota Milan tampak separuh penuh. Dari total kapasitas 80.018 kursi yang tersedia, terlihat malam itu stadion dipenuhi oleh 41.000 orang pendukung kedua kubu yang hadir untuk memberikan dukungan kepada klub idola mereka. Jalannya pertandingan berada dalam pengawasan wasit D. Massa. Berikut ulasan singkat jalannya pertemuan antara Inter Milan vs Torino.

Riccardo Meggiorini - Inter Milan vs TorinoInter bermaksud untuk membalas kekecewaan dari kekalahan mereka dalam Coppa Italia oleh Roma yang terjadi pada pertengahan minggu dengan mencoba memimpin permainan.

Di menit-menit pertama pertandingan dimulai, Matteo Brighi berlari melewati Antiano Cassano dalam jarak 20 yard dari gawang, dan wasit tanpa ragu memberikan tendangan bebas untuk kubu Inter Milan pada menit ke-4. Chivu maju untuk mewakili timnya mengambil tendangan yang akhirnya menembus gawang Torino setelah diving dari Jean Gillet gagal menyelamatkan gawangnya. Gol pembuka ini membawa tim asuhan Andrea Stramaccioni untuk memimpin.

Torino yang ketinggalan 1 angka tetap bermain dengan positif. Dan setelah penguasaan bola yang sangat baik, akhirnya pada menit ke-23 mereka mendapatkan kesempatan untuk menyamakan kedudukan lewat Riccardo Meggiorini

Fredy Guarin yang ketika itu tampak sedikit teledor dalam penguasaan bola yang diperolehnya dari Samir Handanovic tak dapat berbuat apa-apa ketika Meggiorini datang dan mengambil alih bola darinya. Lewat Meggiorini, bola berpindah dari Guarin ke Barreto. Melihat Meggiorini mempunyai kesempatan yang lebih besar, Barreto memutuskan untuk mengembalikan bola pada Meggiorini, yang kemudian menyarangkan golnya ke pojok gawang.

Merasa santai dengan kedudukan yang diraihnya untuk sementara waktu, anak asuh Giampiero Ventura tampak sedikit mengendorkan permainan mereka. Nerazzuri di sisi lain, sayangnya tidak mampu memanfatkan keadaan ini dengan striker mereka yang tampaknya kurang lincah dan kurang mampu bekerja sama dengan anggota tim lainnya.

Inter Milan vs Torino - Goal Keeper DownInter Milan yang sudah kehilangan Chivu karena cedera di babak pertama, mendapat pukulan telak sekali lagi ketika Mudingayi terjatuh. Terjatuhnya Gaby Mudingayi pada menit ke-50 pertandingan membuat Inter terpaksa harus bertarung dengan kekuatan 10 orang untuk sementara waktu sambil menunggu tim medis selesai melakukan pemeriksaan dan Mudingayi siap untuk kembali beraksi. Hal ini ternyata dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Meggiorini untuk menyarangkan gol nya ke gawang Inter dan menjadikan timnya dalam posisi memimpin.

Esteban Cambiascco, yang memasuki lapangan pada menit ke 53 menggantikan Mudingayi akhirnya mampu menyamakan kembali posisi ke 2-2. Nerazzurri mencoba untuk terus melakukan penekanan, tetapi sayangnya mereka kurang memperhatikan kekuatan bertahan mereka. Rolando Bianchi hampir saja membawa timnya untuk kembali memimpin. Untung bagi tuan rumah, tendangan Bianchi membentur tiang gawang.

Pertandingan Inter Milan vs Torino berakhir tanpa ada gol tambahan dari kedua tim. Gol kedua yang dipersembahkan Cambiascco berhasil menyelamatkan Inter Milan dari kekalahan. Tetapi perolehan ini belum cukup untuk membawa mereka mendekati posisi Juventus yang saat ini berada di puncak klasemen. Sejuh ini Inter Milan berhasil mempertahankan posisi nya di tempat ke-empat, tertinggal sembilan point dari Juventus.


Inter Milan vs Torino - Combiascco Berhasil Samakan Kedudukan
Selengkapnya Inter Milan vs Torino - Combiascco Berhasil Samakan Kedudukan

Edinson Cavani Ingin Buat Sejarah

Edinson Cavani, striker andalan klub Napoli ini mengaku mempunyai ambisi besar sekaligus membuat sejarah lain bagi dirinya, yaitu membawa Napoli meraih gelar scudetto Serie A Italia musim ini.

Edinson Cavani yang juga merupakan bomber tim nasional Uruguay itu, baru mencatat rekor individu tersendiri dengan raihan 100 gol di Serie A, rekor ini dibuatnya kala Napoli bermain imbang 1-1 dengan Fiorentina, akhir pekan lalu. Striker berjulukan El Matador ini berjanji akan bermain sebaik mungkin di sisa pertandingan yang ada untuk mengoptimalkan kesempatan membawa klub yang dibelanya ini meraih titel juara Serie A. Perlu diketahui, Napoli terakhir kali mencicipi manisnya gelar juara Serie A pada musim kompetisi 1989/1990, saat masih dibela Legenda Sepakbola Dunia, Diego Armando Maradona.

cavani-striker-napoli

Napoli sekarang menduduki peringkat ke-2 klasemen sementara Serie A Italia, dengan menempel ketat sang pemuncak, Juventus. Mereka terpaut selisih 5 (lima) angka dengan menyisakan 17 pertandingan hingga akhir musim kompetisi. Namun Napoli juga harus mewaspadai peringkat di bawah mereka, yaitu Lazio yang memiliki nilai sama dan juga klub besar lainnya Inter Milan.

Edinson Cavani yang bulan Februari mendatang genap berusia 26 tahun ini, mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada rekan-rekan di klub Napoli atas dukungan mereka yang membuat torehan 100 gol tersebut bisa ia wujudkan. Dengan kerja sama dan kekompakan yang terjalin di dalam tim, mereka selalu memiliki keyakinan untuk menang dan mengalahkan lawan-lawannya. Cavani juga menambahkan bahwa dominasi yang dilakukan tim-tim besar seperti Juventus, AC Milan dan Inter Milan tidak selamanya akan bertahan, dengan penuh keyakinan dia menegaskan tekadnya untuk membuat kejutan dan kebahagiaan bagi para fans Napoli. Menarik tentunya menyaksikan kiprah lebih lanjut dari Cavani yang mencatat hat-trick Internasional pertamanya di tahun 2010 pada laga persahabatan melawan tim nasional Indonesia. Tentunya tidaklah mudah bagi dirinya dan rekan-rekan di Napoli dalam menuju perebutan gelar paling bergengsi di Italia tersebut. Namun segala sesuatu sangat mungkin terjadi di sepakbola, cabang olahraga yang paling menarik dan diminati hampir di seluruh penjuru dunia ini.


Edinson Cavani Ingin Buat Sejarah
Selengkapnya Edinson Cavani Ingin Buat Sejarah